Semua Tentang Cinta-2


JANJI BUAT YANG TERSAYANG


Beribu cobaan kehidupan tlah kau kecap
Berjuta kebimbangan masa depan kini mengintai
Kau terdiam ditengah kebingungan tentukan pilihan
Kau terjerat dalam kebimbangan datangnya masa depan

Kini aku datang membawa sebuah penganan kebahagiaan
Kan ku isi mangkuk kehidupanmu dengan kasih sayang
Kan kupenuhi gelas masa depanmu dengan harapan
Aku akan selalu membimbingmu menuju ruang kedamaian

Itulah janji yang bisa kupersembahkan
Tuk dirimu yang sangat kusayang
Bersamaku kan kau temukan kebahagiaan
Disampingku kan kau dapatkan kedamaian

Tak usah lagi kau ragukan ketulusanku
Tak perlu lagi kau berada dipersimpangan
Genggam erat suguhan mangkuk kasihku
Kebahagiaan akan segera baluri sukmamu

HADIRMU TAK PERNAH KU TAHU

Satu jam sudah aku menatap koleksi photo kenangan

Biasanya dari situ kutemukan berbagai cerita

Namun malam ini sungguh lain dari biasa

Satu kalimat pun tak sanggup aku rangkai

Satu jam sudah ku dengar berbagai alunan melodi

Biasanya lewat rangkaian liriknya kudapatkan kata

Tapi kali ini imajinasiku tetap tak terbangkitkan

Lembaran putih dihadapan tetap tak ternoda

Tiga gelas kopi telah habis ku teguk

Puntung rokok pun telah penuhi asbakku

Tetap aku hanya terdiam menatap photoku

Dan masih tak bergeming mendengar musikku

Entah mulai kapan kau menghampiriku

Tanpa sadar hamparan putihku telah kau isi

Dengan lancar kata demi kata terangkai lagi

Dan ini semua telah wakili jerit kepenatanku

Di ambang batas keputusasaan

Tiba-tiba kau datang dengan membawa lentera

Kau penuhi gelap hatiku dengan ceriamu

Kau hangatkan dingin jiwaku dengan candamu

Kini aku telah bisa bangkit lagi

Hadirmu sanggup alirkan bekunya darahku

Pesonamu tlah penuhi kosongnya kalbuku

Tekadku kan ku jadikan kau cahaya hatiku

 

KETIKA RAGA TAK BERDAYA

Menatap awan yang berarak

Sepintas hanya nampak gumpalan putih semata

Tak terlihat satupun yang istimewa

Begitu kucermati mereka ternyata sangat menarik

Mereka terlihat seperti bernyawa

Gumpalan awan putih perlahan saling mendekatkan diri

Lambat laun mereka mulai bersatu

Menjadi hamparan putih yang sangat memukauku

Sedetik kemudian sekelompok gumpalan hitam datang

Bagai pasukan perang mereka ramai rasuki putihmu

Sesaat kemudian hamparan putihmu hilang dari pandangan

Berganti gumpalan hitam yang sangat menakutkan

Gumpalan hitam bersiap tuk segera serang lawan

Diawali gelegar dan kilatan cahaya nan menyilaukan

Mereka langsung menggempur tanpa memberi ampun

Sesaat kehidupan menjadi lumpuh tanpa ada perlawanan

Semburan peluru yang dihamburkannya serentak buatku sadar

Aku langsung lari tunggang langgang mencari perlindungan

Namun terlambat…seluruh tubuhku sudah terlanjur kuyup

Tuhan…gelegar amarahmu sungguh membuat ciut nyaliku

Dalam gemetar kuputar pandanganku tuk melihat sekitar

Diantara derasnya hujan… sepintas kulihat bayang dirimu

Kau berjalan perlahan mencoba tuk tembus ganasnya alam

Ringkihnya tubuh sama sekali tak kau perdulikan

Samar kulihat kau mulai menggigil menahan desakan dahaga yang menyerang

Perlahan tanganmu mulai menggapai mencoba memohon pertolongan

Ku coba langkahkan kaki dan ulurkan tangan tuk sambut gapai tanganmu

Namun dinginnya alam tlah sanggup kakukan semua sendi disekujur tubuhku

Aku tak bisa bergerak! Aku tak bisa berbuat apa-apa!

Sementara dibelakangmu kulihat ada yang mengejar

Aku hanya bisa diam! Aku tak bisa berikan perlawanan!

Tuhan…beri aku kekuatan tuk bisa berikan perlindungan

* Love indeed is the difficult thing for understood and for passed

 

* True love is a plant of slow growth and must undergo and with stand the shocks of adversity

 

BERTAHANLAH SAYANG….
Terali itu kembali merampas ceria kita
Kita selalu meradang hadapi kenyataan
Tapi kita tidak boleh menyerah pasrah
Sandiwara waktu memang harus segera dipatahkan
Tak kan kubiarkan asa kita binasa lagi
Kan kutunjukan pada dunia kalau aku bisa
Dan aku pasti mampu taklukan galaunya rasa
Kan kusingkirkan segala rintangan yang ada
Sementara… biarkan sang Norma terus terbahak
Saksikan kemalangan yang memang harus kita telan
Namun kita tak boleh sembarang tabuh genderang
Sebab ancaman kehilangan telah dengan jelas mengintai
Sabar sayang…. bertahanlah pada serangannya sebentar
Kita harus hadapi semua tantangan ini dengan tenang
Biarlah mereka tergelak dengan segala kuasanya
Terang itu kan segera tumpas segala pekat yang menghadang
Kita harus yakin… tak lama lagi saat itu akan segera datang
Terompet kemenangan akan segera berkumandang
Dan lengkingnya kan hantarkan kita pada kebahagiaan yang nyata
Saat itu kan kutaburi jiwamu dengan limpahan kasih sayang

* Love make the weak man become strong and the strong man become weak
* Love isn’t the base of happinnes, but without love is the best of sadness

 

REALITA VS NORMA
Malam ini entah mengapa
Tiba-tiba aku merasakan kerinduan
Yang teramat sangat pada dia
Ingin sekali aku mendengar suara manjanya
Ingin sekali aku melihat manis senyumnya
Dan ingin sekali aku menatap kilau matanya
Berseruku dalam pilu…
Bernyanyiku dalam sepi….
Berteriakku dalam penat…
Realita… oh realita… kenapa kau seolah hanya menjadi fatamorgana
Norma… oh norma… sampai kapan hadirmu kan batasi langkahku

KETIKA PENAT MENYAPA JIWA
Mencari sesuatu yang tak ku tahu pasti
Laksana mengayuh dayung yang tak berperahu
Menunggu sesuatu yang tak ku yakin ada
Bagaikan berlabuh di lautan yang tak berpulau
Apa sebetulnya yang terjadi pada diriku
Begitu penatnya jiwaku kali ini
Kucoba tuk tenangkan pikirku
Namun galaunya hati tak kenal kompromi
Aku bahkan semakin terpuruk
Kedalam lingkaran tanda tanya kehidupan
Harus kemana lagi kulangkahkan kakiku
Yang mulai tertatih dan kehilangan arah ini
Entah harus berapa lama lagi waktu yang mesti kubuang
Tuk sekedar mencari tahu apa yang menjadi mauku
Pencarianku tetap saja tak temukan titik terang
Bilakah kan ada yang bisa mendengar jeritan hatiku…
Ingin rasanya aku berteriak hingga serak
Ingin rasanya aku merintih, menangis bahkan menjerit
Tuk bebaskan sukmaku dari jeruji pengap yang tak pernah lekang
Mencengkram, menghujam hingga buat luka dihatiku meradang
Meski mulai limbung, langkahku tak boleh terhenti
Segala kegetiran hidup harus bisa kulewati
Tak kan kubiarkan semangatku menjadi berkarat
Aku kan terus melangkah, meski darah mulai basahi tanah
Biarlah kedewasaan,cinta bahkan ketenangan hidup tetap menjadi misteri

TERPURUK LAGI

Saat kalut menyergap kalbu
Langkahku serentak menjadi kaku
Bibir membisu, lidahku kelu
Mendungpun kembali merebak penuhi sukmaku
Saat seperti ini entah apa yang kumau
Segala lakuku menjadi tak tentu
Kucoba diam tuk sekedar cari tahu mauku
Namun yang terjadi kelopakku semakin bergelayut
Kucoba berontak tuk lepaskan penatku
Namun semua sendiku seakan terpaku didinding berbatu
Saat seperti ini adakah yang membantu
Sahabat… hadirmu hanya kitari riangku
Terpuruk lagi aku dalam kesendirian
Mencoba bertahan walau hati semakin meradang
Terjebak lagi aku dalam kegalauan
Meredam perihnya luka yang kembali terkoyak dalam

BILAKAH CERIA KITA KAN SEPERTI DULU
Satu kesalahan tak sengaja kita reka
Tak sangka bakal ciptakan petaka
Bukan salahmu, bukan pula salahku
Mungkin memang keadaan yg tak berpihak
Satu kekeliruan tak sengaja memicu
Lajunya detak pada bom waktu
Aku dan kamu meratap pilu
Saksikan raga terbujur kaku
Kembali tersungkur aku dalam sendu
Bekunya hati hapuskan ceriaku
Meski kutahu semua ini kan berlaku
Namun tak kukira bakal sesingkat itu
Hebatnya rindu sesakkan jiwa
Coba menepis segala penyakit kalbu
Semoga sang waktu tak enggan menunggu
Berpadunya kembali ceriaku dan ceriamu

 

KETIKA RASA DAN LOGIKA TAK SAMA

Dalam sendiri kuresapi aliran di hati

Berdesir bak semilir angin di pesisir

Bergelombang laksana ombak yang sedang pasang

Mengapa rasa dan logika selalu tak pernah sama

Dalam diam kunikmati geliat di jiwa

Mengerang bak raja rimba yang sedang lapar

Bergolak layaknya letupan lahar di kawah nan panas

Mungkinkah ini yang dinamakan cinta buta

Selalu ingin ikuti hasrat yang ada

Meski derita terbayang jelas di depan mata

Walau asa selalu terancam kan hadapi binasa

Tak pernah jera tuk mencoba yang berbeda

Mengapa norma selalu batasi ruang kita

Ingin rasanya aku langgar… Ingin rasanya aku terjang

Namun jernihnya logika selalu melarang

Bilakah damainya jiwa kan selalu teraniaya

 

DUSTAKU PADA DUNIA

Pedihku selalu jalari hati

Senyumku selalu hiasi raut

Kutebar suka tuk sembunyikan duka

Kubilang bahagia sebenarnya sengsara

Biarlah mereka melihat

Tak perlu mereka merasakan

Sesaknya dada menghimpit sukma

Segala yang ada di jiwa hanya aku yang rasa

Tuk kesekian kalinya penat kembali matikan langkah

Hampa… entah sampai kapan rasa ini kan terus menyapa

Bekunya rindu selimuti kalbu, sesakan jiwa menikam rasa

Bilakah cinta dan kedamaian hidup, tetap menjadi misteri?

*** Created by Jupiter ***

~ oleh hitamputihkita pada September 20, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: