Sinead O’Connor_Berubah aliran

Masih ingat Sinead O’Connor ? Penyanyi wanita dengan estetika bermusik yang kualifaid. Dan, disini khalayak mungkin hanya mengingat sosok Sinead O’Connor sebagai penyanyi wanita berkepala plontos.

Penyanyi ini sepertinya lelah dengan ketenaran. April 2003, ia berencana mengundurkan diri dari dunia musik. “Aku ingin seperti orang lain di jalanan dan tak ada orang mengatakan itulah Sinead O’Connor,” ia menuliskan di websitenya.

Pengumuman yang ditulis dalam format surat itu mengimbau kepada penggemarnya agar menghargai privasinya. Bahkan ia menyarankan kepada semua orang agar memperlakukan orang terkenal dengan wajar. “Jangan menatap mereka! Atau menggebrak jendela restauran ketika mereka ada di sana. Atau memotretnya.”

Dalam tulisan itu, berulangkali ia menekankan ketidaknyamanan akibat ketenaran dan keinginan hidup damai sebagai orang normal. Ia mengaku sangat pemalu dan merasa tidak nyaman dengan kehidupannya saat ini. “Maka bantulah aku juga, dengan memberiku yang terbaik, sebuah privasi hidup.” Ia memutuskan untuk mengubah karir, walau tidak menyebutkan apa yang dimaksudkan mengubah karir itu.

Lama sekali nama Sinead O’Connor, 40, tidak muncul di layar kaca. Penyanyi yang terkenal dengan tembang Nothing Compares 2 U itu baru saja sembuh dari penyakit bipolar yang telah diidapnya selama empat tahun. Sejenis penyakit depresi berat tersebut membuat dirinya tidak tenang dalam menjalani hidup.

”Terkadang saya menangis tanpa sebab atau keinginan untuk mengakhiri hidup. Saya pernah ingin bunuh diri di saat saya sedang merayakan ulang tahun ke-33,” kata O’Connor dalam wawancara dengan Oprah Winfrey, seperti dikutip AP.

Ibu empat anak yang kini tinggal di Dublin, Irlandia, itu harus menjalani banyak terapi untuk menstabilkan kondisi psikologisnya. Terkadang penyanyi yang terkenal dengan kepala plontosnya itu minum hingga mabuk untuk menenangkan pikiran. Namun tindakan tersebut sebuah kebodohan.

Ia pun melakukan terapi di bawah pengawasan dokter. ”Meski saya terlihat sehat, saya bukan orang yang sempurna. Saya perlu memperbaikinya,” jelas O’Connor yang baru saja melepas album terbarunya berjudul Theology.

Di tengah wawancara, O’Connor memuji Britney Spears yang cukup kuat menghadapi cobaan, sementara orang di sekitarnya tidak ada yang mendukungnya. ”Saya salut dengan Britney. Sebagai ibu muda dan penyanyi terkenal dia mampu mengatasinya dengan baik,” pujinya.

Juni 2007, Sinead O’Connor kembali turun gunung. Penyanyi yang lirik lagunya kerap kontroversi ini mengeluarkan rilisan ke-12 bertajuk Theology. Kali ini, ia membidik tema religi. Entah apakah rilisan kali ini bakal kembali menuai kontroversi lagi atau tidak, O’Connor hanya membeberkan bahwa album ini merupakan untaian lirik yang indah dan mengagumkan.

“Theology adalah pandangan subjektifku akan cinta, spiritual, rekonsiliasi, dan pengetahuan. Aku ingin menciptakan sebuah tempat yang damai dan jauh dari konflik. Theology kujadikan reaksi personalku terhadap sebuah kehidupan,” jelas O’Connor lewat situs pribadi.

O’Connor juga mengatakan bahwa album kedelapan ini mulai mengubah hidupnya. “Ternyata membuat lagu religi membuat perasaan kita menjadi lebih peka dan halus. Ini ternyata juga mempengaruhi beberapa laguku yang berubah menjadi lebih lembut,” paparnya lagi.

Album ini terdiri atas sembilan track baru dan tiga cover version dari Curtis Mayfield (We People Who Are Darker Than Blue), Andrew Lloyd Webber dan Tim Rice (I Don’t Know How To Love Him, dari ’Jesus Christ Superstar’), dan lagu rohani tradisional Rivers Of Babylon.

Penyanyi cewek yang selalu tampil plontos ini mengaku materi baru ini terkonsep sejak ia dibesarkan di Irlandia, yang sarat prinsip theocracy. Keantusiasan terhadap religi diwujudkan O’Connor dengan membuat dua versi untuk Theology.

“Aku melihat animo penggemar yang tinggi saat sedang berakustik. Jadi, aku membuat sesi Dublin yang pure menggunakan gitar kopong dan versi London yang penuh distrosi gitar,” ungkapnya.

Walau baru dirilis Juni mendatang, O’Connor telah berkali-kali menyiarkan secuplik lagu-lagu tebarunya saat menggelar show. Single pertama yang bertitel I Don’t Know How To Love Him telah dikeluarkan sejak 30 April lalu. Bahkan, dua single berikutnya, If You Had a Vineyard dan Jeremiah (Something Beautiful) bebas di-download melalui situs pribadi O’Connor.(hpk)

( Sumber : dari berbagai sumber )

~ oleh hitamputihkita pada Oktober 11, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: