Semua Tentang Cinta-1

 

 

BESARNYA KASIH BUNDA

Perlahan kau bangkit dari duduk tenangmu
Susah payah kau coba gerakkan kakunya sendi-sendi kakimu
Sepintas kulihat kau meringis menahan ngilu yang menyertai berdirimu
Meski limbung, sekuat tenaga kau coba langkahkan kakimu satu-satu

Kau hampiri diriku yang tengah terbaring lemah karena sakitku
Sudah seminggu ini semua tulang punggungku berasa remuk
Berbagai cara telah kutempuh tuk sekedar sembuhkan sakitku
Sesungguhnya aku tak mau melihat bundaku sedih karna sakitku

Di antara kerasnya usahamu tuk bisa duduk disampingku
Tak terasa airmata telah membanjiri pipiku, sedih melihat kondisimu
Meski coba kusangkal namun kenyataan harus bisa kuterima
Ternyata aku memang telah kehilangan tempat bermanja

Perlahan kurasakan sentuhan jemari lembutmu di punggungku
Walau sudah tak bertenaga, kau coba terus mengurut tulang punggungku
Meski tak berasa, aku pura-pura terus resapi setiap sentuhan jemarimu
Saat kau tanya apakah aku membaik? aku tersenyum dan anggukkan kepala

Bunda… maafkan anakmu yang telah berdusta
Aku tak mau buat hatimu terluka
Aku tahu, meski tubuhmu sudah melemah
Namun besarnya kasihmu melebihi segalanya

Janjiku buat bunda tercinta
Tak akan kubiarkan siapapun mengusik bahagiamu

I love U, Mom…

 

 

BERCENGKRAMA DENGAN KOTA KELAHIRAN

Malam ini dinginnya kotaku sama sekali tak kurasa

Meski sudah dini hari namun peluh terus basahi tubuhku

Apa sebenarnya yang terjadi dengan kota kecintaanku

Dimana dinginmu yang dulu selalu buatku menggigil

Sepuluh tahun yang lalu kamu tak seperti ini

Dingin malammu selalu sanggup buatku rindu

Mungkinkah kini kau telah terkontaminasi ibu kota

Yang selalu didambakan semua calon penghuni neraka

Kotaku bicaralah padaku apa yang mengganggumu

Ungkapkan padaku apa sebenarnya yang engkau mau

Berhentilah kau sembunyikan dinginmu padaku

Bandung… aku begitu rindukan engkau yang dulu

 

 

 

RINDUKU PADA SAHABAT

Tuk kesekian kalinya jantungku kembali berdegup tak menentu

Rasa kecewa, marah dan sedih beradu dalam benakku

Sesak dada ini seketika menahan ledakan yang tak kunjung terluapkan

Dan seperti biasa… akhirnya semua rasa ini kembali harus kutelan sendiri

Sahabat… dimanakah gerangan kalian berada?

Saat seperti ini aku sangat rindu untuk berbagi cerita

Bukankah dulu kalian selalu lapang menampung segala kisahku

Mengapa kini kalian seakan sembunyi dibalik lajunya sang waktu

Ingin rasanya aku membantah semua praduga yang menghimpit logika

Dan menyangkal kemungkinan pahit yang mengintai titian takdir hidupku

Satu yang pasti… Sejak dulu setiap dari kita memiliki gaya yang berbeda

Tapi apakah visi dan misi hidup kita juga sekarang sudah tidak sama?

Sahabat… demikian hebatnya rinduku pada kebersamaan kita dulu

Kalian selalu mampu mendengarkan lagu didalam hatiku

Dan selalu menyanyikan kembali tatkala aku lupa akan bait-baitnya

Sejujurnya… aku tak pernah siap kehilangan sosok seperti kalian

* Sahabat sejati adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita dari segala kealfaan diri.

 

 

 

SURAT BERDARAH

Malam itu, hujan lebat mengguyur kota dinginku

Bersama kilatan cahaya, gelegar petir pecahkan sepinya malam

Malam itu, dua sahabatku menghembuskan nafas terakhirnya

Seiring kepergian mereka, aku terdiam menahan geram

Kepalan tangan dan gemeletuknya rahang, tak bisa ku tahan

Serentak aku berlari kencang menembus lebatnya hujan

Diantara derasnya hujan, aku berteriak lepaskan kegetiran

Sahabat… kepergian kalian adalah mutlak akibat kesalahanku

Aku tak bisa menjaga amanat yang telah kalian berikan

Karena kelalaian dan kebodohanku nyawa kalian jadi taruhan

Sore tadi kalian berniat tuk akhiri hubungan, yang sudah terlanjur salah

Akibat kelalaianku surat darimu malah sampai ke tangan kekasihnya

Satu jam yang lalu dua buah peluru tlah tembus dada dan kepala kalian

Malam itu bukan hanya hubungan kalian saja yang

*Dalam menjalin suatu hubungan, jangan pernah sekalipun untuk berikrar sehidup semati.

 

 

*** Created by Jupiter ***

~ oleh hitamputihkita pada September 20, 2007.

3 Tanggapan to “Semua Tentang Cinta-1”

  1. Wah….bagus tulisan2nya. Bakat nulis yach..?!

  2. aq tersentuh bgt bca besar nya kasih bunda…
    aq msh pengen ngerasain nya tpi bunda telah pergi dri qu.

  3. I can’t say anything….
    sweetest…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: