Astronom era klasik

aristarchus.jpg

Aristarchus
Aristarchus (310 SM – 230 SM) adalah seorang astronom dan matematikawan Yunani kuno yang lahir di Pulau Samos. Ia adalah orang pertama yang mengusulkan model heliosentrik tata surya, menempatkan Matahari, dan bukan Bumi, di pusat alam semesta yang diketahui saat itu. Ide-ide astronominya tidak diterima dengan baik dan tergantikan oleh ide-ide Aristoteles dan Ptolemaeus, hingga akhirnya hidup dan dibangun kembali oleh Copernicus hampir 2000 tahun kemudian.

earatosthenes.jpg

Eratosthenes
Eratosthenes (bahasa Yunani ρατοσθένης) (276 SM – 194 SM) adalah seorang matematikawan, ahli geografi dan astronom jaman Helenistik. Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali memikirkan sistem koordinat geografi, dan yang pertama diketahui menghitung keliling Bumi.

Kehidupan Eratosthenes dilahirkan di Cyrene (Libya saat ini), tetapi bekerja dan meninggal di Alexandria. Dia tidak pernah menikah dan dikenal sebagai seorang yang sombong.

Eratosthenes belajar di Alexandria dan untuk beberapa tahun di Athena. Pada 236 SM ia ditunjuk oleh Ptolemy III Euergetes I sebagai pustakawan Perpustakaan Alexandria, menggantikan pustakawan pertama, Zenodotos. Dia membuat beberapa sumbangan penting pada matematika dan sains, dan merupakan teman baik Archimedes. Sekitar 255 SM ia menciptakan bola armilar, yang digunakan secara luas hingga diciptakannya oreri pada abad 18. Pada 195 SM ia menjadi buta dan setahun kemudian diduga membiarkan dirinya kelaparan hingga meninggal dunia.

Ia dicatat oleh Cleomedes dalam On the Circular Motions of the Celestial Bodies sebagai orang yang telah menghitung keliling Bumi pada sekitar tahun 240 SM, menggunakan metode trigonometri dan pengetahuan mengenai sudut kemiringan Matahari saat tengah hari di Alexandria dan Syene (sekarang Aswan, Mesir).

Eratosthenes dan keliling Bumi

Eratosthenes mengetahui bahwa pada saat titik musim panas pada siang lokal di kota Syene yang terletak di Tropic of Cancer, Matahari akan tampak di zenit, tepat di atas kepala. Ia juga mengetahui dari pengukuran bahwa di kampung halamannya, Alexandria, sudut kemiringan Matahari pada saat yang sama adalah 7,2° di selatan zenit. Dengan asumsi bahwa Alexandria berada di utara Syene ia menyimpulkan bahwa jarak dari Alexandria ke Syene adalah 7,2/360 dari total keliling Bumi. Jarak antara kedua kota tersebut diketahui dari para pedagang/pengelana sekitar 5000 stadia: sekitar 800 km. Dia mendapatkan angka akhir 700 stadia per derajat, yang berarti keliling Bumi adalah 252.000 stadia. Ukuran pasti dari stadion yang dia gunakan saat ini tidak lagi diketahui dengan pasti (ukuran stadion Attic sekitar 185 m), tetapi umumnya dipercaya bahwa keliling Bumi yang dihitung Eratosthenes adalah sekitar 39.690 km.

Meskipun metode Eratosthenes cukup baik, akurasi perhitungannya masih terbatas. Akurasi pengukuran Eratosthenes terkurangi oleh fakta bahwa Syene tidaklah tepat berada di Tropic of Cancer, tidak juga tepat berada di selatan Alexandria, dan Matahari sebetulnya adalah sebuah piringan yang berada pada suatu jarak tertentu dari Bumi dan bukan sebuah “sumber titik” pada jarak yang tak hingga. Sumber lain dari galat pengukurannya adalah: ketelitian tertinggi pengukuran sudut pada jaman itu hanyalah seperempat derajat, dan pengukuran jarak melalui perjalanan darat masih diragukan. Maka akurasi dari perhitungan Eratosthenes adalah mengejutkan, sebab keliling Bumi yang diukur melewati kutub-kutubnya saat ini diketahui berharga 40.008 km.

Percobaan Eratosthenes pada saat itu sangat dipandang, dan perkiraannya tentang ukuran Bumi diterima hingga ratusan tahun sesudahnya. Metodenya digunakan oleh Posidonius sekitar 150 tahun kemudian.

Karya lain sumbangan Eratosthenes lain meliputi :

  • Saringan Eratosthenes sebagai cara menemukan bilangan prima.
  • Kemungkinan, pengukuran jarak Matahari-Bumi, sekarang disebut sebagai satuan astronomi dan jarak Bulan.
  • Pengukuran inklinasi bidang ekliptika hingga mencapai ketelitian 7 menit busur.
  • Katalog bintang memuat 675 bintang (namun tidak terlestarikan).
  • Peta rute pelayaran di Sungai Nil hingga sejauh Khartoum.
  • Peta dunia yang diketahui saat itu, dari Kepulauan Britania hingga Srilangka, dan dari Laut Kaspia hingga Ethiopia. Hanya Hipparchus, Strabo, dan Ptolemy yang dapat membuat peta yang lebih akurat pada masa klasik dan post-klasik.
  • Sejumlah karya dalam teater dan etika.
  • Sebuah kalender dengan tahun kabisat, dimana dia berusaha menentukan sejumlah tanggal pasti dan hubungan dari berbagai macam event politik dan literatur pada masanya hingga ke masa Perang Troya.

Koleksi terpisah dari mitos-mitos langit jaman Helenistik disebut Catasterismi (Katasterismoi) dipertautkan kepada Eratosthenes; dipercaya bahwa hal ini dipertautkan sebagai pengakuan atas kredibilitasnya.

hipparchus.jpg

Hipparchus
Hipparchus (bahasa Yunani ππαρχος) (190 SM – 120 SM) adalah seorang astronom, ahli geografi, dan matematikawan Yunani kuno, pada jaman Helenistik.

Hipparchus dilahirkan di Nicea (sekarang Iznik, Turki), dan kemungkinan meninggal di Pulau Rhodes. Hipparchus dianggap sebagai astronom terbesar pada era klasik. Dia adalah orang pertama yang membangun model akurat dan kuantitatif gerakan Matahari dan Bulan. Untuk perkerjaan ini ia menggunakan hasil pengamatan dan pengetahuan yang telah dikumpulkan selama berabad-abad oleh bangsa Chaldea dari Babylonia. Ia juga yang pertama mengompilasi tabel trigonometri, yang membuatnya dapat memecahkan masalah-masalah segitiga. Dengan teori matahari dan bulan dan trigonometri numerik miliknya, ia berhasil membangun metode dalam memperkirakan gerhana matahari. Pencapaiannya yang lain termasuk penemuan presesi, kompilasi katalog bintang yang pertama, dan kemungkinan, pencipta astrolabe. Claudius Ptolemaeus, tiga abad kemudian sangat bergantung pada pekerjaan Hipparchus. Risalah astronomi Ptolemaeus ini selanjutnya malah menggantikan karya-karya Hipparchus. Meskipun Hipparchus menulis setidaknya 14 buku, hanya komentarnya pada puisi astronomis populer karya Aratus yang terselamatkan oleh para penyalin masa itu. Konsekuensinya kita hanya tahu sedikit mengenai kehidupan dan karya Hipparchus.

Kehidupan dan karyanya

Kebanyakan yang diketahui mengenai Hipparchus berasal dari pekerjaan Ptolemaeus pada abad ke-2 Masehi, yaitu Almagest, dengan referensi tambahan dari Pappus dari Alexandria dan Theon dari Alexandria (abad ke-4 Masehi) dalam komentar mereka terhadap Almagest. Karya Hipparcus juga diketahui dari Geographia karangan Strabo, dan dari Naturalis Historia karangan Pliny the Elder (abad ke-1).[1]

Riwayat pasti kehidupannya tidak diketahui, tetapi Ptolemaeus mempertalikan namanya dengan pengamatan-pengamatan astronomis dari 147 SM hingga 127 SM; walau diduga pengamatan telah dilakukannya lebih awal dari sekitar 162 SM. Tanggal kelahirannya (sekitar tahun 190 SM) dihitung oleh Delambre berdasar pada petunjuk-petunjuk dari pekerjaannya. Hipparchus haruslah sudah berkarya sebelum tahun 127 SM karena pada saat itu ia sudah menganalisis dan menerbitkan pengamatan terakhirnya.

Karya-karya utama Hipparchus telah hilang. Satu-satunya karya yang terselamatkan adalah Toon Aratou kai Eudoxou Fainomenoon exegesis (“Komentar pada Fenomena Eudoxus dan Aratus”). Ini adalah sebuah komentar kritis dalam dua buku mengenai puisi populer Aratus yang mendasarkan diri pada pekerjaan Eudoxus.[2] Hipparchus juga membuat daftar karya-karya besarnya, yakni berjumlah sekitar 14 buku, tetapi hanya diketahui pengarang-pengarang sesudahnya dari referensi-referensi. Katalog bintang miliknya yang terkenal kemungkinan digabungkan menjadi satu oleh Ptolemaeus. Diketahui bahwa ia juga membuat globe langit; sebuah tiruan dari tiruan karyanya adalah globe langit tertua yang ada menggambarkan rasi-rasi dengan cukup akurat.

Hipparchus dikenal sebagai perintis dan bapak astronomi. Ia dipercaya sebagai astronom pengamat Yunani kuno terbesar, dan banyak yang menggelarinya sebagai astronom terbesar era klasik, meskipun Cicero memberikan gelar ini pada Aristarchus dari Samos dan beberapa menganggap Ptolemaeus dari Alexandria.


ptolemaeus.jpg

Claudius Ptolemaeus
Claudius Ptolemaeus (bahasa Yunani: Κλαύδιος Πτολεμαος; 90 – 168), adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup pada jaman Helenistik di provinsi Romawi, Aegyptus.

Ptolomaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga diantaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Yang pertama adalah risalah astronomi yang dikenal sebagai Almagest (dalam bahasa Yunani Η μεγάλη Σύνταξις , “Risalah Besar”). Yang kedua adalah Geographia, yang merupakan diskusi teliti mengenai pengetahuan geografi Helenistik. Yang ketiga adalah risalah astrologi dikenal sebagai Tetrabiblos (“Empat buku”) dimana dia berusaha mengadaptasi astrologi horoskop ke filosofi alam Aristotelian. (Wk)

***

~ oleh hitamputihkita pada September 27, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: