Kisah Dewi Bulan dan Dewi Pajar

•Januari 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Luna (Selene)

Luna, dewi bulan yang pucat, tiap malam melintasi angkasa dari istana emasnya di timur dengan mengendarai keretanya yang dihela dua ekor sapi jantan bertanduk sabit. Dia memberikan cahayanya yang lembut keperakan bagi bumi di malam hari. Dalam perjalanan dia selalu disertai bintang-bintang yang dipimpin oleh Vesper, Bintang Senja. Kala fajar menyingsing, bersama mereka dia akan menuju ke Sungai Ocean di sebelah barat dan kembali ke istananya di timur dengan mengendarai perahu.

Di wajah Luna yang cantik dan murni selalu membayang kabut duka. Konon suatu malam, saat dia sedang menjalankan tugasnya menerangi bumi, dia berjumpa seorang pemuda gembala yang tampan bernama Endymion di Gunung Latmos. Luna jatuh cinta pada Endymion. Namun sayang Endymion yang dianugerahi keabadian oleh Jupiter juga memohon agar diizinkan tidur selamanya. Maka dia tak akan pernah terbangun oleh sentuhan lembut jemari Luna yang membelai wajahnya untuk mengatakan pada Luna bahwa dia juga mencintainya.

Luna dilukiskan sebagai wanita cantik bergaun dan berkerudung keperakan, wajahnya pucat oleh duka.

Aurora (Eos)

Aurora adalah dewi fajar keemasan yang berjari-jari merah bagai mawar.

Tiap pagi, saat Luna hampir menuntaskan perjalanannya, Aurora akan membuka gerbang istana emasnya di timur lalu terbang dengan sayap-sayapnya yang bercahaya redup namun makin lama makin terang, diikuti oleh Lucifer, Bintang Fajar, melintasi angkasa dari timur ke barat sambil menghalau bintang-bintang memasuki Sungai Ocean, kecuali rasi Ursa Mayor dan Minor yang tak pernah tenggelam dan terbit di ufuk saat fajar menyingsing maupun senja menjelang. Aurora membawa sekendi air dingin dalam perjalanannya dan memercikkan air tersebut ke atas permukaan rerumputan, dedaunan, dan bunga-bunga sebagai embun pagi.

Meski menikah dengan Aeolus, dewa angin, Aurora juga menjalin cinta dengan Orion. Orion adalah seorang pemburu bangsa Boetia yang tampan dan perkasa. Ketika menjalin cinta dengan Aurora, Orion pernah sesumbar akan memusnahkan semua hewan buas di muka bumi dan mempersembahkannya bagi Aurora.

Apollo yang mendengar hal tersebut kemudian mengirim seekor kalajengking raksasa untuk membunuh Orion. Aurora memohon bantuan Diana agar menyelamatkan Orion. Diana yang menyanyangi Orion sebagai sesama pemburu bersedia menyelamatkan Orion. Pada saat Orion sedang dikejar-kejar oleh kalajengking raksasa tersebut, Diana bersiap-siap membidikkan panahnya untuk membunuh kalajengking tersebut. Tiba-tiba Apollo muncul dan mengaburkan pandangan Diana sehingga anak panahnya meleset, justru mengenai Orion yang tewas seketika.

Diana yang berduka karena tak dapat menepati janjinya pada Aurora kemudian menempatkan Orion di angkasa sebagai rasi bintang Orion, sedangkan kalajengking rakasasa tersebut oleh Apollo juga ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Scorpio dalam posisi sedang memburu Orion.

Selain Orion, Aurora juga pernah menjalin cinta dengan Tithonus, putra Raja Laomedon dari Troy. Tithonus yang mencintai Aurora selalu bangun saat fajar merekah untuk menyaksikan kekasihnya tersebut menjalankan tugasnya mengumumkan kepada bumi bahwa sebentar lagi matahari akan kembali memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi.

Dari hasil hubungan mereka lahirlah seorang putra bernama Memnon. Sayang sekali saat Jupiter menganugerahkan keabadian bagi Tithonus, Aurora lupa memohon kemudaan abadi bagi kekasihnya tersebut, sehingga seiring berjalannya waktu Tithonus menjadi renta sementara ajalnya tak kunjung tiba. Akhirnya karena iba melihat Tithonus yang telah semakin lemah dalam kerentaannya, Aurora mengubahnya menjadi belalang, makhluk yang selalu bangun di saat fajar menyingsing.

Aurora dilukiskan sebagai wanita jelita berambut keemasan dengan jari-jari yang berwarna kemerahan bagai mawar serta bersayap.

(Sumber; The Golden Age of Classical Myths/hpk doc/Jan/08)

Meneguhkan Kemarahan Impresif – Robby H. Abror

•Januari 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sepanjang sejarah hidup manusia, kemarahan merupakan sifat yang inheren dalam dirinya. Kemarahan seringkali menjadi masalah jika tak terkendali dan berdampak buruk. Apalagi jika kemarahan menjadi masalah bagi orang-orang penting atau terdekat kita. Sesuatu yang sebenarnya tidak kita kehendaki, tetapi akhirnya memaksa untuk menanganinya juga.

Kemarahan sesungguhnya adalah sebentuk emosi yang sangat manusiawi yang berkolaborasi dengan nafsu sehingga bisa berdampak positif atau negatif. Kemarahan dapat memproduksi energi positif untuk meluruskan kesalahan, memperjuangkan kebenaran atau mengangkat isu-isu penting dalam hubungan seseorang yang sangat pribadi. Tidak heran bila sesuatu yang dilakukan ketika marah akan sangat menentukan apakah kemarahan itu merupakan sumber energi yang produktif atau sebaliknya, merupakan sumber ketegangan dan konflik dalam kehidupan seseorang. Tetapi yang jelas, kemarahan umumnya menjadi masalah.

Pada kenyataannya, kemarahan seringkali datang secara mendadak dan meniadakan begitu saja kemungkinan untuk bisa mengendalikannya. Kemarahan selalu terejawantahkan disebabkan adanya pemicu, pikiran yang berkecamuk, ekspresi, pasif-agresif, serta perasaan gaduh.

Proyek manajemen kemarahan Robert Nay yang tertuang secara brilian dalam buku ini menuturkan bahwa seseorang perlu mengenali kelima penyebab tersebut yang terakumulasi dalam fisiologi kemarahan. Ada tanda dan gejala kemarahan yang memungkinkan kita untuk mempelajari dan menemukan faktor kemarahan dalam diri kita. Kita bisa mendeteksi detak jantung dan perubahan tekanan darah, laju pernapasan yang meningkat, respons lambung dan darah, respons otot-otot tubuh, perubahan temperatur kulit, indra yang menajam serta perubahan kimiawi darah dan adrenalin.

Pusparagam bentuk fisiologis kemarahan itu dapat memudahkan kita untuk mengidentifikasi karakter kemarahan melalui multiwajah kemarahan. Misalnya sarkasme, wajah kemarahan tampak dari cara orang melontarkan “banyolan” atau sindiran yang menyakitkan orang lain; membuka aib seseorang di hadapan orang lain atau mempermalukannya di depan umum; mengeraskan suara dan sikap yang dapat membuat orang muak atau tidak senang.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, terkadang kita sulit membedakan antara berkelakar dan mengolok-olok. Hanya sejumput orang saja yang sangat mahir mengombinasikan kecerdasan dan sindiran tajam sebagai suatu cara melepaskan kemarahan lewat sebuah manuver intelektual. Oleh karenanya, jika menjadi salah satu korban sarkasme, kita mungkin terluka, tetapi tidak tahu cara menafsirkan ucapan yang telah ditujukan kepada kita atau bagaimana menanggapinya. Memang kita bisa saja merasa bahwa kitalah yang memiliki masalah karena tidak cukup memiliki selera humor atau karena kita ternyata gampang tersinggung.

Setiap bentuk sarkasme tak perlu direspons secara berlebihan, tetapi yang sebaiknya dipilih jalan untuk memuntahkan kemarahan secara lebih bermakna. Lewat risetnya yang cerdas dan jeli, penulis memaparkan perlunya manajemen kemarahan. Kita perlu memahami dan mengenali kemarahan dengan cara belajar mengidentifikasi apakah kemarahan itu merupakan masalah bagi kita dan orang lain.

Kemudian bersiap-siaplah menghadapi pemicu kemarahan yang merangsang kemarahan. Menyadari kemarahan sejak dini dan berusaha meredakan gejolak. Mengubah berbagai pikiran yang memperparah kemarahan. Tetap bersikap tenang dalam situasi panas. Dan akhirnya, mempertahankan perilaku baru untuk menghadapi rintangan yang menghadang.

Sebenarnya memang bukan soal mudah untuk mengelola dan membangun kebiasaan marah yang baru. Tetapi, paling tidak, kita bisa memahami dari faktor penyulut kemarahan. Misalnya, mungkin kita pernah mengalami kondisi fisik yang sudah tidak sanggup menjalankan tugas dengan baik yang bisa saja membuat kita marah. Atau ketika pekerjaan kurang memuaskan. Atau ketika kita menyaksikan orang lain yang bertingkah laku kurang sopan, kurang terpelajar, dan gayanya memuakkan. Atau saat kita melihat orang lain tidak bisa berlaku adil, gagal menghargai pekerjaan atau mendapat imbalan yang tidak setimpal. Banyak faktor yang bisa memicu kemarahan.

Banyak cara bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan marah yang baru. Kata pepatah, bisa karena biasa. Selalu berlatih untuk mengucapkan selamat tinggal pada wajah kemarahan yang lama. Anggaplah bahwa kemarahan tak ada bedanya dengan beratnya beban masalah di atas punggung. Jadi, segera buang jauh-jauh beban berat itu dengan cara belajar marah dalam keadaan sadar diri serta memahami betul risiko yang ditimbulkannya.

Kemarahan yang ditumpahkan dengan penuh makna secara produktif dapat membentuk aura kejiwaan yang lebih mencerahkan yang pada gilirannya menggiring kepribadian seseorang pada kondisi yang lebih tersanjung dan terhormat. Sebaliknya, kemarahan yang membuncah diatapi nirkesadaran dan nihil perasaan justru bisa menghancurkan persahabatan dan keharmonisan keluarga.

Oleh sebab itu, agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan orang-orang terdekat, kita perlu membangun kebiasaaan marah yang baru. Saat di mana kemarahan kita arahkan untuk menghalau kemungkaran demi kebenaran dan perjuangan hak. Di situlah terpatri momentum peneguhan moralitas kemarahan secara positif, estetis, dan impresif. Maka, tidak berlebihan jika buku ini akan dapat mengantarkan kemarahan seseorang menjadi lebih bermakna. Semoga! (*)

Judul Buku : Mengelola Kemarahan: Terampil Menangani Konflik, Melanggengkan Hubungan, dan Mengekspresikan Diri Tanpa Lepas Kendali
Penulis : W. Robert Nay, Ph.D.
Penerjemah : Leinovar Bahfein
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : I, Januari 2007
Tebal : 398 halaman

*) Robby H. Abror, Staf Pengajar Ilmu Filsafat, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta

PUISI – HUJAN

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

H U J A N

Menatap awan yang berarak
Sepintas hanya nampak gumpalan putih semata
Tak terlihat satupun yang istimewa
Begitu kucermati mereka ternyata sangat menarik

Mereka terlihat seperti bernyawa
Gumpalan awan putih perlahan saling mendekatkan diri
Lambat laun mereka mulai bersatu
Menjadi hamparan putih yang sangat memukau

Sedetik kemudian sekelompok gumpalan hitam datang
Bagai pasukan perang mereka ramai rasuki putihmu
Sesaat kemudian hamparan putihmu hilang dari pandangan
Berganti gumpalan hitam yang sangat menakutkan

Gumpalan hitam bersiap tuk segera serang lawan
Diawali gelegar dan kilatan cahaya nan menyilaukan
Mereka langsung menggempur tanpa memberi ampun
Sesaat kehidupan menjadi lumpuh tanpa ada perlawanan

Semburan peluru yang dihamburkannya serentak membuatku sadar
Aku langsung lari tunggang langgang mencari perlindungan
Namun terlambat…
Seluruh tubuhku sudah terlanjur kuyup

(Jupiter poems collection)

The Golden Age of Classical Myths – Part. 6

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ceres (Demeter)
Ceres adalah dewi pertanian, putri Saturn dan Cybele, dan istri Jupiter. Ketika Jupiter naik tahta Olympus, kehancuran akibat perang melawan para titan selama sepuluh tahun terjadi di mana-mana. Bumi tak lagi ditumbuhi tanaman sehingga kelaparan merajalela.

Tersentuh oleh penderitaan umat manusia, Ceres kemudian mohon pada Jupiter agar diizinkan menumbuhkan lagi tanaman yang memberi pangan kepada umat manusia dan memeliharanya. Jupiter mengizinkannya, maka sejak saat itu Ceres menjadi dewi pertanian.

Perkawinannya dengan Jupiter memberinya seorang putri, yaitu Proserpine yang diculik oleh Pluto menjadi permaisurinya di Hades.

Ceres sangat berduka kehilangan putrinya sehingga menolak menumbuhkan tanaman pangan lagi. Akibatnya sekali lagi bencana kelaparan mengancam. Akhirnya Jupiter memutuskan agar Proserpine kembali pada ibunya dengan syarat Proserpine belum memakan sesuatu yang berasal dari Hades. Ternyata Proserpine telah memakan enam butir delima, maka dia hanya boleh kembali pada ibunya selama enam bulan dalam setahun.

Pada saat Proserpine kembali padanya, Ceres bersukacita sehingga bersedia menumbuhkan tanaman pangan bagi umat manusia (yaitu musim semi dan panas). Tetapi pada saat Proserpine harus kembali ke Hades, Ceres berduka sehingga tanaman pangan tidak tumbuh (saat inilah musim gugur dan dingin menjelang). Konon upacara pemberkatan lilin yang diadakan Gereja Katolik berasal dari kebiasaan Romawi Kuno yang memasang lilin selama musim dingin untuk memperingati Ceres mencari putrinya yang diculik oleh Pluto.

Tugas Ceres berat namun mulia, yakni memelihara kelangsungan hidup umat manusia di dunia. Oleh karena itu hukuman berat akan menimpa barang siapa yang berani menghina dan menentangnya. Erisichthon, seorang raja yang meremehkan Ceres dengan menebang pohon oak kesayangannya dihukumnya dengan mengirimkan Kelaparan, putri Nox, pada Erisichthon, sehingga dia menderita kelaparan selalu sampai akhirnya mati karena memakan tubuhnya sendiri.

Ceres dilukiskan sebagai seorang wanita keibuan yang bermahkotakan rangkaian bulir-bulir gandum keemasan di atas kepalanya dan menggenggam setangkai padi di tangannya. Jali dan tanaman pangan lainnya dipersembahkan baginya dalam upacara-upacara di kota sucinya, Eleusis. Konon dalam pengembaraannya mencari Proserpine, Ceres pernah singgah di kota yang diperintah oleh Celeus beserta istrinya, Metaneira, tersebut dan diterima dengan ramah. Oleh karena itu dia mengajarkan cara bercocok tanam yang baik pada Triptolemus, putra Celeus, agar diajarkan pada seluruh umat manusia.

Vesta (Hestia)


Vesta adalah putri Saturn dan Cybele, saudari sulung Jupiter, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Dia adalah dewi perapian dan kehangatan keluarga.

Tak ada kisah menakjubkan mengenai dirinya. Tak ada pengalaman mengesankan yang dialaminya tercatat dalam mitologi. Namun demikian dia menjadi dewi yang paling dicintai umat manusia. Keinginannya sederhana, yaitu menjaga dan memelihara kehangatan hati dalam keluarga. Altarnya yang disebut pritaneion selalu ada dalam tiap rumah, yaitu perapian keluarga. Apabila manusia mempersembahkan korban pada dewa-dewi namanyalah yang pertama kali terucap di bibir. Apabila suatu keluarga meninggalkan pemukiman yang lama untuk menetap di tempat yang baru, maka api dari pritaneion yang lama akan dinyalakan di pritaneion yang baru.

Seperti Minerva dan Diana, Vesta juga merupakan dewi yang tetap perawan. Oleh karena itu pendeta wanita yang melayani di kuilnya juga harus perawan seperti pendeta wanita Minerva dan Diana. Mereka disebut vestalia. Seorang vestalia harus menjaga keperawanannya sampai masa pelayanannya selesai. Konon karena hal inilah Rhea Sylvia yang melahirkan Remus dan Romulus, pendiri Roma, dihukum bakar karena mengandung anak dari Mars. (hpk/doc)

to be continued…

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/hpk doc/Dec/07)

Watak berdasarkan tanggal lahir_January

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

WATAK BERDASARKAN TANGGAL LAHIR

1 Januari
Mudah tersinggung perasaannya, pemikirannya cerdas dan manis budi bahasanya dan memiliki sifat-sifat aneh dan ada kemungkinan mengembara. Karena sifatnya yang murah hati dan kalau kurang waspada mudah menjadi korban penipuan.

2 Januari
Mudah menjadi tegang, suka melamun, perasaannya peka dan idealis serta kadang-kadang bersifat melankolik (gampang merasa sedih atau bermuram durja). Dalam bidang pekerjaan yang legal atau halal bisa mencapai sukses.

3 Januari
Cerdik pandai, mudah tersinggung dan mudah naik darah karena terpengaruh oleh perasaannya yang sangat peka, suka mengkritik dan bersifat artistik, artinya suka akan kesenian atau hal-hal yang bersifat seni. Sesekali bisa tertipu.

4 Januari
Berpikiran tajam dan banyak inisiatifnya, suka menyelidiki segala sesuatu dengan teliti. Dalam bidang asamara bisa tidak beruntung dan bisa mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan serta harus berhati-hati terhadap musuh dalam selimut.

5 Januari
Memiliki inteligensi cukup tinggi, pandai menganalisa segala sesuatu, bisa memperoleh kehormatan dan penghargaan dan bisa sukses dalam karir kemiliteran dan dalam bidang Angkatan Laut.

6 Januari
Sangat aktif dan penuh kegiatan, welas kasih dan penuh semangat dalam melakukan segala macam pekerjaan. Bisa sukses dalam bidang usaha dagang sebab ulet dan sabar dalam menanti hasil yang diharapkan.

7 Januari
Gerak-geriknya cepat, otaknya jernih dan ambisius, bragasan dan mudah sekali tersinggung, suka mengecam orang tanpa khawatir akan akibatnya.

8 Januari
Cerdas, tangkas, materialistis, sering cerewet, mau menang sendiri dan keras kepala serta semangat berjuangnya tinggi dalam menempuh penghidupan.

9 Januari
Tindak tanduknya sangat berhati-hati, suka menaruh curiga atau berprasangka, tidak suka bergurau dan berangan-angan hidup bebas serta tidak mau bergantung pada orang lain dan oleh kecerdikannya mereka bisa mencapai sukses tetapi kurang beruntung dalam bidang percintaan.

10 Januari
Agak ambisius, suka mengejar kedudukan dan kehormatan, pandangannya luas dan sering tepat mengenai sasaran sehingga bisa terkenal dan dihormati serta pandai mengatur organisasi.

11 Januari
Gemar belajar, sangat pandai, ulet dan teladan dalam menuntut ilmu sehingga bisa menjadi seorang sarjana yang ahli. ..

12 Januari
Biasanya berhati-hati, tenang, teliti dan banyak segan tetapi bicaranya sungguh-sungguh serta mengenal disiplin sehingga bisa sukses dalam mencapai kedudukan terhormat.

13 Januari
Cerdas dan sangat kuat pemusatan pikirannya. Dalam menuntut ilmu yang disukainya, ia bisa bersungguh-sungguh. Jika bekerja di lingkungan pemerintahan, maka bisa berhasil.

14 Januari
Memiliki pembawaan yang baik, cerdas, pikirannya asli, bisa menguasai ilmu kebatinan yang tinggi, sayangnya mereka agak malas dan suka acuh tak acuh meskipun selalu berhati-hati dalam setiap langkah yang dilakukannya.

15 Januari
Agak pandai, memiliki penglihatan luas, dalam menempuh penghidupan bisa memperoleh penolong-penolong baik yang akan mengangkat kehormatan dirinya.Sayangnya kesehatannya kurang baik.

16 Januari
Sangat aktif, sifatnya mudah tersinggung, suka bermuram durja, kurang memperhatikan keadaan jasmaninya dan memiliki kecenderungan untuk berkelana jauh dari tempat kelahirannya.

17 Januari
Sangat sukar untuk dirawat karena badannya lemah sehingga memerlukan banyak perhatian, memiliki otak yang cukup terang sehingga mudah memahami apa saja yang dipelajarinya dan gemar akan seni musik dan segala sesuatu yang bersifat artistik.

18 Januari
Meskipun tampak lemah-lembut tetapi kemauannya besar, murah hati, suka berkorban, senang bergotong royong, artistik dan musikal serta pandai dan cakap di berbagai bidang.

19 Januari
Memiliki firasat yang tajam dan luar biasa pandai, bisa berhasil gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan dan umumnya bergaul di kalangan orang-orang cerdik pandai.

20 Januari
Pandai berdiplomasi, panjang akal dan berani, artistik dan musikal serta bisa sukses di bidang politik dan ketatanegaraan.

21 Januari
Pada umumnya bersemangat, cerdik, gagah berani, suka sekali mengejar ilmu pengetahuan yang luas, bisa memperoleh kemajuan berkat dukungan orang-orang yang berpengaruh, tetapi dalam kisah-kisah cinta bisa mengalami keadaan bahaya yang merugikan dan mengecewakan.

22 Januari
Memiliki sifat ramah tamah, simpatik, berakal, banyak disukai orang, bisa tertarik pada politik dan masalah sosial dan bisa sukses berkat bantuan orang-orang yang lebih tua serta bisa mengalami perkawinan yang bahagia dan sejahtera.

23 Januari
Baik, ramah, dermawan dan sangat aktif tetapi kadangkala murung. Ia bisa memperoleh keuntungan tanpa diduga.

24 Januari Memiliki firasat yang tajam, agak pemalu dan banyak segan serta tidak mudah mempercayai orang sebab sering menaruh prasangka terhadap orang lain.

25 Januari
Emosional, suka gugup, tampaknya sibuk saja bergerak kian kemari, memiliki kemauan yang keras, ulet dan berani menghadapi segala kemungkinan.

26 Januari
Ingin hidup bebas dan tidak mau di bawah perintah orang lain. Dalam hal kepercayaan ia memegang teguh peraturan dan ia bisa berhasil dari banyak berkelana.

27 Januari
Amat pandai menyesuaikan diri dengan kalangan apapun, artistik, musikal, suka akan kesusasteraan, ia mampu menguasai filsafat dan kebatinan serta bisa sukses dalam dunia karang-mengarang.

28 Januari Suka akan pemandangan yang indah, tenang, keras kepala, bakatnya ditujukan pada ilmu pengetahuan, kesenian dan karang-mengarang atau karir lain yang menguntungkan.

29 Januari
Memiliki gerak-gerik yang amat gesit, meskipun sangat lamban dalam memperhatikan sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia bisa sukses dalam bidang seni dan karang-mengarang.

30 Januari
Ramah-tamah, wataknya halus, pandangannya luas dan suka menjauhkan segala pertikaian. Umumnya cocok kalau menjadi pendeta, sosiawan atau seniman.

31 Januari
Memiliki otak tajam dan kemauannya keras, dapat menemukan pendapat-pendapat baru yang banyak menguntungkan, gagah berani dan suka bertualang serta cocok kalau bergerak di bidang teknik dan mekanik.

Kisah Seekor Anak Elang – Kau Tak Akan Tahu!

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kau Tak Akan Tahu!

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.

Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghung negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan.

Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam…? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya:

”Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?”

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: ”Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat”. Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang. Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan.

Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: ”Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!”

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya:

”Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?”

”Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!” jawab si induk elang dengan penuh kasih.

”Tapi aku takut!’ ujar si anak

”Kami tahu, karenanya kami ta memaksa.” Jawab si induk elang lagi.

”Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?” tanya si anak

”Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!”

”Bagaimana caranya?”

”Percayalah pada kami!” Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.

”Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?”

Dengan tenang si elang jantan berkata: ”Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!”

Lalu si induk elang menambahkan: ”Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!”

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.

Awal mula pohon ialah benih.
Hidup memerlukan pengorbananan.
Pengorbanan memerlukan perjuangan.
Perjuangan memerlukan ketabahan.
Ketabahan memerlukan keyakinan.
Keyakinan pula menentukan kejayaan.
Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.

Perjalanan seribu batu, bermula dari satu langkah.
(Lao Tze)

(HPK doc/Pencerahan/Jan08)

Tips & Trik Berpacaran (2)

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Is My Love Blind?
Banyak alasan yang membuat anda jatuh cinta seperti terpesona pada pandangan pertama sehingga anda merasa jatuh cinta tanpa anda bisa menyebutkan alasannya. Cinta terkadang tumbuh karena terbiasa sering melakukan pekerjaan secara bersama. Hal yang sering terjadi adalah jatuh cinta tidak pernah ada pilihan lain.

Sebenarnya semua alasan itu normal-normal saja tapi anda harus ingat bahwa jatuh cinta terkadang menjadi suatu hal yang membutakan akal sehat. Saat anda menyukai seseorang, apapun yang anda lakukan kepada pasangan, semua berdasarkan pertimbangan cinta. Jangan anda terburu-buru jatuh cinta karena jika terlalu cepat maka anda akan dibutakan oleh cinta itu sendiri. Untuk itu, ada baiknya anda kenali ciri-ciri saat anda terkena cinta buta.

Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Memberikan hadiah setiap waktu. Hadiah yang besar dan mahal yang anda berikan kepada pasangan anda. Sebenarnya uang dan perhatian seperti itu tidak bisa membeli cinta. Memang dia akan merasa senang menerimanya tetapi bukan berarti dia akan membalas cinta anda loh.

Menyebut dia pacar anda. Jika beberapa kali anda jalan bareng bersamanya dan sudah menganggap dirinya sebagai kekasih. Memang kebutuhan akan rasa aman terkadang membuat anda terbutu-buru dalam menjalin hubungan. Padahal hubungan yang sedang anda jalin belum tentu cukup kuat untuk menentukan akan berkembang ke arah yang anda inginkan.

Menjadi public enemy. Hati dan kepala anda yang dipenuhi cinta, pasti akan mempengaruhi pekerjaan dan persahabatan anda. Teman-teman dekat yang biasanya jalan bareng akan anda abaikan karena sibuk berduaan dengan dia. Kualitas pekerjaan anda juga menurun drastis karena anda tidak bisa konsentrasi.

Jadi cobalah anda mulai saat ini, jangan anda libatkan emosi tapi gunakan logika juga. Jika anda bisa menggabungkan keduanya maka dijamin cinta anda tidak akan buta dan tak akan ada penyesalan nantinya. Goodluck girls. p2t

***

The Older, The Better

Dalam menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih tua dari anda, ada beberapa kondisi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi yang membaik merupakan hal-hal yang sering dianggap lelaki sebagai kelemahan perempuan yang usianya lebih muda. Simak beberapa kondisi tersebut, dibawah ini.

Perempuan yang lebih tua seringkali lebih terbuka dalam masalah sex dan lebih mampu menikmatinya daripada perempuan yang lebih muda. Berdasarkan beberapa penelitian, puncak energi seksual perempuan justru dicapai pada usia pertengahan 30-an hingga 40-an. Hasrat sex akan lebih besar jika sang perempuan sudah mencapai puncak karirnya dan mapan secara finansial. Sehingga perempuan berumur merupakan pasangan sex yang tepat bagi lelaki muda yang memuncak hasratnya pada usia yang relatif lebih muda.

Pengalaman kaum perempuan yang lebih tua cenderung memiliki pandangan dan sikap hidup yang lebih positif serta lebih bijak daripada perempuan muda. Sikap ini sangat menguntungkan karena lelaki muda sedang menggebu-gebu semangatnya mengejar impiannya sehingga membutuhkan tempat berlabuh. Lelaki muda membutuhkan seseorang yang selalu mendengarkan impian dan harapannya serta memberi simpati bahkan dukungan saat dia mengalami kegagalan.

Bertambahnya usia sering mengingatkan seseorang betapa semakin dekatnya dia dengan saat terakhir dalam hidupnya. Sehingga membuat perempuan lebih tua semakin menghargai hidupnya dan setiap pengalaman yang dialaminya. Dengan begitu mereka lebih dapat menghargai cinta yang diberikan seorang lelaki, apalagi usianya lebih muda maka dia akan membalasnya dengan sepenuh hati. Karena biasanya perempuan muda yang masih lajang cenderung mereka tidak mampu membalas cinta lelaki sebesar perempuan yang lebih tua.

Ada beberapa cara untuk menjaga hubungan cinta dengan lelaki yang lebih muda. Yang pertama adalah anda harus menjaga penampilan anda. Buang jauh-jauh perasaan negatif terhadap penampilan fisik anda.

Tonjolkan kelebihan anda yang terpendam karena pasti anda tidak bisa menyaingi daya tarik perempuan usia muda. Dengan menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pada ambisis pasangan anda yang lebih muda.

Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup atau aktivitas pasangan bila anda tidak menyukainya. Anda bisa perlihatkan bahwa anda bisa memberinya ruang untuk berekspresi sesuai usianya meski anda kurang berminat. Jadi jangan menyerah dulu sebelum anda mencobanya. p2t (hpk doc)

***

Capricorn Girl (Dec 22 – Jan 19)

•Desember 27, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

WANITA CAPRICORN

Wanita yang jangkung, langsing, dan tenang. Begitu marah, ia akan sangat galak. Ia akan dapat bekerja dengan lebih baik daripada beberapa pria, dan ia adalah wanita yang sangat percaya diri. Menurut pendapatnya, wanita bukanlah sekedar bunga untuk penghias rumah atau kantor, dan jelas bukan gender yang lemah yang membutuhkan pertolongan saja.

Ia suka mengendalikan dan menyembunyikan emosi pada yang lemah. Ia tidak akan pernah mencoba untuk mengubah siapapun, dan dia akan berusaha menerima mereka apa adanya. Jika ia tidak menyukai seseorang, maka ia tidak akan akan mengkritik atau memberi komentar, ia akan sama sekali tidak memperdulikan orang itu.

Ia benci bunga plastik dan bunga buatan karena hal itu terkesan tidak tulus. Ia menyukai bunga hidup dan baunya. Ia juga menyukai cowok yang memakai pewangi after shave. Jika anda adalah tipe orang yang akan memakai Jeans anda sampai sebulan, baru kemudian mencucinya, atau orang yang memakai sepatu lama, lebih baik anda segera melupakannya.

Ia mencintai musik dan alam, walaupun terkadang muncul juga kasus langka, (tidak menyukainya) . Ia suka berpiknik di alam bebas, maka, jika anda tidak punya banyak waktu untuknya, anda lebih baik mengajaknya dalam perjalanan memancing. Dia tidak sepencemburu wanita Leo atau Aquarius, tetapi jangan pernah melintasi batas.

Lebih baik anda tidak melihat dia marah, terutama didepan publik dimana dia dapat merasa dipermalukan secara umum. Ia suka berdandan dan memakai baju dengan sempurna dan sangat rapi, maka jangan pernah memaksa dia cepat-cepat melakukan hal ini. Ia memiliki tujuan sendiri dalam hidupnya, dan tidak perduli apakah anda memiliki gelar doktor atau tidak, jika ia menanggap anda tidak cerdas, maka dia tidak akan peduli
tentang anda sama sekali.

Ia suka bertemu dengan karakter orang cerdas, bukan karena sertifikat yang menyatakan bahwa ia cerdas. Jika memang anda tidak mampu menunjukkan bahwa anda cerdas, lebih baik anda segera menyingkir pergi. Ia tidak pernah menyukai pemimpi yang membicarakan mengenai mimpinya, tetapi tidak pernah berusaha mewujudkan mimpinya.

Jangan pernah mengatakan kepadanya “semua orang melakukannya, maka kamu sebaiknya juga”, atau “rasanya lebih baik kamu lakukan, karena itu baik buat kamu”, karena ia hanya akan mau melakukan apa yang ia mau lakukan. Ia adalah orang yang rapi, jadi jika kamar anda mirip kandang babi, jangan pernah ajak dia masuk kedalam kamar anda.

Jika anda pergi kencan, cobalah tampil serapi dan sebersih mungkin, kuku juga bersih, atau kalau tidak, kencan itu akan menjadi kencan terakhir anda. Ia adalah tipe cewek yang ‘cool’ dan tidak akan merengek-rengek, begitu menyenangkan di telinga anda. Ia adalah tipe yang pelan tapi pasti. Ia akan selalu menghormati dan menghargai anda dan tidak akan pernah membuat anda malu.

Jika ia mencintai anda, ia akan selalu membantu anda melakukan apapun yang anda lakukan. Ia suka membantu orang tanpa pamrih. Jika ia meminta anda melakukan sesuatu, dan anda tidak membantu, maka ia akan merasa sangat kecewa. Ia memiliki harapan yang tinggi dan percaya diri yang tinggi, ia lebih mempercayai kemampuan diri dan kepercayaan dirinya daripada “keberuntungan. “

Jika istri anda adalah capricornus, maka anda akan memiliki rumah yang indah dan nyaman, dan makanan yang enak. Jika orang tua anda mengunjungi rumah anda, mereka akan merasa puas. Ia adalah seorang 3 in 1, ibu, istri, dan wanita rumah tangga sempurna, dan anda pun dapat mengatakan “bahagia selamanya.” (hpk doc)

The Golden Age of Classical Myths – Part. 5

•Desember 27, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mercury (Hermes) and Iris


Mercury adalah duta dewata, dewa pelindung perdagangan, penggembala, bahkan pencuri, putra Jupiter dari Maia, putri Atlas, dewi padang-padang bunga. Bagaimana kisahnya sampai dia menjadi dewa pelindung pencuri adalah sebagai berikut:

Konon saat berada dalam buaiannya setelah dilahirkan, Mercury telah memikirkan bagaimana mencuri ternak ayahnya yang digembalakan oleh Apollo, dewa terang dan musik, di Pyrrhea.

Niatnya tersebut kemudian memang dilaksanakannya dan sempat membuat Apollo kebingungan mencari ternak yang dipercayakan kepadanya karena Mercury memasang sepatu-sepatu ternak tersebut secara terbalik sehingga berlawanan arah dengan tempatnya menyembunyikan hasil curiannya di Peloponnesus.

Akhirnya Apollo tahu bahwa pencurinya adalah dewa kecil yang baru saja dilahirkan itu. Segera dia membawa Mercury ke hadapan Jupiter dan melaporkan ulahnya kepada Bapa Semesta Alam tersebut. Di hadapan ayahnya Mercury tidak berani menyangkali perbuatannya. Dia menunjukkan tempat persembunyian hasil curiannya kepada Apollo.

Hampir saja Apollo murka ketika mengetahui dirinya telah tertipu oleh seorang bayi yang baru lahir, namun Mercury kemudian memberikan lira ciptaannya kepada Apollo untuk meredakan amarahnya karena dia tahu betapa Apollo mencintai musik. Apollo begitu gembira menerima hadiah tersebut. Amarahnya pada Mercury langsung mereda berganti rasa sayang. Sejak saat itu jarang sekali orang melihat Apollo tanpa lira pemberian Mercury tersebut.

Namun demikian Mercury tidak jera-jeranya melakukan pencurian. Pernah dia mencuri tombak Mars, trisula Neptune, bahkan petir ayahnya. Untung saja Mercury segera mengembalikannya begitu melihat murka ayahnya, kalau tidak tentu dia menjadi sasaran amarah Jupiter.

Meskipun begitu kebiasaan Mercury tersebut tidak selamanya merugikan. Pernah dia menyelamatkan ayahnya yang urat-uratnya dipotong oleh monster Typhoon dengan mencuri dan menyerahkannya kembali pada Jupiter.

Setelah dewasa Mercury diangkat menjadi duta dewata karena kefasihannya berbicara dan bersilat lidah. Apollo memberikan tongkat berujung ular berkepala dua yang disebut caduceus yang menambah kemampuannya tersebut.

Untuk memperlancar tugasnya, para dewa memberinya helm dan sandal bersayap agar dapat bergerak cepat melaksanakan perintah-perintah para dewa. Mercurylah yang bertugas menyampaikan amanat para dewa kepada umat manusia. Dia jugalah yang bertugas menghantar jiwa-jiwa menuju ke Hades.

Bila para dewa mempunyai Mercury sebagai duta, maka para dewi pun memiliki seorang duta, yaitu Iris, dewi pelangi.

Iris adalah putri Thaumas dan Electra dan cucu Terra dan Pontus. Iris menjadi duta para dewi, khususnya Juno, karena memiliki sayap sehingga dapat terbang secepat kilat dan tak seorangpun yang menyadari bahwa Iris telah lewat jika tidak meninggalkan jejak berupa cahaya berwarna-warni di udara.

Konon Iris pulalah yang ditugasi menjaga harta benda dewa-dewi Olympus, sehingga orang sering mengatakan ada guci emas di ujung pelangi. Iris dicintai oleh segenap penghuni Olympus karena dia begitu cermat dalam melaksanakan tugasnya melayani mereka.

Iris dilukiskan sebagai wanita muda jelita berambut keemasan, bermata biru, pipinya berseri bagaikan mahkota bunga mawar merah muda, mengenakan gaun putih serta bersayap, seperti bidadari dalam seni Kristen. (hpk/doc)

to be continued…

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/hpk doc/Dec/07)

Tips & Trik Berpacaran (1)

•Desember 27, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Siasati Pasangan Pencemburu

Memang cemburu sering didefinisikan sebagai ketakutan berpindahnya rasa kasih sayang terhadap orang lain atau ketidakpercayaan akan kesetiaan orang yang dicintai.

Terkadang cemburu perlu sebagai petunjuk rasa sayang terhadap pasangan tetapi saat cemburu mulai berlebihan maka tidak sedikit pasangan yang merasa terganggu. Untuk mengatasinya, ada baiknya anda ikuti petunjuk dibawah ini.

Alasan pasangan merasa cemburu. Alasan seseorang cemburu adalah merasa tidak aman. Seperti saat masa kanak-kanak, dia merasa terabaikan atau pernah dikhianati mantan kekasih sehingga dia menjadi posesif pada anda. Tapi apapun alasannya, cemburu bisa menjadi hal yang serius jika tidak ditangani segera.

Anda harus memperhatikan tanda-tanda cemburu. Pasangan yang cemburu sering berkomentar tentang hal-hal yang dapat mengikis kepercayaan diri anda seperti mengritik penampilan fisik atau kemampuan intelektual anda.

Perhatikan ucapan atau tindakannya. Hal ini dia lakukan untuk membuat anda merasa membutuhkan atau menggantungkan diri padanya.

Hal terbaik yang harus anda lakukan adalah tidak ikut larut dalam situasi yang diciptakan oleh pasangan. Tetaplah tenang dan arahkan pasangan untuk berpikir logis. Setelah dia mulai rasional dan tenang maka berilah jaminan bahwa anda menghargai hubungan dengannya serta tidak akan mengambil risiko yang membahayakan hubungan tersebut.

Sebenarnya cemburu dapat diatasi jika masih dalam batas kewajaran. Jadi anda bantulah pasangan anda membangun rasa percaya diri. Katakan padanya bahwa bersikap realitis dan saling pengertian adalah poin penting yang harus dijaga dalam sebuah hubungan.

Waktunya berpisah. Jika kecemburuan mendorong pasangan menjadi semakin irasional bahkan cenderung keras maka hal terbaik yang harus dilakukan untuk melindungi diri anda adalah segera memutuskan hubungan dengannya. Semoga berhasil. p2t

Meningkatkan Kedekatan dengan Pasangan

Saat anda telah menjalin hubungan khusus dengan seseorang maka salah satu yang perlu dijaga adalah soal kedekatan (intimacy) antara anda dengan dia. Kedekatan di sini bukan hanya menyangkut soal kedekatan secara fisik, tetapi juga kedekatan secara emosional.

Kualitas kedekatan akan sangat berpengaruh terhadap hubungan anda dan dia secara keseluruhan. Banyak faktor mempengaruhi tingkat kedekatan ini. Berbagai keputusan yang anda buat serta berbagai tindakan yang anda dan dia lakukan akan menentukan apakah anda akan makin dekat dengan dia atau justru sebaliknya akan makin renggang yang akhirnya berujung pada keputusan bubar jalan.

Saling pengertian, komunikasi yang baik, kejujuran dan keterbukaan adalah hal-hal yang perlu dijadikan landasan atau fondasi bila ingin tetap menjaga kedekatan antara anda dan dia. Terdapat paling tidak empat hal yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kedekatan anda dengan pasangan anda.

Yang pertama adalah senantiasa luangkan waktu untuk memberi perhatian kepada dia. Dalam hal ini, anda mungkin harus rela mengorbankan waktu anda beberapa saat untuknya.

Kedua adalah senantiasa menunjukkan perasaan kasih sayang yang tanpa pamrih. Anda bisa menunjukkan perasaan kasih sayang ini dengan cara-cara romantis yang tentunya dia sukai.

Hal ketiga adalah jangan egois. Buatlah dia selalu senang dan nyaman serta memberikan dia sesuatu yang terbaik. Pepatah mengatakan bahwa orang yang memberi akan mendapat lebih sebagai gantinya.

Point terakhir adalah tetap menjaga komunikasi dua arah. Dengan begitu, anda diharapkan senantiasa selalu tahu apa yang diinginkannya. Selain itu, berusahalah untuk senantiasa jujur. Jangan mengatakan atau melakukan sesuatu yang dirasa menurut anda baik hanya sebatas untuk memuaskan perasaan diri sendiri. (Djoko Subinarto/p2t)

Sayang, Katakan Dengan Jujur Dong…

Memang tidak enak rasanya bila pasangan yang sangat anda sayangi berlaku tidak jujur dan main belakang. Siapapun akan merasakan sakit hati atas ketidakjujuran pasangannya. Tapi jika kondisi seperti ini tidak segera ditangani maka akan berpotensi merusak hubungan kepercayaan yang sudah lama terjalin.

Untuk melupakan dan menganggap tidak pernah terjadi sesuatu pasti tidak mungkin. Bila anda merasa hubungan tersebut layak untuk dipertahankan maka ada baiknya anda lakukan beberapa langkah berikut ini setelah pengkhianatan yang dilakukannya. Simak langkah-langkah berikut ini.

Terima dan kontrol emosi. Anda mungkin merasa lepas kendali, dingin, sakit hati, marah dan ingin membalas dendam. Tindakan tersebut merupakan respon yang normal setelah mengetahui ketidakjujuran yang dilakukan oleh pasangan anda. Tapi akan lebih baik jika anda tidak bertindak berlebihan pada keadaan tersebut, cobalah anda intropeksi dan lakukan perenungan dalam hati.

Cari dukungan dari orang lain. Anda bisa pikirkan siapa yang akan anda pilih untuk diajak bicara karena affair ini sangat mudah menjadi sebuah rumor. Pilih seseorang yang dapat mendukung dan mendengar anda tanpa berargumen. Tapi jika orang tersebut tidak membantu anda secara emosi, lebih baik anda coba bicara dengan orang lain.

Jangan pernah menyalahkan diri anda sendiri. Yang melakukan kesalahan bukan anda, jadi jangan anda salahkan diri anda. Karena perselingkuhan biasanya dianggap sebagai gejala masalah dalam hubungan suatu pasangan. Penting bagi anda untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas affair pasangan anda. Bahkan jika pasangan anda merasa tidak senang maka affair adalah suatu pilihan untuk keluar dari hubungan meskipun ada alasan lain seperti emosi, seksual dan sosial yang tidak terkait dengan hubungan pasangan.

Cobalah anda pertimbangkan pilihan secara hati-hati. Jika anda belum siap memutuskan sebaiknya anda jangan terburu-buru dalam menetapkan putus atau jalan terus. Sisihkan waktu untuk mengkaji segala kemungkinan dan pilihan tersedia. Jika pada akhirnya kata ‘pisah’ adalah jawabannya maka pastikan hal itu anda buat dengan kepala dingin dan akal sehat. Semoga berhasil. p2t

(Sumber; berbagai sumber/hpk doc)

Spice Girls Awali Tur Reuninya di Kanada

•Desember 12, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

TUR REUNI: Para personil Spice Girls (dari kiri) Melanie Chisholm, Victoria Beckham, Geri Halliwell, Melanie Brown, dan Emma Bunton, beraksi di Vancouver, Kanada, Minggu (2/12) waktu setempat.
Girl Power telah kembali, Minggu (2/12), ketika kelompok Spice Girls dari Inggris memulai tur reuni mereka yang sudah lama ditunggu-tunggu, dengan penampilan yang lebih istimewa ketimbang saat pertama kali menyerbu dunia pop pada akhir dekade 1990-an.

Kelima anggota kelompok itu, yang lebih dikenal dengan nama panggilan mereka Posh, Baby, Sporty, Ginger dan Scary, membuka show mereka di depan 20.000 penggemarnya di Vancouver dengan tiga mega-hit mereka, antara lain Spice Up Your Life.

“Apa kabar?” kata Melanie ‘Sporty’ Chisolm kepada para penonton pada awal konser mereka, yang juga dilengkapi dengan tayangan video mengenai sejarah kelompok tersebut.

Para pesohor yang hadir pada malam itu antara lain bintang sepak bola David Beckham, suami Victoria ‘Posh’ Beckham dan penyanyi Avril Lavigne.

Konser di Vancouver ini merupakan peluncuran tur keliling mereka yang meliputi Kanada, AS, dan Eropa selama tiga bulan mendatang. Show mereka kemungkinan akan diperluas dengan konser di Afrika Selatan dan Amerika Selatan.

Spice Girls menaklukkan dunia musik pada akhir dasawarsa 1990-an, dengan lagu-lagu yang enak didengar dan gaya yang disukai remaja serta slogan Girl Power yang membuat mereka menjadi fenomena pop terhadap saingannya Beatles.

Para penonton di Vancouver sebagian besar adalah kaum remaja putri dan wanita yang ketika kelompok itu berada di puncak kejayaannya masih berusia remaja.

Pergelaran keliling terakhir mereka berlangsung hampir 10 tahun silam, namun pada saat itu pula, tanggal 31 Mei 1998, Geri ‘Ginger’ Halliwell mengumumkan pengunduran dirinya. Keempat anggota yang tersisa mengeluarkan album ketiga pada tahun 2000 sebelum mereka bubar secara resmi pada Pebruari 2001.

Spice Girls, yang terdiri atas Victoria Beckham (Posh), Melanie Brown (Scary), Melanie Chisholm (Sporty), Gerri Halliwell (Ginger) dan Emma Bunton (Baby), dibentuk pada 1994 setelah perusahaan manajemen mereka memasang iklan di sebuah koran.

Hit pertama mereka, Wannabe muncul pada 1996, yang kemudian disusul dengan beberapa lagu lainnya, antara lain Stop, Spice Up Your Life, dan Say You’ll Be There.

Mereka yang kini berusia di atas 30-an dengan jumlah anak tujuh orang, kemudian merintis karir solo dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda.

Konser di Vancouver menandai tampilnya dalam satu pentas kelompok asli tersebut dalam hampir satu dekade, demikian menurut promotor mereka.

Hingga sejauh ini mereka telah menjual 50 juta keping rekaman di seluruh dunia dan mencapai prestasi dengan sembilan single mereka berada di urutan puncak lagu-lagu Inggris pada dekade 1990-an. (hpk doc.)

(Sumber; Media Indonesia)

Bermula dari Catatan Harian

•Desember 12, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar


Menulis itu mudah. Begitu kata Bang Arswendo. Nggak percaya? Cobalah mulai dari diari. Buat permulaan, diari bisa jadi tempat latihan paling murah dan tidak banyak menuntut. Materinya tentu terserah kita.

Pertama-tama, bisa mulai dari menuliskan perasaan kita tentang apa saja. Tidak perlu takut salah, yang penting bebaskan pikiran, menulislah sesuka hati. Seorang guru pembimbing penulisan, namanya William Forrester pernah bilang, “Menulislah – pada saat awal – dengan hati. Setelah itu, perbaiki tulisan dengan pikiran. Kunci pertama dalam menulis adalah bukan berpikir, melainkan mengungkapkan apa saja yang anda rasakan.”

Buku harian tentu jadi tempat yang cocok untuk menampung gagasan-gagasan hati ini. Banyak penulis yang memulai karir kepenulisannya lewat catatan harian. J.K.Rowling, penulis fiksi Harry Potter yang terkenal itu mulai corat-coret pertama dari diari. Muhamad Yamin, salah satu founding father kita yang menggagas teks Sumpah Pemuda, menjadi terkenal salah satunya adalah berkat latihan dan kesetiaan menulis diari.

Selain itu, sebagian kita mungkin juga pernah mendengar nama Soe Hok Gie. Beliau adalah salah satu tokoh kunci gerakan mahasiswa angkatan enampuluhan. Aktivis keturunan Cina tapi lebih Indonesia dari orang Indonesia ini menulis catatan harian sejak ia berumur 15 tahun, sewaktu masih duduk di SMP. Tradisi menulis catatan harian ini ia pelihara terus, bahkan hingga menjelang wafatnya. Banyak hal yang ia ungkapkan di situ. Mulai dari yang lucu (tentang teman-teman dan gurunya di sekolah), yang dramatis (tentang ketidakadilan, tentang aktivitas pergerakan di lapangan demonstrasi, dan pengucilan dirinya dari kawan-kawan sepergerakan) hingga hal-hal yang romantis.

Berkat latihan dan ketekunan menulis catatan harian, ia jadi mudah mengekspresikan gagasan-gagasan dan kegelisahannya waktu itu di gelanggang yang lebih luas. Tulisan-tulisannya juga menyebar ke media publik nasional. Bukan hanya aktivitas pergerakannya di lapangan demonstrasi, tulisan-tulisannya juga membikin ciut nyali banyak pihak, termasuk kawan-kawannya sendiri.

Setelah wafat, catatan-catatannya itu kemudian dikumpulkan dan dibukukan dengan judul “Catatan Seorang Demonstran”. Buku kumpulan catatan harian Hok Gie ini, konon jadi salah satu penanda penting tentang sejarah gerakan mahasiswa angkatan 66. Saat ini kabarnya Mira Lesmana sedang bersiap-siap meluncurkan film biografi Soe Hok Gie, judulnya “Gie”. Buku “Catatan Seorang Demonstran” inilah yang menjadi sumber rujukan utama Mira.

Jauh setelah generasi Hok Gie, kita mengenal Dyan Nuranindya, pengarang novel remaja “Dealove”. Seangkatan dengan Dyan, ada Laire Siwi yang mengarang novel “Nothing but Love” dan Maria Ardella, pengarang novel “Me Versus High Heels!”. Ketiganya mengaku mulai menulis dari diari. Hasilnya kita bisa lihat. Novel-novel mereka dibaca dan diburu, sebagian malah mengalami cetak ulang. Konon, dari royalti penerbitan buku-buku mereka, mengalir duit jutaan ke kocek masing-masing.

Jika di Indonesia kita mengenal Gie, Dyan, Laire, dan Maria, dari buku catatan harian kita juga bisa mengenal Anne Frank. Anne adalah salah satu generasi penulis perempuan Jerman yang terusir dari negerinya akibat kebijakan penghapusan ras Yahudi oleh Hitler. Catatan harian Anne Frank ini adalah kesaksian dramatis bagaimana ia melarikan diri dari kejaran Nazi, kekejaman Nazi, dan bagaimana ia mempertahankan catatan hariannya itu dari serdadu Nazi. Kisahnya juga sudah difilmkan dengan judul yang sama dengan nama penulisnya.

Lalu, kenapa catatan harian? Anais Nin, seorang penulis Prancis dan banyak menulis catatan harian, pernah berujar “orang yang kembali ke buku harian adalah orang yang mencari dirinya, penyusuran jalan menuju pengembangan dan kesadaran, jalan menuju kreativitas.”

Jalan menuju kreativitas dan penemuan diri. Dua hal itulah yang bisa kita peroleh ketika mulai menulis dan menekuni penulisan catatan harian. Dua hal itu pula yang kita perlukan untuk merintis jalan sebagai penulis. Terlebih saat ini, begitu banyak ruang yang terbuka bagi penulis-penulis muda.

Jadi, tunggu apa lagi? raihlah kesempatan!(hpk doc.)

(Sumber: Penulislepas.com/Denny Y. F. Nasution)

Perjalanan Hidup Kerang

•Desember 12, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.

“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.” “Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi.

Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang.

Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.

Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan. (hpk doc.)

Watak berdasarkan tanggal lahir – Desember

•Desember 2, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar


1 Desember
Ramah-tamah, bersemangat dan ambisius. Ia banyak disukai oleh kalangan tua maupun muda. Ia bisa beruntung dalam penghidupannya.

2 Desember
Luar biasa pandai dan mempunyai gagasan yang asli. Ia suka berdiam dirumah dan hubungan kekeluargaannya dengan orang tua amat erat. Ia bisa mendapatkan banyak pertolongan dari teman-temannya.

3 Desember
Sangat pandai, mempunyai gagasan asli sehingga bisa mendapatkan penemuan baru. Ia suka bekerja keras tampa mengenal lelah. Ia bisa berhasil baik dibidang kesenian dan kesusasteraan.

4 Desember
Sosial, berperikemanusaiaan, artistik, musikal, perasaannya amat peka. Ia bisa berkelana jauh dari tempat kelahirannya dan bisa berhasil dalam pekerjaan yang berhubungan dengan ketentaraan.

5 Desember
Tenang, suka akan perdamaian dan hal-hal yang bersifat keagamaan dan mudah menaruh kepercayaan kepada orang lain tanpa diselidiki secara mendalam sehingga kalau tidak berhati-hati bisa tertipu. Ia bisa berhasil kalau bekerja di bidang karang-mengarang atau ketentaraan.

6 Desember
Suka akan kesenian dan musik, perasaannya mudah tersinggung dan suka bekerja grasa-grusu. Ia bisa berhasil dari hal-hal yang tak terduga.

7 Desember
Otaknya dan firasatnya tajam, bisa berkelana jauh dari tempat kelahirannya dan di mana-mana namanya bisa populer.

8 Desember
Mulia, agung, mempesona orang-orang di sekelilingnya, aktif dalam segala hal. Ia bisa sukses kalau bekerja sebagai seorang arsitek, pengarang atau prajurit.

9 Desember
Giat dalam segala hal, berjiwa bebas, gagah berani dan suka berfilsafat. Ia bisa berhasil di bidang kemiliteran atau sebagai pemimpin perusahaan.

10 Desember
Moderat, bisa berhasil dalam kalangan kemiliteran dan kurang beruntung dalam hal surat-menyurat. Dalam kehidupannya ia bisa mengalami perubahan secara mendadak.

11 Desember
Emosinya sangat kuat sehingga penghidupannya kurang bisa menyenangkan. Dalam melakukan segala usaha harus berhaati-hati supaya pikirannya tidak mudah tegang.

12 Desember
Budi bahasanya manis, banyak mengalah, suka berfilsafah dan suka bersemedi. Ia tidak bersikap fanatik terhadap agama yang dianutnya.

13 Desember
Pandai, cerdik, jujur, suka keadilan, sifatnya welas kasih dan suka menolong sesamanya sehingga tua muda sangat menyukainya.

14 Desember
Pandai, cerdik, pandai berusaha apa saja, artistik dan musikal dan agak ambisius. Ia bisa berhasil di bidang kesusasteraan.

15 Desember
Banyak pikirannya dan berpandangan ingin merdeka. Ia mempunyi rejeki yang besar dan bisa memperoleh dari pihak orng tua.

16 Desember
Aktif dalam segala hal dan agak ambisius. Ia bisa berhasil dalam segala bidang usaha yang digemarinya.

17 Desember
Wataknya kuat, pandangannya luas dan bisa memperoleh kebahagiaan dalam penghidupannya. Namanya pun bisa terkenal di kalangan masyarakat luas.

18 Desember
Pikirannya tetap mantap, keputusan yang diambilnya tegas, suka berdikari dan tidak mau di bawah perintah orang. Ia bisa hidup beruntung di hari tuanya, akan tetapi harus berhati-hati terhadap musuh yang tersembunyi.

19 Desember
Keras, berani mati, suka bepergian dan surat-menyurat. Ia harus berhati-hati terhadap beberapa hal ini sebab banyak bahayanya.

20 Desember
Tulus hati, banyak pikir, suka berhati-hati dan bersahaja. Terhadap agamanya ia bisa bersikap fanatik dan berpegang teguh kepada tradisi kuno. Ia harus waspada terhadap penipuan yang dapat membuat dirinya menderita atau mengalami kerugian.

21 Desember
Aktif dan giat dalam banyak hal, sangat berani, ramah tamah, pandai bergaul, dapat menyesuaikan diri dengan keadaan, agak ambisius dan adatnya keras, sekali waktu bisa luwes serta bisa menikmati kehidupan yang senang dan banyak rejeki di hari tuanya.

22 Desember
Suka berdebat, suka mengkritik, baik hati, artistik, musikal, perasaannya amat peka dan dapat sukses dalam bidang usaha yang digemarinya serta bisa memperoleh pertolongan dari orang lain yang usianya lebih tua.

23 Desember
Suka melamun dan berfantasi, hatinya baik, welas kasih, kurang aktif dalam melakukan usahnya. Ia bisa mencapai sukses dalam penghidupannya yang penuh pergulatan.

24 Desember
Iri hati dan menyukai barang antik. Ia bisa berhasil dalam mengerjakan perusahaan asuransi. Supaya tidak merugikan diri sendiri, ia harus menjauhkan diri dari tindakan spekulasi atau adu untung.

25 Desember
Suka berkorban untuk perikemanusiaan dan bersifat sangat jujur. Dengan keuletan dan kesungguhan hatinya, ia bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

26 Desember
Baik dan suka beramal serta ia tidak mengalami kekurangan sahabat yang suka menolong dan memberi dorongan semangat demi kemajuannya.

27 Desember
Murah hati, terbuka atau suka terus terang dan suka berangan-angan tinggi tetapi sedikit sekali yang bisa tercapai. Ia berhasil sebagai seorang pengarang yang baik atau juga seorang penyair atau ahli musik.

28 Desember
Berotak cerdas, aktif, rajin, pandangannya luas, suka akan filsafat dan banyak penemuannya serta agak ambisius. Ia bisa menjadi pengarang atau wartawan dan namanya menjadi terkenal.

29 Desember
Suka berhati-hati, banyak pikir dan bermuram durja serta terlalu mengkhawatirkan akan masa depannya padahal kalau mereka bisa sabar, ulet dan bersikap bijaksana, maka segala kesulitan hidupnya bisa diatasi.

30 Desember
Ulet, rajin dan dapat berhemat serta pandangannya luas. Ia bisa berhasil dihari tuanya dan memperoleh kedudukan baik tanpa menerima warisan.

31 Desember
Kemanusiaan, banyak pikir, artistik dan musikal serta suka akan sopan santun dan kesusasteraaan. Ia bisa hidup senang dalam kehidupan perkawinannya.(hpk/doc)

Mengenal Karakter Wanita Sagitarius

•Desember 2, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

WANITA SAGITARIUS
Wanita jangkung, langsing dan anggun, yang akan berjalan dengan penuh kebanggaan bagaikan sedang berjalan di panggung kontes kecantikan. Jika ia terpeleset, atau hampir jatuh, ia akan menutupinya dengan manis dan melanjutkan langkahnya dengan anggun dan meyakinkan.

Ia pandai menggunakan make-up untuk mempercantik dirinya. Ia selalu bisa melihat dunia secara positif, maka wajahnya selalu nampak bahagia. Ia tidak akan menyerah dengan mudah. Tipe wanita penuh percaya diri yang percaya pada penampilan dan gaya sendiri.

Ia tidak akan mengikuti mode, tetapi selalu berusaha tampil dengan gaya yang berada diantara sederhana dan terlalu modern. Ia adalah orang yang sangat terbuka, bahkan terkadang terlalu apa adanya. Orangnya jujur, dan tidak pernah mencoba mencari masalah dengan orang lain. Ia terkadang mengatakan hal yang tidak semestinya anda ingin dengar.

Tapi dia juga bisa mengatakan banyak hal yang menyenangkan pada saat yang sama. Misalnya, ia mungkin akan berkata “Rasanya pengen deh kamu bisa dapet duit lebih banyak, jadi kamu bisa beli baju lebih bagusan, tapi mending tetep deh. Abis, kalau kamu terus mikirin dapet duit banyak, ntar malah jadi rakus.”

Anda mungkin akan bingung mendengar kata-kata ini, apakah anda akan marah atau anda akan malah semakin menyatanginya. Ia juga memiliki jiwa yang bebas dan tidak suka tinggal di rumah. Ia suka dilindungi, tetapi bukan berarti dia mau diperintah-perintah. Ia tidak bisa menghargai pria lemah.

Jika ia berusaha mengungguli anda, maka anda harus tenang dan mencoba mengendalikan dia dengan membatasinya, dengan cara melakukan hal yang sama kepadanya. Ia akan mau mendengar anda jika ia menghormati anda. Ia suka menjadi diri sendiri dan menyukai cowok yang menjadi dirinya sendiri.

Ia adalah wanita yang tidak suka banyak tingkah, jadi anda tidak akan mendengar dia akan berkata “Tebak, abis ini aku mau ngapain,” atau “tebak, aku lagi mikir apa”, karena ia selalu mengatakan apa yang ada dipikirannya secara terbuka. Jika anda tidak bisa mengerti dirinya mengenai hal ini, maka anda akan sangat mudah putus dengannya. Ia melihat masalah dalam hidupnya sebagai suatu episode lucu saja.

Ia cenderung ceroboh, tetapi itu adalah sifat alaminya. Anda mungkin berpikir hal ini manis, tetapi mungkin bagi beberapa cowok tipe rapi, hal ini sangat mengesalkan. Ia sangat ramah, maka ia dapat dengan mudah membuat musuh menjadi teman akrab. Ia memiliki selera yang baik dalam hal makanan, pakaian, dan layanan-layanan kelas satu. Bahkan mereka yang tergolong miskin dalam zodiak ini, akan selalu berusaha untuk mendapat yang terbaik.

Ia dapat membelanjakan uangnya seakan ia tidak mengerti susahnya mencari uang. Jika anda berpikir untuk meminjaminya uang, pikirkan ulang. Mereka cenderung paranoid. Jika anda merasa menyukainya, dia mungkin sudah berpikir bahkan mengenai pernikahan, kehilangan kebebasan, dan seterusnya. Ia adalah wanita yang sangat menyukai sport.

Ia adalah wanita biasa yang mungkin saja berdandan seperti cewek tomboy. Ia memiliki lebih banyak teman cowok daripada teman cewek, dan terkadang bertingkah seperti cowok diantara temannya. Ia tidak memperdulikan gosip, maka ia terkadang pulang malam, dan tidak peduli apa yang digosipkan tetangga mengenai dirinya.

Ia berpikir mengenai kedua sisi dari segala permasalahan sekaligus, anda akan tahu sendiri, maka anda tidak perlu peduli apa yang dipikirkan orang. Penampilan yang polos dan kecerdikannya adalah pesona utamanya. Ia seringkali terluka oleh cinta, tetapi tidak pernah takut untuk mencari cinta yang baru, seakan ia menyanyikan “Do that to me one more time.”

Ia suka jujur dan terbuka Ia tidak akan berputar-putar untuk mengatakan apa yang ia ingin katakan. Jika anda menemuinya dan mengatakan apa yang anda pikirkan langsung, maka ia akan mengagumi anda. (HPK/doc)

Orpheus & Eurydice – Part 5 (The End)

•Desember 2, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Orpheus menyanggupi syarat yang tampaknya ringan tersebut. Kemudian pasangan kekasih tersebut meninggalkan Hades.

Gerbang Hades yang dijaga Cerberus telah mereka lewati, demikian pula Sungai Styx telah mereka seberangi. Sejauh itu Orpheus sanggup menahan diri untuk tidak menengok ke belakang.

Namun semakin jauh mereka meninggalkan kegelapan di belakang, semakin gelisahlah hati Orpheus diusik keragu-raguan. Apakah jiwa Eurydice mengikutinya? Apakah raungan Cerberus tidak membuat gentar jiwa Eurydice melangkah keluar dari gerbang Hades? Apakah Charon tidak menolak menyeberangkan jiwa Eurydice? Oh dewa! Kalau saja dia boleh yakin bahwa Eurydice ada bersamanya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengusik batin Orpheus. Semakin jauh langkahnya menuju terang, semakin gelaplah pikirannya.

Akhirnya, tak tahan oleh keragu-raguan yang mengusik hatinya, Orpheus melanggar syarat yang diberikan oleh penguasa Hades. Dia menoleh ke belakang untuk melihat jiwa Eurydice.

“…pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades….”

Maka…

“Orpheus, ah, Orpheus! Ketidaksabaranmukah? Keragu-raguanmukah? Atau takdir kejamkah yang mengkhianati cinta kita dan membuatmu melanggar syarat yang telah diberikan padamu atas kesempatan bagi kita untuk bersatu kembali? Kuulurkan tanganku padamu namun kutahu aku tak mungkin lagi menjadi milikmu di dunia atas sana?” desah jiwa Eurydice memilukan.

Dan Orpheus melihat bayangan Eurydice memudar dalam kegelapan Hades. Sia-sia lengannya terulur mencoba menggapai jiwa Eurydice. Bayangan Eurydice telah sirna.

Dia berlari kembali mencoba mengejarnya. Sampai di tepian Sungai Styx dia memohon dengan ratapan, pada Charon agar bersedia menyeberangkannya. Namun kesempatan kedua tak pernah ada bagi Orpheus. Charon menulikan telinganya terhadap permohonan Orpheus.

Akhirnya karena lelah meratap dan memohon Orpheus kembali ke tempatnya kehilangan Eurydice untuk kedua kalinya. Sungguh kehilangan yang sekali ini lebih berat dirasanya daripada kehilangan yang pertama. Dan sungguh ironis! Ditemukannya liranya menggeletak hanya dua langkah dari tempat yang disinari matahari.

Orpheus kembali ke dunianya. Hari-harinya dijalaninya dengan murung dan penuh duka. Tak ada lagi yang mampu mengembalikan gairah hidupnya. Bahkan bayangan Eurydice pun tak mampu membuatnya bersemangat kembali, karena dia tahu betapa sia-sia mengharapkan kemurahan dewata agar Eurydice kembali ke sisinya.

Dia memutuskan untuk tidak kembali ke Thrace melainkan mengembara membawa luka di hatinya. Seolah ingin disuarakannya kepedihan hatinya dan ketidakadilan dewata terhadapnya ke seluruh pelosok dunia. Dan dawai-dawai liranya pun tak pernah lagi mengalunkan lagu suka.

Suatu ketika tibalah Orpheus di suatu desa yang sedang merayakan festival untuk menghormati Bacchus, dewa anggur dan keriangan. Para wanita yang hadir dalam festival tersebut membujuk Orpheus agar memainkan liranya untuk mengiringi hymne suci bagi Bacchus. Dalam dukanya Orpheus menolak. Rupanya penolakan tersebut menimbulkan amarah bagi wanita-wanita pemuja Bacchus. Dalam keadaan mabuk oleh anggur yang mereka minum dalam festival, mereka menyerang Orpheus dengan golok dan sabit dan mencabik-cabiknya beramai-ramai. Terlalu berat dibebani duka di hatinya Orpheus tidak berusaha melawan.

Ketika sadar para wanita tersebut terkejut dengan apa yang telah mereka perbuat. Namun terlambat! Orpheus telah mereka bunuh, kepalanya hanyut dibawa arus Sungai Hebrus sementara bibirnya masih terus menggumamkan sebuah nama. Nama yang hidup abadi dalam hatinya, Eurydice. Para peri yang menemukan kepala Orpheus kemudian menguburkannya di Libethra di lereng Olympus Di sana burung-burung penyanyi berkicau lebih merdu daripada burung-burung di tempat lain sejak saat itu.

Jiwa Orpheus yang meninggalkan tubuhnya meluncur ke kegelapan Hades. Di sana jiwanya bertemu dan bersatu dengan jiwa Eurydice. Meskipun kegembiraan dan keceriaan tak dikenal di Hades yang suram, namun jiwa Orpheus berbahagia dengan jiwa Eurydice, sebab cinta mereka telah mengalahkan maut itu sendiri.

Dan lira Orpheus? Lira tersebut terbawa ombak sampai ke Pulau Lesbos dan terdampar di pantainya. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan alat musik itu tergeletak di sana. Ketika debur ombak terus menyentuh dawai-dawainya dengan berirama, terciptalah melodi-melodi indah yang mengalun sampai ke telinga Apollo yang lalu memungut lira putranya tersebut dan meletakkannya di angkasa, di antara bintang-bintang, menjadi rasi bintang Lira.(hpk doc)

(Sumber:Forum KG/Legenda Dew&/Dewi Yunani/Hansel)

The End

ZODIAK BULAN INI – SAGITARIUS

•Desember 2, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Manfaatkan energi kreatifmu dalam berbagai bidang. Beberapa pihak akan menghargai dan mengagumi hasil karyamu itu. Siapa tahu, keberuntunganmu makin melesat naik.

Meskipun demikian, jangan menjanjikan sesuatu diluar batas kemampuanmu. Bisa jadi, mereka justru merendahkan dirimu karena tidak sanggup menjalankan amanat atau menepati janji.

Asmara :
Jangan main api, ah! Meski niatnya mainmain, bisa berdampak serius pada hubungan yang telah kamu jalani sekarang ini. Cari penyegaran sih bolehboleh saja. Tapi bukan dengan menjalin hubungan baru dengan orang lain.

Profil Romantis:
Perlambang dari Pemanah ini dijuluki House of Philosophy (filsafat filosofi), sesuatu yang berhubungan dengan keingin tahuan, mencari jati diri. Para Sagitarius adalah pencari kebenaran, sangat fokus dalam mempelajari cinta mereka dan menjelajahinya lebih dalam.

Sang Pemanah ingin mengungkap segala sesuatu secara mendalam, yang membuat percakapan berjalan tiada habisnya, dari agama sampai politik, dan mencari posisi terbaik yang membuatnya merasa paling nyaman.

Mereka cakap dalam berbagai hal dan selalu mempesona, mereka juga senang menghabiskan waktu untuk merenungi kehidupan yang telah mereka jalani, hal ini membuat mereka menjadi manusia yang mudah tersentuh oleh penderitaan manusia dan peduli keselamatan hewan dan hutan yang terancam punah. Seorang Pemanah menyukai tantangan, karena itu bisa membuat mereka lebih bergairah.

Profil Keuangan:
Sagitarius terkenal sebagai zodiak yang gemar menghabiskan uang dan biasanya mereka memang memiliki uang yang untuk dibelanjakan. Mereka juga termasuk salah satu yang paling beruntung. Dan lagi mereka memang orangorang yang pandai mencari uang, dan mereka selalu optimis dengan kemampuan mereka satu ini. Mereka selalu punya rencana dalam benak mereka dan selalu melihat segala selah kemungkinan yang bisa menguntungkan bagi mereka. sagitarius juga sangat menikmati saatsaat mereka menghabiskan waktu mereka menyelesaikan segala rencana mereka, dan menganggap semua itu sebagai petualangan dalam hidup.

Pada dasarnya mereka senang memegang uang dan tahu apa yang harus mereka lakukan dengan benda tersebut, seperti bersenang-senang dan mencari kebebasan. Uang membuat para Sagitarius bisa melakukan apapun yang mereka inginkan. Sagitarius percaya bahwa rejeki pasti datang dengan sendirinya, selama kita mau berusaha. Dan akan tiba waktunya saat mereka memetik hasil dari keuntungan hasil kerja keras mereka. Mereka juga senang berbakti pada negaranya dgn mengharapkan imbal balik dari pertaruhan dan resiko yang telah diberikan.

Untungnya semua Sagitarius berani berbuat salah dan senang berbagi kebahagiaan dengan lingkungan sekitarnya. Mereka cukup handal mengurus masalah keuangan, meskipun mereka lebih memilih mengerjakan transaksi selanjutnya. Jika mereka merasa mulai jenuh dengan urusan keuangan tersebut, mereka akan menerima anjuran untuk mencari seorang akuntan yang bisa dipercaya untuk menangani urusan keuangan mereka.

Sebaik-baiknya Sagitarius menangani pengeluarannya, tanpa mereka sadari, ada yang berusaha merusak kelancaran pembukuan mereka. Sagitarius juga sangat dermawan, terutama kepada teman-teman mereka, karena kedermawanan mereka teman yang meminjam pun merasa bahwa pinjaman tersebut lebih berkesan sebagai pemberian. Para Sagitarius terkenal juga jarang meminjam uang, karena mereka takut mereka lupa untuk membayarnya.

Sagitarius sangat menikmati setiap alur kehidupan yang terjadi dalam hidup mereka. dan beruntunglah mereka karena sepertinya mereka tidak pernah mengalami kesulitan dalam urusan keuangan untuk bisa menikmati hidup.(HPK/DOC)

The Golden Age of Classical Myths – Part. 3

•November 18, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mars (Ares)
Mars, dewa perang yang haus darah adalah putra Jupiter dengan Juno. Sosoknya tampak gagah, jantan, dan berwibawa di balik balutan busana perang yang gemerlapan. Namun sayangnya hanya hal itulah yang dapat dibanggakan dari dirinya.

Tak ada satupun kisah yang menyanjung kehebatannya, karena sebagai dewa perang kegemarannya hanyalah menyaksikan kekerasan, pertumpahan darah, korban yang berjatuhan, dan peradaban yang dihancurkan. Bila umumnya dewa-dewi menghendaki kebahagiaan bagi umat manusia, sebaliknya yang dia kehendaki hanyalah penderitaan dan kehancuran.

Bahkan orang tuanya pun tidak menyukainya. Pernah dalam suatu kesempatan Juno, menghadap Jupiter, memohon agar Mars diseret dari medan perang dalam keadaan memalukan. Jupiter setuju. Dia memerintahkan Minerva melakukan hal tersebut. Hal itu terjadi pada saat Perang Troya berlangsung. Juno yang memihak Yunani mendapat kesulitan dari Mars yang membantai pasukan Yunani hanya karena tampaknya pasukan Yunani berada di pihak yang akan kalah.

Mars membenci Pax dan Ceres karena dewi-dewi tersebut mencintai perdamaian. Namun begitu dia harus berhati-hati terhadap mereka karena Minerva yang juga mencintai perdamaian selalu membela mereka. Meski Mars adalah dewa perang, dia selalu berada di pihak yang kalah bila harus berhadapan dengan Minerva yang tak hanya mengandalkan kekuatan fisik belaka namun juga taktik dan akal sehat terlebih dilandasi tekad yang kuat untuk membela perdamaian.

Meski begitu toh ada juga yang menjadi sahabat dan pengagumnya, yaitu Discordia, dewi kebencian yang senang dengan perpecahan, dan Venus, dewi cinta dan kecantikan yang terpesona oleh sosoknya yang gagah.

Perkawinan Mars dan Venus melahirkan anak-anak yang seperti selalu dikatakan bahwa batas antara cinta dan kebencian amatlah tipis, yaitu Cupid, dewa asmara; Anteros, dewa nafsu birahi; Hymen, dewa perjodohan; Hermione, pembawa harmoni; Phobos dan Deimos, ketakutan dan teror; serta Bellona, dewi perang yang menjadi kusir kereta ayahnya.

Konon bangsa Romawi yang suka berperang adalah keturunan Mars dari seorang vestalia (gadis-gadis pelayan di kuil Dewi Vesta), yaitu Rhea Sylvia, yang kemudian melahirkan Remus dan Romulus yang mendirikan kota Roma.

Venus (Aphrodite)
Venus adalah dewi cinta dan kecantikan, putri Jupiter dengan Dione, dewi kelembaban, putri Epimetheus.

Dia dilahirkan berupa buih di tengah lautan. Buih tersebut makin lama makin membesar dan tiba-tiba dari dalamnya muncullah Venus dalam wujud wanita muda jelita. Ikan-ikan dari dalam lautan berloncatan riang menyambut kelahiran dewi baru tersebut, burung-burung laut girang sambil mengepak-ngepakkan sayap mengelilinginya, peri-peri laut membawakannya kulit kerang yang terbesar dan terbagus untuk dinaikinya, Favonius, Angin Barat yang berhembus sepoi-sepoi, membawa perahu kulit kerang tersebut ke pantai pulau terdekat, Cyprus. Flora, kekasih Favonius yang merupakan dewi bunga menghujaninya dengan berbagai macam bunga yang semerbak.

Segera sesampainya di pantai, peri-peri di hutan Cyprus bertindak sebagai nona-nona rumah mendandani dewi baru tersebut. Dewi-dewi musim turun dari Olympus membawakannya gaun yang indah serta berbagai macam perhiasan yang menambah pesona sang dewi baru tersebut.

Jupiter kemudian mengirimkan awan untuk mengangkat putrinya tersebut ke balai para dewa di Olympus. Semua yang hadir terpikat oleh kejelitaannya dan berlomba-lomba menarik perhatiannya mencoba menjalin hubungan yang lebih akrab. Kemudian Jupiter memberinya wewenang untuk mengurus masalah kecantikan, keindahan, dan berbagai macam emosi manusia, khususnya yang berhubungan dengan asmara. Jadilah Venus dewi cinta dan kecantikan.

Dalam menjalankan tugasnya Venus selalu dibantu oleh putranya, Cupid yang bersayap dan membawa panah bermata berlian yang mampu menembus hati yang sekeras baja. Cupid dilukiskan sebagai anak kecil yang montok dan menggemaskan. Konon Venus pernah mengeluh kepada Justitia, dewi keadilan, karena Cupid tidak pernah tumbuh menjadi dewasa. Justitia kemudian memberikan jawaban bahwa Cupid akan tumbuh menjadi dewasa bila beserta saudaranya Anteros, dewa nafsu birahi. Kemudian Venus melahirkan Anteros dan Cupid pun tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang cakap.

Venus memiliki ikat pinggang bernama cestus yang selalu memberinya ilham dalam percintaan dan membuat siapa saja yang terkena pengaruh kekuatannya sulit terhindar dari masalah asmara. Meski demikian ada tiga orang dewi yang tak terpengaruh oleh kekuatan gaib ikat pinggangnya dan tetap perawan, yaitu Minerva, yang menolak mencintai pria manapun karena hanya mencintai kemanusiaan; Diana, dewi malam purnama dan perburuan yang angkuh; serta Vesta, dewi perapian dan kehangatan keluarga yang keinginannya sederhana, yaitu menjaga dan memelihara kehangatan hati dalam keluarga.

Meski selalu menyombongkan diri dalam masalah asmara, Venus tak luput pernah jatuh cinta serta mengalami kekecewaan, bahkan dengan makhluk fana. Pria-pria yang pernah dicintainya antara lain Anchises, ayah Aeneas yang menjadi leluhur bangsa Romawi, serta Adonis yang tampan rupawan. Konon kematian Adonis akibat diterkam hutan membuat Venus begitu berduka sehinga dia berjalan jauh meninggalkan Olympus untuk menguburkan kekasihnya itu tanpa mengenakan alas kaki, sehingga kakinya luka tertusuk oleh bebatuan tajam. Darah yang mengalir dari lukanya mewarnai mawar yang semula seputih salju menjadi merah, lambang hati yang membara oleh cinta, sedangkan darah yang menetes dari tubuh Adonis berubah menjadi bunga anemone.

Venus dilukiskan sebagai wanita jelita berambut keemasan dan bermata violet yang selalu bercermin mengagumi kecantikannya sendiri. Bunga mawar dan pohon cypress menjadi persembahan bagi Venus. Sedangkan burung merpati yang selalu berpasangan dan angsa putih yang anggun menjadi hewan kesayangannya.

Vulcan (Hephaestus)
Vulcan adalah dewa api dan pandai logam, putra sulung Jupiter dengan Juno. Dia dilahirkan sebagai bayi yang cacat kakinya, sehingga Juno yang merasa malu melahirkannya kemudian melemparkannya dari puncak Olympus ke dalam lautan. Kalau saja bukan seorang dewa, bayi tersebut pastilah sudah binasa. Bayi tersebut terus tenggelam sampai ke dasar samudra sampai ditemukan oleh dua orang dewi laut, yaitu Thetis dan Eurynome, yang kemudian merawatnya.

Vulcan tumbuh dewasa dan akan menjadi seorang dewa laut pula bila tidak tanpa sengaja suatu hari dia melihat gunung berapi meletus. Lavanya melelehkan semua benda yang dilaluinya. Kagum oleh fenomena alam yang demikian hebat membuat Vulcan berpikir bahwa api dapat dimanfaatkan untuk mengolah benda-benda keras seperti logam dan membentuknya sesuai keinginan. Maka lahirlah penempaan logam.

Untuk menyatakan rasa terima kasihnya kepada Thetis dan Eurynome, Vulcan membuat seuntai kalung emas bertatahkan permata bagi mereka. Dalam suatu kesempatan Juno berjumpa dengan Thetis. Terkagum-kagum oleh kalung yang dikenakan Thetis, Juno menanyakan siapakah yang begitu ahli merancang kalung yang sedemikian indah kepada Thetis. Thetis menjawab bahwa Vulcan, putra Juno sendiri yang telah membuatnya. Sejenak Juno merasa ragu namun kemudian dia berkata kepada Thetis agar menyampaikan perintahnya kepada Vulcan untuk membuatkan singgasana emas yang indah baginya.

Vulcan yang mendengar dari Thetis bahwa ibunya memerintahkannya membuat singgasana emas menyanggupi hal tersebut. Tangan-tangannya yang terampil segera bekerja dan setelah beberapa saat singgasana emas yang penuh ukir-ukiran indah dan dihiasi pula dengan permata itu pun jadilah. Namun dia belum selesai bekerja. Rupanya dia menyiapkan suatu jebakan bagi Juno. Ia menciptakan rantai-rantai dari sejenis logam ajaib yang tak terlihat mata kemudian memasangnya pada singgasana tersebut. Setelah selesai barulah singgasana tersebut dikirim ke Olympus untuk dipersembahkan pada Juno.

Betapa girangnya Juno melihat singgasana emas yang begitu indah dipersembahkan baginya. Segera dia duduk di atas singgasana tersebut. Tetapi hanya sejenak kemudian senyumnya berubah menjadi kegusaran saat dia merasa ada rantai tak terlihat yang membelenggunya di atas singgasana tersebut. Para dewa-dewi mencoba melepaskan rantai tersebut namun tak berhasil.

Akhirnya Jupiter memerintahkan Mercury untuk membujuk Vulcan ke Olympus dan membebaskan ibunya. Namun Mercury gagal. Kemudian Mars diutus untuk menyeret Vulcan ke Olympus dan membebaskan Juno. Namun juga gagal. Akhirnya Bacchus, dewa anggur dan keriangan, disertai para pengikutnya yang riang gembira, berangkat ke bengkel kerja Vulcan sambil membawa bergentong-gentong anggur. Bacchus menawarkan secawan anggur pada Vulcan yang segera mereguknya dengan nikmat. Kemudian Bacchus terus mengisi cawan Vulcan sehingga akhirnya Vulcan menjadi mabuk. Pada saat itulah Bacchus berhasil membawa Vulcan ke Olympus.

Sesampainya di Olympus, Vulcan tersadar dari mabuknya. Ketika dilihatnya Juno menderita karena ulahnya, dia merasa menyesal dan segera membebaskannya. Juno yang terharu oleh cinta dan bakti putra sulungnya memeluknya. Sejak saat itu ibu dan anak berdamai.

Jupiter begitu bersukacita melihat hal tersebut sehingga dia memerintahkan Venus untuk menjadi istri Vulcan. Begitulah yang terjadi, yang terburuk di antara para dewa menikahi dewi tercantik! Akan tetapi Venus yang tidak mencintai suaminya kemudian meninggalkannya untuk menikahi saudaranya, Mars.

Vulcanlah yang membuat perisai dan perlengkapan perang untuk Achilles yang sangat mengagumkan dalam Perang Troya atas permintaan Thetis. Vulcan memang sangat menyayangi Thetis yang telah merawatnya ketika bayi sampai dewasa. (hpk/doc)

to be continued….

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/hpk doc/Nov/07)

Trik Menulis Feature

•November 18, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Apa itu feature? Sebenarnya kalo Anda membaca buku-buku tentang jurnalistik, belum ada rumusan tunggal tentang feature. Masing-masing ahli jurnalistik belum sepakat. Menurut penulis buku Jurnalistik Praktis, Asep Syamsul M Romli, ada beberapa ciri khas dari feature:

1. Tulisan yang mengandung unsur human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi—menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch—menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi.

2. Tulisan tersebut mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel—bacaan ringan dan menyenangkan—namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.

Bagaimana trik atau cara menulis feature?

Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.

Yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah lead yang menarik. Nah, lead dalam feature inilah yang sepertinya penting, meski bukan pokok memang. Bahkan jangan lupa, selain lead, kita juga harus membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead. Jadi rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca. Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk memotong tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan ‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam feature itu penting. Itu saja.

Nah, harus diakui bahwa yang terpenting dalam pembuatan tulisan berjenis feature ini adalah lead. Kekuatannya ada di sana. Lead ibarat pembuka jalan. Jadi upayakan benar-benar menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca. Sebab, gagal dalam menuliskan lead pembaca bisa ogah meneruskan membaca. Gagal berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus pintar betul menggunakan kalimatnya. Bahasa rapi, terjaga, bagus dan kelihaian dalam cara memancing itu haruslah jitu. Memang sih, tak ada teori yang baku tentang menulis lead sebuah feature. Semuanya berdasarkan pengalaman dan juga perkembangan.

Mencari Lead Menarik untuk Penulisan Feature

Lead, alias teras berita adalah sebuah tulisan pembuka yang menjadi titik penting bagi pembaca. Lead yang menarik, sangat boleh jadi akan merangsang pembaca untuk terus membaca isi berita atau artikel yang kita buat. Kalo lead-nya kurang menarik, pembaca akan mengucapkan “wassalam” saja. Mereka merasa cukup membaca sebatas judul, atau satu kalimat atau alinea di depan yang tak menarik itu. Jadi, perlu mendapat perhatian juga supaya tulisan yang kita buat mampu menggoda pembaca untuk melanjutkan bacaannya. Yup, boleh dibilang selain judul, lead adalah jajanan yang ‘wajib’ memikat hati pembaca. Itu sebabnya, lead menjadi begitu penting, meski tidak pokok tentunya.
Dibanding berita lurus, tulisan jenis feature konon kabarnya paling banyak disukai wartawan untuk menulisnya. Untuk membuat lead bagi jenis tulisan feature, ada beberapa contoh lead yang biasa digunakan banyak wartawan (saya sarikan dari berbagai sumber. Ini juga pernah dimuat di buku saya: Menjadi Penulis Hebat, Idea Pustaka, 2003):

Lead Ringkasan:
Lead ini hampir mirip dengan berita biasa, bedanya, yang ditulis adalah inti ceritanya. Banyak penulis feature menulis lead gaya ini karena gampang. Misal: Usia tua bukan halangan bagi Bu Maryam untuk tetap bertahan jualan gado-gado di kantin sekolah kita. Ia, dengan semangat tinggi bertekad menghidupi anaknya agar bisa sekolah seperti yang lain. Dan seterusnya…. Pembaca sudah bisa menebak, yang mau ditulis adalah penjual makanan bernama Bu Maryam yang sudah tua.

Lead Bercerita:
Lead ini menciptakan suatu suasana dan membenamkan pembaca seperti ikut jadi tokohnya. Misal: Anak berseragam putih-abu itu menenteng balok kayu. Sorot matanya tajam bagai elang mengincar mangsanya. Sejurus kemudian ia memberi komando untuk menyerang lawannya dari sekolah lain. Tawuran pun tak bisa dihindari lagi. Warga sekitar kejadian, yang kebanyakan ibu-ibu ketakutan menyaksikan drama itu… Pembaca masih bertanya apa yang terjadi. Padahal feature itu bercerita tentang maraknya tawuran pelajar yang selama ini selalu bikin resah. Ini akan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca tulisan tersebut.

Lead Deskriptif:
Lead ini menceritakan gambaran kepada pembaca tentang suatu tokoh atau suatu kejadian. Penulis yang hendak menulis profil seseorang, biasanya seneng banget bikin lead kayak begini. Misal: Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung kebayanya, ia terus mengulek bumbu pecel. Sementara anak-anak sekolah sibuk berebutan membeli gorengan di kantin sekolah itu. Meski banyak anak yang suka curang dengan tidak membayar dagangannya, Bu Maryam tak pernah ambil pusing, “Mungkin dia tidak punya uang”, katanya suatu saat….. dst….Pembaca mudah terhanyut oleh lead begini, apalagi penulisnya ingin membuat kisah Bu Maryam yang bak pelangi.

Lead Pertanyaan:
Lead ini menantang rasa ingin tahu pembaca, asal dipergunakan dengan tepat dan pertanyaannya wajar saja. Lead begini sebaiknya satu alinea dan satu kalimat, dan kalimat berikutnya sudah alinea baru. Misal: Untuk apa mereka berjihad ke Irak? Memang ada yang sinis dengan dibukanya pendaftaran relawan untuk berjihad ke Irak, menyusul invasi AS dan sekutunya ke negeri seribu satu malam itu 20 Maret lalu. Bahkan pemerintah pun menanggapi dingin rencana tersebut bahkan ada yang pejabat yang mengatakan “konyol” terhadap rencana tersebut…dst….Pembaca kemudian disuguhi feature tentang rencana relawan yang akan berjihad ke Irak.

Lead Nyentrik:
Lead ini nyentrik, ekstrim, bisa berbentuk puisi atau sepotong kata-kata pendek. Hanya baik jika seluruh cerita bergaya lincah dan hidup cara penyajiannya. Misal:
Hancurkan Amerika!
Tangkap Bush!
Bush Teroris!
Tegakkan Khilafah
Hancurkan demokrasi!
Teriakan itu bersahut-sahutan dari ribuan pendemo di depan Kedubes AS dalam unjuk rasa menentang invasi AS dan sekutunya ke Irak …. dst…. Pembaca akan disuguhi feature tentang tuntutan para pengunjuk rasa tersebut.

Lead Menuding:
Lead ini berusaha berkomunikasi langsung dengan pembaca dan ciri-cirinya adalah ada kata “Anda” atau “Saudara” (bisa juga Kamu). Pembaca sengaja dibawa untuk menjadi bagian cerita, walau pembaca itu tidak terlibat pada persoalan. Misal: Kamu jangan bangga dulu punya HP oke. Meski kemana-mana nenteng ponsel yang fiturnya seabrek, boleh jadi kamu buta tentang teknologi telgam ini dst….

Lead Kutipan:
Lead ini bisa menarik jika kutipannya harus memusatkan diri pada inti cerita berikutnya. Dan tidak klise. Misal: “Saya akan terus berjuang sampai titik darah yang penghabisan. Lebih baik mati daripada menanggung derita karena dijajah Israel,” kata seorang pemuda Palestina dengan lantangnya saat membakar bendera Israel di Tepi Barat dalam sebuah demonstrasi yang digelar ratusan pejuang Palestina itu… dan seterusnya. Pembaca kemudian digiring pada kisah perjuangan rakyat Palestina.

Lead Gabungan:
Ini adalah gabungan dari beberapa jenis lead tadi. Misal: “Saya tak pernah merasa gentar menghadapi serbuan AS dan sekutunya” kata Saddam Husein dalam pidato yang berapi-api itu. Ia tetap tersenyum cerah dan melambai-lambaikan tangannya di hadapan ribuan rakyat Irak di sela-sela pidatonya itu…. Ini gabungan lead kutipan dan deskriptif. Dan lead apa pun bisa digabung-gabungkan.

(Sumber : PenulisLepas.com/Konsultasi Penulisan /O. Solihin/hpk doc/Nov/07)

Mengetahui Karakter SEKS Anda..!

•November 18, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan ini kami tampilkan hanya untuk penyegaran semata. Jangan percaya kalau uraiannya terasa memojokkan diri Anda, sebab kemungkinan besar huruf pertama nama penulis artikel ini adalah K. Sementara kemungkinan yang lain, si penulis mempunyai masa lalu yang buruk dengan seseorang yang mempunyai nama dengan huruf pertama N.

Dikatakan, menurut sebuah studi identitas seksual yang tidak begitu jelas sumbernya. Karakter seks Anda bisa terbaca lewat huruf pertama nama Anda sendiri. Berikut rincian penjelasannya ;

A:
Anda tak romantis tetapi lebih tertarik pada tindakan. Bersama Anda, apa yang dilihat adalah yang didapat. Anda tidak punya kesabaran untuk bermain mata dan tak mau repot meladeni seseorang yang malu-malu kucing, manis, pura-pura sopan dan amat memikat hati. Anda adalah seseorang di garis depan. Ketika tiba saatnya berhubungan seks, tindakan adalah yang penting bukan isyarat-isyarat tak jelas. Daya tarik fisik pasangan penting untuk Anda. Anda menemukan bahwa perburuan dan tantangan sangat menggairahkan. Dari penampilan luar anda tidak tampak sebagai orang yang penuh gairah dan seksi. Anda tidak memberi tahu orang banyak tentang gairah dan keseksian Anda. Kebutuhan fisik adalah perhatian utama Anda.

B:
Anda menyemburkan getaran sensualitas yang malas. Anda menyukai suasana romantis, penuh dengan suasana jamuan makan malam penuh dengan anggur. Anda senang menerima hadiah-hadiah sebagai tanda cinta dari pasangan. Anda ingin dimanja dan tahu bagaimana memanjakan pasangan. Anda sangat pribadi dalam menunjukkan rasa cinta dan khususnya saat bercinta. Anda akan menahan semuanya sampai segala sesuatunya sesuai dengan persetujuan Anda. Anda dapat mengontrol hasrat dan puasa dari seks bila harus demikian. Anda membutuhkan sensasi dan pengalaman baru. Anda ingin bereksperimen.

C:
Anda adalah pribadi yang sangat sosial oleh karenanya penting untuk punya hubungan pribadi. Anda butuh kedekatan dan kebersamaan. Anda harus dapat bicara dengan pasangan sebelum, selama dan sesudah bercinta. Anda ingin obyek kasih sayang Anda dapat diterima secara sosial dan kelihatan ganteng/cantik. Anda melihat kekasih sebagai teman dan pendamping. Anda adalah orang yang sangat seksi dan sensual, butuh seseorang untuk menghargai dan hampir memuja diri Anda. Ketika itu tidak tercapai, Anda punya kemampuan untuk pergi dalam waktu lama tanpa aktivitas seks. Anda adalah seorang ahli dalam mengontrol keinginan.

D:
Sekali kepala Anda memberitahu bahwa Anda butuh seseorang, Anda mulai bergerak dengan penuh semangat untuk mengejarnya. Anda tak menyerah dengan mudah. Anda adalah orang yang sangat ngemong dan peduli bila orang lain punya masalah. Anda adalah orang yang sangat seksi, bergairah, setia dan penuh semangat dalam membina hubungan meski kadang posesif dan pencemburu. Seks bagi Anda adalah hal menyenangkan yang harus dinikmati. Anda terdorong oleh hal eksentrik dan tak biasa, bebas dan terbuka.

E:
Kebutuhan terbesar Anda adalah bicara. Jika teman kencan Anda bukan pendengar yang baik, hubungan Anda bisa buruk. Pasangan Anda harus menarik secara intelektual. Jika tidak, Anda tak akan tertarik secara seksual padanya. Anda butuh teman untuk seorang kekasih sekaligus pendamping untuk teman tidur. Anda membenci ketidakharmonisan dan gangguan tetapi menikmati perdebatan sesekali. Anda senang main mata karena tantangan lebih penting dibanding tindakan seksual. Namun sekali Anda memberikan hati, Anda adalah orang yang sangat setia. Ketika Anda tak punya teman tidur yang baik, Anda akan tertidur dengan sebuah buku bagus di sisi Anda. (Terkadang, dalam kenyataan Anda lebih memilih buku yang baik).

F:
Anda termasuk orang idealis dan romantis serta seorang pemuja lawan-jenis. Anda mencari pasangan hidup yang terbaik. Anda senang main mata tetapi sekali berkomitmen, Anda sangat setia pada pasangan. Anda sensual, seksi dan bergairah secara pribadi. Di muka publik Anda tampak senang pamer, mewah dan gagah. Anda terlahir sebagai orang romatis. Adegan cinta dramatis adalah fantasi favorit Anda di masa silam. Anda adalah kekasih yang amat baik hati.

G:
Anda orang yang sangat pemilih, mencari kesempurnaan pada diri sendiri dan kekasih. Anda hanya menanggapi kekasih yang secara intelektual sama atau lebih dan orang yang dapat meningkatkan status. Anda orang yang sensual dan tahu bagamana meraih puncak stimulasi erotis karena Anda mengerjakannya dengan amat cermat. Anda dapat menjadi seseorang yang amat aktif secara seksual ketika menemukan
waktu yang tepat. Tugas-tugas dan tanggung jawab mengatasi hal-hal lain. Anda mungkin sulit dekat secara emosi pada seorang kekasihtetapi tidak kesulitan dekat secara seksual.

H:
Anda mencari pasangan yang dapat menaikkan reputasi dan mendapatkan ketrampilan. Anda sangat baik terhadap kekasih sekali waktu menjalani komitmen. Hadiah-hadiah Anda sebenarnya merupakan investasi bagi pasangan. Sebelum menjalani komitmen, Anda cenderung berhemat dan berhati-hati terhadap pengeluaran dan kebiasaan berkencan serta sama hati-hatinya dengan keterlibatan secara seksual. Anda adalah kekasih yang sensual dan sabar.

I:
Anda memiliki kebutuhan besar untukdicintai dan dihargai… bahkan keinginan untuk dipuja. Anda menikmati kemewahan, sensualitas dan kenikmatan ragawi. Anda mencari kekasih yang tahu apa yang dikerjakan. Anda tidak tertarik pada seorang amatir kecuali amatir yang membutuhkan seorang tutor. Anda cerewet dan menghabiskan banyak tenaga untuk membuat keinginan terpenuhi. Anda butuh eksperimen dan mencoba mode baru untuk kegiatan seks. Anda mudah bosan sehingga membutuhkan petualangan dan perubahan seksual. Anda lebih sensual daripada seksual tetapi kadang menurun menjadi terlalu bernafsu.

J:
Anda sangat romantis dan terkait dengan kemewahan cinta. Memiliki pasangan adalah hal yang sangat penting bagi Anda. Anda bebas dalam menyatakan cinta dan ingin mengambil kesempatan, mencoba pengalaman seks dan pasangan baru, membuat semuanya terasa enak. Otak memicu Anda. Anda harus merasa bahwa pasangan mendorong secara intelektual. Bila tidak, Anda akan kesulitan menjaga hubungan dengannya. Anda membutuhkan cinta, disayang, minum anggur dan makan malam untuk tahu bahwa Anda dihargai.

K:
Tak ada kata lain Anda benar-benar luar biasa mengagumkan

L:
Anda sangat romatis, idealis kadang percaya bahwa mencintai berarti berkorban. Anda mengakhiri hubungan atau berhenti menarik hati orang yang punya masalah tak biasa. Anda melihat diri sendiri sebagai penyelamat kekasih. Anda tulus, penuh kasih, penuh nafsu dan mimpi. Anda mudah jatuh cinta. Anda berfantasi dan terdorong oleh film dan majalah. Anda tidak mengatakan rahasia hidup kepada orang lain. Tak juga fantasi seksual Anda.

M:
Emosional dan bersemangat. Ketika terlibat dalam sebuah hubungan, Anda melempar seluruh diri Anda di dalamnya. Tak ada yang bias menghentikan Anda, tak ada satu palang pun yang menghalangi Anda. Anda habis-habisan dan mengidamkan seseorang yang sama penuh kasih dan bersemangat. Anda percaya pada kebebasan seksual total. Anda ingin mencoba semua. Pasokan energi seksual Anda tak ada matinya. Anda juga senang bertindak seperti `ibu’ bagi pasangan.

N:
Anda payah di tempat tidur

O:
Anda sangat tertarik terhadap kegiatan seksual tetapi sangat tertutup dan malu mengakui hasrat ini. Anda dapat mengarahkan banyak dari energi seksual itu untuk menghasilkan uang dan atau mencari kekuasaan. Anda dengan mudah dapat memperpanjang periode lajang Anda. Anda penuh kasih, penuh gairah, pecinta seks menuntut hal yang sama dan pasangan. Seks adalah hal yang serius sehingga Anda meminta keragaman intensitas dan ingin mencoba semua. Kadang gairah Anda
berubah menjadi posesif yang harus terus dicek.

P:
Anda sangat sadar akan norma sosial. Anda tak akan memikirkan melakukan sasuatu yang membahayakan citra atau reputasi. Penampilan itu penting. Anda membutuhkan pasangan yang kelihatan tampan/cantik juga pandai. Anehnya, Anda kadang memandang pasangan sebagai musuh untuk mendorong getaran saks. Anda relatif bebas dari gangguan seksual. Anda mau bereksperimen dan mencoba cara baru. Anda sangat sosial dan sensual. Anda menikmati main mata dan membutuhkan cukup banyak penghargaan dari segi fisik.

Q:
Anda butuh aktivitas dan dorongan konstan. Anda punya banyak sekali energi fisik. Tak mudah bagi seorang pasangan untuk tetap bersama dengan Anda, baik secara seksual maupun hal lain. Anda adalah kekasih yang antusias dan cenderung tertarik pada orang dari kelompok etnis lain. Anda butuh roman, jantung hati dan bunga dan banyak perbincangan untuk menaikkan gairah dan berlanjut ke kegiatan seks.

R:
Anda orang yang sangat logis dan sangat berorientasi pada tindakan. Anda butuh seseorang yang dapat mengikuti langkah dan secara intelektual menyamai, lebih cerdas lebih baik. Anda menjadi bergairah lebih cepat karena dorongan pikiran dibanding badan yang indah. Namun ketertarikan fisik amat penting bagi Anda. Anda harus merasa bangga pada pasangan. Secara pribadi Anda sangat seksi tapi Anda tak meminta, Anda ingin berlaku sabagai guru. Seks ilu penting, karenanya Anda dapat menjadi pasangan yang sangat menuntut.

S:
Anda sangat tertutup, menahan diri dan malu. Anda sangat seksi, sensual dan bengairah tetapi tak membiarkan hal ini. Hanya dalam keintiman pribadi Anda membiarkan alam membuka rahasia Anda. Ketika seks menjadi hal fundamental, Anda adalah seorang ahli. Anda tahu semua trik kecil, dan sanggup bersandiwara atau bermain-main dan membuat kehidupan cinta menjadi sangat serius. Anda punya kesabaran untuk menunggu orang yang tepat.

T:
Anda sangat sensitif, pribadi dan pasif secara seksual. Anda menyukai pasangan yang mengambil pimpinan. Msuik, lampu yang temaram dan pikiran romantis menaikkan gairah Anda. Anda berfantasi tetapi tidak mudah jatuh cinta. Ketika sedang kasmaran, Anda romantis, idealis, menggelegak, dan amat bersemangat. Anda menikmati saat pikiran dan perasaan terdorong, terangsang dan tergoda. Anda adalah orang yang mahir dalam bermain mata. Anda mampu membuat hubungan sesuai dengan mimpi, seringkali yang ada di kepala Anda.

U:
Anda bersikap antusias dan idealis ketika sedang jatuh cinta. Ketika tidak sedang jatuh cinta, Anda jatuh cinta dan selalu mencari seseorang untuk dipuja. Anda melihat roman sebagai tantangan. Anda adalah seorang penjelajah dan butuh petualangan, kehebohan dan kebebasan. Anda hanya berurusan dengan hubungan yang potensial. Anda merasa nikmat memberi hadiah dan melihat pasangan terlihat cantik/tampan. Dorongan seks Anda kuat dan bernafsu untuk langsung dikagumi. Anda ingin menempatkan kesenangan pasangan di atas keinginan diri sendiri.

V:
Anda individualis dan butuh kebebasan, ruang dan kehebohan. Anda menunggu sampai kenal seseorang dengan baik sebelum berkomitmen. Mengenal seseorang berarti menjiwainya. Anda merasa butuh mengerti isi kepalanya untuk mengerti apa yang mambuatnya bergerak. Anda tertarik pada orang bertipe eksentrik. Seringkali ada perbedaan usia antara Anda dan pasangan. Anda menikmati bahaya, gairah dan ketegangan. Adegan gay membuat Anda bergairah meski Anda bukan gay.

W:
Anda sangat bangga, tekun dan menolak tantangan ketika mengejar cinta. Ego Anda dipertaruhkan. Anda romantis, idealis dan sering jatuh cinta dengan cinta itu sendiri dan tidak melihat pasangan sebagai dirinya sendiri. Anda merasa benar-benar melemparkan seluruh diri Anda ke dalam hubungan. Tak ada yang terlalu baik untuk pasangan. Anda menikmati percumbuan.

X:
Anda butuh stimulasi konstan karena mudah bosan. Anda dapat berpacaran dengan lebih dari satu orang dengan mudah. Anda tak dapat mematikan pikiran. Anda terus bicara selagi bercinta. Anda punya hubungan cinta yang hebat, semuanya oleh diri sendiri dan di dalam kepala.

Y:
Anda seksi, sensual dan sangat mandiri. Bila tak mendapatkannya dengan cara Anda sendiri, Anda menghentikan segala sesuatunya. Anda ingin mengontrol hubungan yang tidak selalu berjalan dengan baik Anda merespon dorongan fisik, menikmati sentuhan di leher dan menghabiskan berjam-jam hanya untuk menyentuh, merasakan dan mengeksplorasi. Namun jika Anda menghabiskan waktu mencari uang, Anda akan menghentikan kesenangan ragawi ini sementara waktu. Anda merasa perlu membuktikan pada diri sendiri dan pasangan betapa hebatnya Anda sebagai seorang kekasih. Anda ingin umpan balik soal kinerja. Anda teman tidur yang terbuka, mendorong dan romantis.

Z:
Bagi Anda bisnis harus didahulukan dibanding urusan seks. Jika Anda diganggu urusan karir, bisnis atau urusan uang, Anda akan susah untuk rilek dan mendapat mooduntuk bercinta. Anda idealis, romantis terhadap tanggungjawab dan merasa harus sangat sensual. Anda tak pernah kehilangan kontrol terhadap emosi. Anda sangat hati-hati sebelum memberikan hati dan tubuh untuk urusan satu ini. Sekali Anda berkomitmen, Anda akan lekat seperti lem.

(Sumber: NN/hpk doc/Nov/07)

Belajar Moral dari Petualangan Harry Potter

•November 18, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sudah banyak penelitian tentang Harry Potter dilakukan untuk mengungkap rahasia di balik kesuksesan karya sastra populer sepanjang abad 20-21 ini. Bagaimana anak-anak betah mengikuti cerita dalam buku yang tebalnya mencapai 500 halaman lebih, seperti sebuah teka-teki yang menyedot perhatian banyak peneliti untuk memecahkannya.

Sangat menarik Rowling menciptakan sebuah dunia sihir yang penuh makhluk-makhluk imajinatif dari sejarah, legenda, dan mitos, melambungkan fantasi murni anak-anak dan memperkaya imajinasi orang dewasa. Selain itu Rowling tidak hanya melukiskan citra fantastis, tetapi juga citra yang familier dengan keseharian pembaca. Penceritaan Rowling tentang kehidupan murid-murid sekolah Hogwarts, kompetisi antar sekolah Turnamen Internasional Triwizard, peristiwa Piala Dunia Quidditch, kegiatan belanja di Diagon Alley dan Hogshead, begitu mirip dengan dunia pembaca.

Yang lebih menarik, Edmund M. Kern menyajikan pandangannya tentang kehebohan novel Harry Potter tidak hanya dalam segi naratif cerita namun juga pelajaran moral yang tersirat di dalamnya.

Dia membedah keunikan karakter-karakter dalam Harry Potter yang mempunyai sejarah masa lalu menarik dan terus membentuk kehidupan mereka di masa kini. Setiap karakter memiliki pengaruh masa lalu, mengingatnya, kemudian dengan sadar menghadapi masa depan.

Harry tidak hanya mewujudkan kebijakan banyak pahlawan seperti Superman atau Batman, tetapi juga memberi perbaikan lewat kesadaran besar akan pilihan, empati, dan tanggung jawab yang ada karena pengetahuan baru. Sebagai pahlawan dalam proses, Harry mendidik dirinya sendiri seperti halnya orang lain menuntunnya.

Adanya makhluk-makhluk legendaris magis yang digunakan, menunjukkan cara Rowling menyampaikan pelajaran moral yang penting dengan simbol. Grindylow, hinkypunk, kappa, pixy, poltergeist, red cap merupakan simbol kesulitan dan bahaya hidup setiap manusia, namun mereka mudah diatasi jika kita sabar dan cerdas menganggap semua itu hanya gangguan kecil. Boggart adalah penganggu yang mengambil bentuk yang paling ditakuti lawannya dan bisa dikalahkan dengan tawa. Itu menandakan yang paling ditakuti setiap manusia adalah rasa takut itu sendiri. Hipogriff meski buas dan tidak menyukai manusia, bisa jinak jika calon penunggang bisa dipercaya.

Kepercayaan dan usaha diri untuk maju adalah inti moral yang hendak disampaikan. Harry Potter bukanlah tokoh pahlawan terpilih yang dipaksa memasuki pertarungan melawan yang jahat. Namun dia adalah pahlawan yang telah dipersiapkan melawan kesulitan-kesulitan yang akan menjemputnya. Dia bukan pahlawan legendaris seperti Raja Arthur yang dalam waktu singkat memenuhi ramalan ketika dia akhirnya berhasil mencabut pedang Excalibur dari sebuah batu di mana tidak ada seorang pun berhasil melakukannya. Harry Potter harus jungkir balik untuk memenuhi ramalan yang dibuat tentang kehebatannya.

Harry Potter adalah seorang anak remaja yang beranjak dewasa, seperti para pembaca juga. Dia harus menanggung penderitaan yang cukup menyakitkan ketika dia menjadi bulan-bulanan di sekolah atau ketika dia sadar bahwa keberuntungan sematalah yang selama ini melindunginya dari kejahatan penyihir hitam Lord Voldemort. Hingga dia membutuhkan waktu enam tahun berdarah untuk menyadari arti bertambah dewasa, bertambah pula rasa sakit. Sebuah nilai moral yang tampak sepele namun banyak dilupakan.

Selain itu perebutan kekuasaan antar golongan muncul sebagai persoalan inti dalam novel Harry Potter. Golongan penyihir hitam Lord Voldemort hendak menggunakan kekuasaan itu untuk mendirikan dinasti pure-blood. Sedangkan golongan lainnya hendak mencegah kekuasaan jatuh ke tangan yang salah. Jika ditinjau keadaan masyarakat dunia, peristiwa berdarah yang melibatkan kebencian antar kelompok sering kita jumpai. Sebut saja Hitler yang pernah memburu kaum yahudi dari tanah kekuasaannya, kemalangan suku Kurdi di Iraq dan tak luput pula peristiwa Sampit, Poso, GAM di tanah air kita.

Dalam titik ini, penyimpangan moral Lord Voldemort, mengajak pembaca untuk mengamati perilaku pemimpin dunia yang secara sadar menginjak-injak hak asasi bangsa lain berdasar kebencian chauvinisme namun bersembunyi dalam kedok perdamaian. Dalam buku ini, penulis dengan apik mengombinasikan unsur moral yang di tulis Rowling melalui kaca mata sejarah, legenda, dan mitos. Sehingga anak-anak dapat mendorong imajinasi mereka bekerja dan realistis memandang dunia. Tak berlebihan jika buku ini dapat dikategorikan sebagai pedoman baru yang berguna bagi orangtua untuk mendiskusikan pengertian moral dalam novel Harry Potter dengan anak mereka. (*)

(Sumber : Penulis Lepas.com/Lutfi Fadila/ Malang/hpk doc/Nov/07)

Mengenal Aristoteles

•November 18, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aristoteles menurut Raphael, dalam lukisan Sekolah Athena (Akademia Athena) School of Athens.

Aristoteles adalah filsuf Yunani. Bersama dengan Socrates dan Plato, dia sering dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

Masa muda
Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah). Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Pada masa itu, ia sempat pula menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, tetapi ketika Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.

Kontribusi dan karya
Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin Lyceum, yang mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di bidang metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran dan ilmu alam.

Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam. Plato menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Selanjutnya ia menyatakan bahwa bentuk materi yang sempurna, murni atau bentuk akhir, adalah apa yang dinyatakannya sebagai theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti Tuhan.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).

Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti fisika, astronomi, biologi, psikologi, metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.

Pengaruh
Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang dikembangkannya terasa lebih merupakan penjelasan dari hal-hal yang masuk akal (common-sense explanation), banyak teori-teorinya yang bertahan bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini terjadi karena teori-teori tersebut karena dianggap masuk akal dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teori-teori tersebut salah total karena didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru.Misalnya teori Evolusi yang dianut oleh Charles Darwin, yang telah terbantahkan berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas di abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135 – 1204), dan dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126 – 1198). Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau “the master of those who know”, sebagaimana yang kemudian dikatakan oleh Dante Alighieri.

(Sumber : di sadur dari Wikipedia)

Britney Spears song and Lyric – Everytime

•November 11, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar


Come notice me
And take my hand
So why are we
Strangers when
Our love is strong
Why carry on without me?

And everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see
you in my dreams
I see your face,
it’s haunting me
I guess I need you baby

I make believe
That you are here
It’s the only way
I see clear
What have I done
You seem to move on easy

And everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see
you in my dreams
I see your face,
Your haunting me
I guess I need you baby

I may have made it rain
Please forgive me
My weakness caused you pain
And this song is my sorry

Ohhhh

At night I pray
That soon your face
Will fade away

And everytime I try to fly
I fall without my wings
I feel so small
I guess I need you baby
And everytime I see
you in my dreams
I see your face,
Your haunting me
I guess I need you baby

After all…
After all…

Orpheus & Eurydice – Part. 4

•November 11, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nyanyian Orpheus terhenti. Dari barisan para jiwa muncullah Eurydice yang segera berlari mendapatkan kekasihnya. Orpheus berusaha merengkuh bayangan Eurydice dalam pelukannya. Namun karena sebagai jiwa Eurydice tak dapat disentuh makhluk hidup, akhirnya mereka hanya dapat saling memandang ke dalam mata mereka yang penuh kerinduan akan satu sama lain.

Semua yang hadir terkejut campur cemas, menyaksikan hukum yang telah digariskan dewata dilanggar. Yang mati bersatu dengan yang hidup. Tak ada yang dapat membayangkan kemurkaan Pluto penguasa Hades dan hukuman yang akan dijatuhkannya. Mercury buru-buru, memisahkan Eurydice dari Orpheus.

Pluto penguasa Hades terdiam menyaksikan adegan tersebut. Namun hanya sekejap. Ketika dilihatnya air mata mengalir di wajah Proserpine, hatinya yang keras pun melunak. Dia bangkit dari tahtanya dan dengan suara berat bersumpah akan mengabulkan apapun permohonan Orpheus.

“Demi air Sungai Styx yang mengalir di kerajaan ini, katakan kepadaku apa yang kau kehendaki, dan aku akan memberikannya kepadamu!”

Orpheus memohon agar jiwa Eurydice boleh kembali bersamanya ke dunia untuk melanjutkan hari-hari bahagia mereka.

“Penguasa Hades yang agung, semoga kau mengizinkan Eurydice kembali bersamaku ke atas sana melanjutkan hari-hari penuh cinta kami. Tak kuasa aku membayangkan dia harus berada di tempat ini tanpa diriku atau aku di atas sana tanpa dirinya. Biarkan dia kembali agar aku boleh menghayati lagi kebahagiaan yang ditimbulkan oleh cintanya dan dia oleh cintaku. Bila hal ini tidaklah mungkin, semoga engkau berbelas kasih mengizinkan aku tinggal di sini di sisinya.”

“Biarlah terjadi seperti kehendakmu Orpheus. Tetapi sebagaimana aku menepati sumpahku, kau juga harus berjanji padaku untuk memenuhi syarat yang kuberikan,” kata Pluto.

“Katakan saja, Penguasa Hades yang agung! Bersama Eurydice di sampingku, tak ada syarat yang terlalu berat untuk kujalani .”

Kemudian Pluto bersabda, “Biarlah jiwa Eurydice berjalan mengikutimu kembali ke dunia atas sana. Namun pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades. Jika syarat ini kau langgar, maka Eurydice akan kembali berada di sini, di antara jiwa-jiwa yang lain, saat itu juga.”

To be continued…

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/hpk doc.)

Mengenal Karakter Wanita Scorpio

•November 11, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Wanita sederhana yang selalu menunjukkan mood yang sedang dialaminya. Anda dapat dengan mudah mengetahui apakah dia sedang marah, atau sedang merayu anda. Ia menunjukkan dirinya lebih banyak melalui tingkah lakunya daripada apa yang dikatakannya, memang itulah karakter dia.

Wanita Scorpio memiliki pembawaan yang misterius. Ia percaya diri, dan jauh di dalam dirinya, ia adalah orang yang bangga dengan dirinya. Ia tidak suka berpikir bahwa ia “hanyalah” wanita, sehingga ia harus terbatasi dengan beberapa aturan sosial yang selama ini diterima.

Ia adalah wanita yang sesungguhnya, dan walaupun penampilannya yang nampak polos dan kekanakan, ia memiliki semangat jiwa yang bebas. Banyak cowok yang salah mengira bahwa cewek tipe ini adalah cewek yang bertipe “pengikut” yang baik. Cewek dalam zodiak ini berpikir bahwa ibu rumah tangga yang biasa akan sangat membosankan.

Ia suka memiliki kendali atas orang lain, tetapi hal ini haruslah merupakan rahasia baginya, maka yang ia tampilkan kedepan adalah tipe cewek manis. Apapaun yang dilakukannya tampak baik, dan dia memiliki semua trik yang dimiliki cewek. Ia dapat dengan mudah memanipulasi pria tanpa si pria menyadari bahwa ia sedang dimanfaatkan.

Jika anda berpikir bahwa ia akan melakukan apapun yang anda lakukan karena ia mencintai anda, maka anda akan kecewa. Ia mungkin sedikit tomboy tapi ia dapat mengerti anda hanya dengan memandang kedalam mata anda. Anda mungkin dapat menggunakan kata-kata manis yang dapat menjatuhkan semua wanita, tetapi tidak akan dapat berlaku bagi cewek scorpio.

Ia dapat menggunakan pandangan “sinar X” miliknya untuk “membaca” pikiran anda mengenai apa yang baru saja atau apa yang akan anda katakan. Ia selalu tersenyum, dan benar-benar mampu menyembunyikan perasaannya.

Ia selalu menunjukkan kepada anda bahwa ia mencintai kebebasan. Jika ia memiliki kebebasan, ia tidak akan meninggalkan anda, bahkan akan semakin mencintai anda. Jika ia menginginkan sesuatu, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Ia memiliki semacam indra keenam dan anda seakan dapat merasakan umpan balik energi saat berada disekitar dia.

Ia menyukai cowok yang dapat mendapatkan rasa hormat darinya, dan dia juga akan menghormati dan merasa bangga terhadap si cowok. Seorang cowok yang memiliki kekuasaan terhadap si cewek ini sebaiknya tidak menantang kepercayaan dirinya.

Ia suka didampingi oleh cowok yang ganteng, kuat dan sehat, apalagi untuk dibandingkan dengan pacar-pacar temannya. Jika si cowok memiliki gelar atau karir yang bagus, maka hal ini akan menjadi nilai tambah yang baik. Seorang cowok yang memiliki kekuasaan diatasnya sebaiknya tidak menantang kepercayaan dirinya.

Ia adalah seorang cewek yang “hot”, dia suka musik yang berat. Ia hanya mengenal cinta dan benci, ia tidak mengenal “suka” atau “tertarik”. Cinta, baginya tidak memiliki sikap “mungkin”. Jika ia benar-benar marah, maka ia akan membuang dan membanting barang-barang. Kemarahannya dapat meyebabkan semua piring beterbangan, dan dapat menuju kepala anda jika anda tidak hati-hati.

Tenanglah, karena ia tidak akan menghancurkan sembarangan, karena dia tahu membedakan barang. Terkadang ia akan menunjukkan kelemahannya, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Ia akan segera menata diri kembali dan kembali menjadi cewek yang “hot”. Jika ia mencintai anda, dia tidak akan memperdulikan apa kata orang.

Hubungan yang dimilikinya dirasanya lebih penting daripada salah atau benar. Karena alasan inilah, anda dapat lebih mudah mengerti, bahwa beberapa wanita Scorpio rela menjadi istri kedua. Ia adalah orang yang manja, tetapi ia akan merelakan orang yang dia cintai untuk memiliki kekuasaan terhadap dirinya.

Jika anda berpacaran dengan wanita ini, sebaiknya anda membuang semua surat cinta lama anda. Mungkin surat cinta anda sudah berumur 2 tahun, tetapi ia akan bertengkar mengenai hal ini karena hal ini adalah masalah yang sangat besar bagi wanita yang pencuriga. Jika anda mengajak perang dingin dengannya, ia akan menyambutnya, dan akan menggandakan apa yang anda lakukan terhadapnya.

Jika anda membelanya sekali, maka ia akan membela anda 2-3 kali. Ia cukup fair dan adil, maka ia akan menerima permintaan maaf anda sebanyak dia dapat berpura-pura menerima semuanya untuk saat ini dan akan menunggu untuk waktu pembalasan dendam di masa mendatang.

Jika anda kedengaran manis, maka ia akan melakukan hal yang sama kepada anda, dua kali lipat. Benar-benar wanita yang fair. Ia suka mencari dan membelanjakan uang. Ia suka mendapat popularitas dan reputasi, dan tidak pernah membiarkan dirinya menjadi orang yang tidak punya apa-apa dan tidak punya nama.

Ia terlalu bangga untuk menerima kenyataan bahwa ia “miskin”. Ia suka dipandang orang, jadi jika anda adalah seorang manajer dengan gaji kecil, ia akan lebih bangga daripada menjadi istri seorang sopir truk dengan uang yang lebih banyak. Ia tidak suka berpikir dan tidak tahan menjadi orang yang “bukan siapa-siapa. “

Jika anda menyukainya, coba sedikit jual mahal. Hal ini akan menggugahnya. Ketika anda berkencan, atur jadwal anda, tapi jangan sampai dia tahu bahwa anda sesungguhnya telah merencanakan hal ini selama berminggu-minggu. Jangan pernah lupa untuk menjemputnya tepat waktu, atau lebih baik anda datang 5-10 menit lebih awal. (hpk/doc)

Tips dan Trik Membuat Esai

•November 11, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kriteria khusus dalam pembuatan esai sebenarnya mengikuti dari definisi esai itu sendiri, yakni karangan prosa (bukan menggunakan kaidah puisi) yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Itu sebabnya, menggunakan kata ganti seperti “saya”, “kamu”, “ia” menurut saya boleh-boleh saja. Itu sebabnya, format penulisan esai pun lebih menekankan kepada gaya bertutur yang sifatnya cenderung tidak analitis, acak, ringan, melompat-lompat, bahkan kadang provokatif. Tapi intinya, sebuah tulisan esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya.

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian:

Pertama, pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis. Itu secara sederhananya.

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau topic
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

Catatan sederhana:

1. Untuk memilih tema atau topik, usahakan yang bisa kita kuasai dan sifatnya lebih “sempit”. Jangan yang masih umum. Jika kita menentukan tema tentang Jakarta. Itu terlalu umum dan sangat luas. Tapi coba tentukan tema tentang, “Ondel-ondel Betawi”. Saya pikir ini akan lebih fokus dan kita bisa menguasainya dengan lebih mudah karena bahannya juga spesifik dan pembaca pun akan terjerat oleh informasi awal bahwa ia hanya akan mendapati pembahasan tentang Ondel-ondel ketika membaca tentang salah satu sisi kehidupan Jakarta yang kita tulis. Selain itu kita harus menentukan tujuan diambilnya tema tersebut dan juga minat kita menulis hal itu. Kemudian buat evaluasi tema, apakah bisa memberikan manfaat lebih bagi pembaca atau sekadar informasi sepintas lalu dari sudut pandang si penulis saja. Jadi, mengukur potensial dari tema tersebut. Menjual dan sangat dibutuhkan pembaca atau sekadar informasi “sekilas” yang bisa begitu saja dilupakan dan tak membekas bagi pembaca.

2. Ketika menulis outline, pastikan kita memulainya dengan memaparkan fakta yang ada, kemudian mengkritisi atau menilai fakta tersebut. Bila perlu membandingkan dengan fakta lainnya, dan terakhir adalah memberikan kesimpulan dan arahan bagi pembaca. Pastikan kesimpulan yang kita tulis tidak bias. Tapi harus tegas dan didukung dengan argumentasi yang kuat dan bila perlu tak terbantahkan.

3. Tak kalah penting adalah memberikan finishing touch atau sentuhan akhir. Misalnya harus diperhatikan alur tulisan, gaya bahasa yang dituilis, pastikan juga dicek ulang tentang penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), akurasi data, sumber kutipan, memperkuat persepsi yang masih lemah dsb. Ini penting agar sebelum dilempar ke pembaca, tulisan kita benar-benar sudah “lolos sensor” atau bahkan tanpa sensor karena kita membuatnya dengan teliti dan kebenaran ide yang kita tawarkan bisa dipertanggungjawabkan sesuai apsek tema yang kita tulis.

Jjika Anda adalah penulis pemula, sebaiknya kesampingkan dulu sementara tentang banyaknya aturan tentang teori menulis seperti ini. Sebaiknya lancarkan saja menulis Anda dengan cara menulis apa saja yang ingin Anda tulis. Misalnya dengan menggunakan teori menulis SPOK alias Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan, kemudian pahami dari pelajaran Bahasa Indonesia. Selanjutnya kembangkan menjadi urutan kalimat dan paragraf.

Semakin sering menulis, insya Allah anda akan kian lihai. Mengenai banyaknya teori tentang menulis yang anda kuasai, bisa berkembang setelah anda terbiasa menulis dan sudah mulai lancar menuangkan gagasan melalui tulisan. Semoga ulasan ini memberikan inspirasi untuk menulis.

Tapi… jika Anda termasuk penulis yang sudah cukup sering menulis karya, mungkin informasi ini bisa menjadi tambahan wawasan. Semoga…
Oke deh, selamat menulis dan jangan berhenti menulis untuk menghasilkan karya yang tak sekadar baik saja. Tapi karya yang terbaik. Semangat! Wallahu’alam.

(Sumber : PenulisLepas.com/Diskusi Online/hpk doc.)

The Corrs Profile and Musics Player

•November 8, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Masih ingat dengan Group band bersaudara yang berasal dari Irlandia, dengan personil ; 3 cewek cantik ditambah satu cowok ini?

Group band yang digawangi Andrea, Caroline, Sharon, dan Jim Corr ini berdiri pada tahun 1991. Band yang awalnya ngetop di Irlandia, negara asal mereka, kemudian mulai mendunia setelah merilis album perdananya, Forgiven, Not Forgotten tahun 1996. The Corrs kemudian merilis beberapa album hingga yang terakhir, Borrowed Heaven di 2004. Grup yang ngetop dengan lagu Runaway tersebut juga pernah mampir menggelar konsernya di Jakarta Oktober 2001 silam.

The Corrs adalah satu keluarga yang membentuk sebuah Goup Band. Semenjak album perdananya keluar, mereka mempunyai jutaan fans. Mulai dari Asia, Amerika, Inggris hingga Estonia. Kalau banyak orang berlomba meraih tenar, group band yang satu ini malah enggan menjadi sorotan dan benci dengan gaya hidup para selebriti.

“Selebriti hanya membuat Anda merasa bingung. Tak membuat Anda merasa luar biasa dengan diri sendiri. Benar-benar hal yang ironis,” ungka Andrea.

“Kelihatannya seperti membuat orang-orang merasa luar biasa dengan diri mereka sendiri, tapi cukup berlawanan dengan apa yang terlihat, membuat diri Anda merasa buruk, kukira begitu,” tambahnya.

Andrea Corr membantah laporan bahwa grup musik keluarganya The Corrs tidak lagi aktif dan telah bubar dengan sendirinya, meskipun dirinya juga mengaku menseriusi karir solonya.

“Bukan, Corrs tidak mati. Kami masih ada di sekitar anda,” ungkapnya.

“Untuk menghentikan pertanyaan, saya memutuskan hanya mengatakan saya menjalani solo karir,” katanya. “Saya banyak berpikir dan akhirnya berkarya,” tambahnya.

Lagu-lagu mereka selalu menduduki peringkat pertama dari chart tangga lagu dunia. Mereka memang bisa dibilang cukup sukses di dunia musik sebagai pendatang baru. Album mereka tidak pernah “tidak laku” di pasaran dunia.

Meski dikhabarkan sering berseteru. Namun dikala ketegangan semakin memuncak, mereka saling menenangkan diri. Tanggungjawab akan tugas dan hubungan persaudaraan kembali menyadarkan mereka. Keadaan yang sempat memanas pun kembali tenang dengan satu kesadaran bersama.

“Sebuah argumen bisa menjadi perang dunia ketiga. Kami banyak pergi bersama-sama.Hal itu kadang terasa mengganggu,” ujar Andrea.

“Tapi pada akhirnya kami semua saling sadar kalau kami tak ingin mengecewakan satu sama lain,” tandas Andrea lagi.

Pelantun lagu The Dreams ini tetap mengklaim bahwa grup musik keluarganya ini akan terus menghasilkan musik-musik sesuai warnanya secara bersama.

The Corrs Fam Biodata :
Father Name Gerard (Gerry) Corr
Mother Name Jean Corr

Andrea (The Corrs)
Lahir di Dundalk,Ireland, 17 Mei 74. Suaranya adalah asset bagi band The Corrs, band keluarga dengan personil Caroline, Jim, Sharon (kakaknya sendiri). Terpilih sebagai wanita terseksi di Irlandia membuat Andrea adalah raksasa diantara raksasa.

Sharon (The Corrs)
Lahir di Dundalk, Co. Louth (Eire), 24 Maret 70. Dia adalah pemain violin, kadang dia juga sebagai backing vocal. Sharon belajar bahasa Perancis selama 4 tahun dan bahasa Jerman selama 3 tahun. Bersama Caroline ia pernah bekerja di sebuah Pub di Dundalk.

Caroline (The Corrs)
Lahir di Dundalk, Co. Louth (Eire), 17 Maret 73. Dia adalah drummer-nya The Corrs. Selain itu dia juga menjadi backing vocal dan kadang juga main piano.

Jim (The Corrs)
Lahir di Dundalk, Co. Louth (Eire), 31/07/64 . Mungkin bisa dibilang ia adalah pemimpin The Corrs. karena selain dia yang tertua, dia juga cowok sendiri dalam keluarga Corr. Selain itu ia juga composer dan penulis lagu-lagu The Corrs. Di dalam The Corrs di ada di posisi keyboard dan gitar.

Seperti sebuah kehidupan, Alunan merdu suaranya Andrea, tabuhan drum Sharon, gesekan biola Caroline dan petikan gitarnya Jim, merupakan paduan yang khas dan enak untuk dinikmati. Musik the Corrs tak pernah berhenti berproses.

Beranjak dari lingkaran waktu yang selalu berputar, mereka ingin memancarkan seluruh optimisme memandang hidup. Karena selama hidup di dunia, kita ini sebenarnya sudah dipinjami surga oleh Tuhan. Jadi nikmatilah hidup sambil mendengarkan alunan manis musik mereka. (hpk/doc.)

(Sumber: Dari berbagai sumber)

The Golden Age of Classical Myths – Part. 2

•November 7, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

“The Golden Age of Classical Myths – Part. 2″

Juno (Hera)
Juno adalah ratu langit, permaisuri Jupiter, dewi pelindung kaum wanita dan perkawinan. Dia selalu hadir dalam tiap upacara perkawinan untuk memberikan restu dan nasihat bagi para istri. Oleh karena itu dia tidak pernah memaafkan wanita yang melanggar janji perkawinannya maupun wanita yang mencoba mengganggu perkawinannya dengan Jupiter, di antara mereka adalah Io, Callisto, Semele, dan Latona.

Setelah diselamatkan Jupiter dari Saturn, ayahnya, Juno oleh Cybele, ibunya, dibawa ke Negeri para Hesperid di ujung barat bumi untuk diasuh oleh putri-putri Vesper, Bintang Senja. Para Hesperid mengasuh Juno dengan penuh kasih sayang. Juno belajar segala sesuatu tentang kehidupan, langit yang luas dan rahasianya, cuaca, dan sebagainya dari mereka. Lama kelamaan timbullah kekuatan kedewian dalam dirinya, dan karena sangat mencintai langit yang luas dengan segala misterinya dia berharap suatu saat boleh meratui langit.

Suatu hari saat dia sedang duduk memandangi langit ditemani sahabatnya, yaitu seekor burung merak, datanglah Jupiter mengajaknya bergabung untuk menumbangkan kekuasaan Saturn yang kejam. Juno bersedia. Sepuluh tahun lamanya dia mendampingi Jupiter dalam pertempuran melawan para titan, ikut menyumbangkan pikiran dan kemampuannya demi kemenangan bersama.

Akhirnya setelah para titan berhasil dikalahkan dan Jupiter naik tahta, Juno diangkat menjadi permaisurinya. Dengan demikian tercapailah harapannya untuk meratui langit. Perkawinannya dengan Jupiter berlangsung meriah, seluruh alam ikut merayakannya. Terra menghadiahkan pohon apel berbuah emas yang kemudian oleh Juno diserahkan kepada para Hesperid untuk dirawat.

Seorang peri, Helone, cukup bodoh untuk berani menolak menghormati Juno dengan berpura-pura sakit sehingga harus menyeret kakinya lambat-lambat yang mengakibatkannya tiba saat pesta perkawinan agung tersebut telah usai. Sukacita tidaklah cukup meredam kegusaran Juno atas kekurang-ajaran Helone yang kemudian diubahnya menjadi kura-kura, makhluk yang melangkahkan kakinya lambat-lambat seumur hidupnya dan memang ‘helone’ adalah sebutan bagi kura-kura dalam bahasa Yunani.

Juno dilukiskan sebagai wanita yang anggun mengenakan busana ratu dan mahkota. Sebagaimana Jupiter, dia juga menggenggam tongkat kerajaan di tangannya. Sapi adalah hewan kesayangannya.

Perkawinannya dengan Jupiter memberinya empat orang anak, yaitu Vulcan (Hephaestus), dewa api dan pandai logam; Mars (Ares), dewa perang; Lucina (Eileithyia), dewi kelahiran; dan Juventus (Ivy/Hebe), dewi masa muda abadi yang bertugas menghidangkan ambrosia dan nectar pada dewa-dewi.

Minerva (Athena)

Minerva adalah putri sulung Jupiter yang lahir dari kepala Bapa Semesta Alam tersebut. Cerita tentang kelahirannya yang aneh tersebut adalah sebagai berikut ;
Suatu hari Terra (Gaia/Gea) mendatangi Jupiter di balai para dewa dan meramalkan bencana yang bakal menimpanya. Jupiter akan memiliki dua orang anak dari istrinya, Methys, yang saat ini sedang mengandung. Anak pertama yang sedang dikandung akan menjadi pembantu setia Jupiter dalam segala hal, sedangkan anak kedua yang akan dikandung akan memberontak melawannya.

Untuk menghindari bencana yang akan menimpa dirinya kemudian Jupiter mendatangi Methys. Dibuainya Methys dengan kata-kata manis sehingga Methys menjadi terlena. Saat terlena itulah Jupiter memeluk Methys dan menyatukannya dengan dirinya. Dengan demikian tak akan pernah ada anak kedua yang dikandung oleh Methys. Jupiter telah terbebas dari bencana yang akan menimpanya.

Ketika sampai waktunya bagi Methys untuk melahirkan anaknya, Jupiter merasakan sakit kepala yang tak tertahankan. Begitu tak tertahankannya sehingga akhirnya kepalanya terbelah. Dari kepala Jupiter tiba-tiba memancar cahaya yang kemudian berubah bentuk menjadi seorang wanita muda berambut keemasan bergelombang dan bermata biru. Wanita tersebut mengenakan helm, membawa tombak dan perisai di tangannya. Jupiter menamai putrinya yang baru lahir tersebut Minerva (Athena).

Minerva menjadi dewi kebijaksanaan yang mengusir Kebodohan, yaitu putri Nox yang sampai saat itu masih berkeliaran di dunia. Dia menjadi pembantu dan penasehat utama Jupiter dalam segala hal. Kecintaannya pada kemanusiaan yang sangat besar telah melahirkan gagasan-gagasan cemerlang dari benaknya, yaitu seni, filsafat, astronomi, matematika, dan mekanika.

Pernah ada seorang gadis yang pandai menenun meremehkan kemampuan Minerva dan menantangnya bertanding. Nama gadis tersebut adalah Arachne. Minerva menyambut tantangan Arachne. Segera mereka mengadu keterampilan mereka bekerja dengan gelendong benang dan alat tenun. Minerva menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat para dewa-dewi menentukan kota Attica, yang diperebutkannya dengan Neptune sang dewa samudra, menjadi miliknya. Arachne menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat penculikan Europa, putri Raja Agenor dari Sidon, oleh Jupiter yang menyamar sebagai seekor sapi jantan. Dalam adegan itu, dia melukiskan sang dewa terjebak oleh nafsu rendahnya.

Mendidihlah darah Minerva oleh amarah atas kekurang-ajaran Arachne yang ditujukan pada ayahnya. Namun dia harus mengakui bahwa kain tenunan Arachne memang indah tanpa cacat. Sambil tersenyum mengejek Minerva merenggut kain tersebut dan merusaknya, lalu memperingatkan pada yang hadir bahwa seni sejati lahir dari hati yang penuh cinta bukan oleh kesombongan apalagi kebencian. Arachne yang merasa malu mendengar kata-kata Minerva lalu mengakhiri hidupnya. Minerva yang merasa iba menyaksikan nasib Arachne yang berakhir tragis kemudian mengubahnya menjadi makhluk yang selalu menenun seumur hidupnya, yaitu laba-laba. Namun sekarang tak ada lagi yang menghargai hasil tenunannya. Orang akan segera mengambil sapu untuk menyingkirkan hasil pekerjaannya bila mereka melihatnya. Kata laba-laba dalam bahasa Prancis, ‘araigne’, memang berasal dari nama Arachne.

Meskipun terlahir dengan senjata-senjata Minerva selalu menjadi dewi yang paling membenci pertempuran. Namun demikian dialah yang pertama kali akan terjun ke medan perang bila kemanusiaan dan perdamaian terancam bahaya. Memang selalu orang yang paling mencintai kemanusiaan dan perdamaian yang akan pertama terjun ke medan pertempuran bila memang diperlukan. Di medan perang Minerva akan menjadi dewi yang tak terkalahkan berkat perisainya yang bernama Aegis, yang bahkan dapat menahan petir Jupiter. Di masa damai, bersama Pax (Irene), dewi perdamaian, dan Ceres (Demeter), dewi pertanian, Minerva (Athena) akan mengajarkan peradaban pada umat manusia.

Konon Minervalah yang membangun tembok-tembok kota dan Acropolis di Attica yang kelak menyandang namanya dalam bahasa Yunani, Athena. Burung hantu menjadi binatang kesayangannya karena sorot matanya yang cerdas sedangkan zaitun menjadi tanaman suci baginya karena memiliki banyak kegunaan bagi umat manusia. Minerva jugalah yang selalu menjadi pendamping dan pengilham bagi para pahlawan, filsuf, seniman, dan para pakar di bidang kemanusiaan yang lainnya. Minerva adalah dewi yang tetap perawan karena kecintaannya pada kemanusiaan membuatnya menolak mencintai pria manapun.(HPK doc.)

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel)

Kiat Menggali dan Mengembangkan Ide Tulisan

•November 7, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ide tulisan itu sebenarnya ada di mana-mana. Ia bisa datang sendiri tanpa pernah kita undang, atau kita secara aktif mencarinya. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk merangsang datangnya ide. Nah, kalau kita kehabisan ide sebenarnya bisa kita cari.

Misalnya begini : coba kita amati salah satu benda di dekat kita, misalnya sebuah foto. Coba ingat, di mana dulu foto itu diambil, dalam moment apa, kejadian apa yang terjadi ketika itu dst. Dengan cara ini, insya Allah ide demi ide akan muncul di kepala kita dan itu adalah modal yang bagus untuk mulai menulis.

Sebenarnya ide merupakan sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Tapi masalah yang dihadapi oleh sebagian besar penulis adalah…. bagaimana menuangkan ide itu menjadi sebuah tulisan.

Ketika seorang penulis bingung bagaimana cara menuangkan ide menjadi tulisan, biasanya itu disebabkan di dalam pikirannya penuh dengan beban yang seharusnya tidak ada. Misalnya: dia khawatir kalau tulisan itu nantinya tidak menarik, tidak sesuai EYD, atau dia dibayang-bayangi oleh gaya penulisan dari penulis idolanya dan seterusnya.

Masalah-masalah seperti ini menghantui pikiran si penulis sehingga ia merasa berat ketika menuangkan idenya itu.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, sebenarnya si penulis tak perlu memikirkan hal itu. Cobalah menulis dengan sistem bebas. Mulailah menulis sekehendak anda, lupakan semua beban pikiran yang menghantui tersebut. Pokoknya kosongkan pikiran anda dari segala jenis beban apa saja yang muncul di kepala anda. Silahkan langsung menulis.
Dan pada tahap awal ini, upayakan agar anda tidak mengedit tulisan tersebut. Biarkan saja jika bahasanya amburadul, banyak kalimat yang bertele-tele, banyak yang salah ketik, dst. Kalau anda mulai mengoreksi tulisan anda, maka itu adalah awal dari kemacetan berikutnya.

Pada tahap awal penulisan ini, yang paling penting adalah: anda sudah menuangkan semua ide yang ada di kepala anda menjadi tulisan, itu saja. Setelah selesai menulis… barulah baca lagi dari awal. Kalau ada yang berantakan, salah ketik, dst… itulah saat yang tepat untuk merevisi.

Masalah berikutnya seputar ide tulisan adalah: ide yang sudah keduluan orang lain. Maksudnya: kita punya ide ingin menulis tema A misalnya, tapi eh.. sudah ada orang lain yang nulis masalah tsb. Banyak penulis yang langsung menyerah ketika menghadapi masalah seperti ini. Mereka pikir, “Ide saya kan udah diwakili oleh penulis lain. jadi saya bebas deh.”

Padahal sebenarnya itu tidak perlu. Silahkan tulis saja ide tsb. Setiap orang itu pasti unik walau idenya sama. Maka kemungkinan besar ia akan menjadi tulisan yang berbeda, jika ditulis oleh orang yang berbeda. Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst. Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada. Jadi, jangan takut kalo ide kita sama dengan ide orang lain.

Berikutnya…. ide yang klise. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya banyak sekali tulisan yang temanya sangat klise. Misalnya soal kasih sayang ibu pada anaknya, masalah pemerintah yang tak pernah memperhatikan rakyat, masalah cinta segitiga, masalah selingkuh dan masih banyak lagi.

Masalah-masalah seperti ini tentu sudah sering dibahas. Tapi bukan berarti kita sudah tak boleh menulis tema seperti itu. Ide yang paling basi sekalipun akan bisa menjadi tulisan yang menarik jika kita mengemasnya dengan sudut pandang yang baru, dengan gaya yang berbeda, dst. Intinya: tergantung kreativitas kita. (hpk/doc.)

(Tulisan di atas disarikan dari hasil diskusi penulisan online – via Yahoo! Messenger, tanggal 24 November 2006 lalu, diadakan oleh PenulisLepas.com. yang di asuh oleh Bpk. Jonru)

Male Greek Names by Jr. Jungle Jean

•November 7, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

1. *ACHAIKOS*: Greek name meaning “from Achaia.”
2. *ACHILLEUS*: Original Greek form of Achilles , meaning either “pain” or “lipless.”
3. *ACTAEON* (Actæon): Greek myth name of a hunter who was torn to pieces by his own dogs, meaning “effulgence.” He was then transformed into a deer, thus himself becoming the hunted.
4. *ACTEON*: Variant of Actaeon , Greek myth name of a hunter who was torn to pieces by his own dogs, meaning “effulgence.” He was then transformed into a deer, thus himself becoming the hunted.
5. *ADONIS*: Greek myth name of a beautiful youth who was loved by Aphrodite . He was killed while hunting a boar and the anemone flower sprang from his blood. His name derives from Hebrew Adonai , meaning “my lord.”
6. *ADRASTOS*: Greek myth name of a king of Argos, meaning “he who stands his ground,” in other words “courageous.”
7. *ADRASTUS*: Variant of Greek Adrastos , meaning “courageous.”

8. *AEGIDIOS*: Greek name derived from the word /aigidion/, meaning “kid, young goat.”
9. *AESOP*: Name of the author of /Aesop’s Fables/, said to be a Greek hump-backed slave of African descent; therefore, the name has taken on the meaning “hump-backed,” but in Greek it means “Ethiop.”
10. *AETHER*: “Light/upper air.” Greek myth name of one of the first gods, the son of Erebos and . He is the god of the pure, upper air that only the gods breathe, as opposed to the gloomy, lower “aer” breathed by mortals.
11. *AGAMEMNON*: Greek myth name of the son of King Atreus and brother of Menelaus , meaning “very resolute.”
12. *AGAPETOS*: Greek name meaning “beloved.”
13. *AGAPIOS*: Masculine form of Greek Agape , meaning “love.”
14. *AGATHON*: Greek masculine form of Agatha , meaning “good.”
15. *AIAS*: Original Greek form of Latin Ajax , meaning “mourner.”
16. *AINEIAS* (Aeneías): Original Greek form of Latin Aeneas , meaning “praise.”
17. *AIOLOS*: Original Greek form of Latin Aeolus , meaning “nimble; quick-moving.”
18. *AISCHYLOS*: Original Greek form of Latin Aeschylus , meaning “shame.”
19. *AISON*: Original Greek form of Latin Aeson , myth name of Jason ‘s father, possibly from Latin /ationem/, meaning “that which is made” or “that which is done by,” this being the same source from which Aeolus /Aiolos derived and has been interpreted as “nimble; quick-moving.”
20. *AISOPOS*: Original Greek form of Aesop, meaning “Ethiop.”
21. *AKAKIOS*: Greek name meaning “not evil.”
22. *ALEXANDROS*: Original Greek form of Alexander , meaning “defender of mankind.”
23. *ALEXIO*: Variant of Greek Alexios, meaning “defender.”
24. *ALEXIOS*: Older Greek form of Alexius, meaning “defender.”
25. *ALEXIS*: Variant of Greek Alexius, meaning “defender.”
26. *ALEXIUS*: Greek name derived from older Greek Alexios, meaning “defender.”
27. *ALKAIOS*: Greek name meaning “strength.”
28. *ALKIMOS* (Álkimos): Greek myth name of the father of Mentor , derived from the word /alkimos/, meaning “strong.”
29. *ALPHAIOS*: Original Greek form of Latin Alphaeus , meaning “changing.”
30. *AMBROSIOS*: Original Greek form of Latin Ambrosius , meaning “immortal.”
31. *AMENOPHIS*: Greek form of Egyptian Akhenaton , meaning “he who works for Aton .”
32. *AMMON*: Greek form of Egyptian Amun , meaning “the hidden one.”
33. *AMPELIOS*: Greek name derived from the word /ampelos/, meaning “vine.”
34. *AMYNTAS*: Greek name derived from the word /amyntor/, meaning “defender.”
35. *ANAKLETOS*: Original Greek form of Latin Anacletus , meaning “called back; invoked.”
36. *ANANIAS*: Greek form of Hebrew Hananiah , meaning “compassion of God.”
37. *ANARGYROS*: “Poor.” Name adopted from the Greek term /anargyros/, meaning “not silver,” an epithet given to physician saints such as Kosmas and Damian , who refused payment for their services. Such saints are known in English as the Holy Unmercenaries.
38. *ANASTASIOS*: Original Greek form of Latin Anastasius , meaning “resurrection.”
39. *ANATOLIOS*: Original Greek form of Latin Anatolius , derived from the word /anatole/, meaning “east” and “sunrise.”
40. *ANAXAGORAS*: Greek name meaning “master of speech,” from /anax/ “master” and /agoreuo/ “to speak.” Name of a mythological king of Argos, and the name of a historical figure, a pre-Socratic philosopher who introduced the spirit of scientific inquiry to Athens.
41. *ANDONIS*: Greek form of Anthony , possibly meaning “invaluable.”
42. *ANDREAS*: Greek name derived from the element /andr/-, meaning “man; warrior.”
43. *ANDROKLES*: Original Greek form of Latin Androcles , meaning “glory of a man/warrior,” from /andros/ “of a man/warrior,” and /kleos/ “glory.”
44. *ANDRONIKOS*: Original Greek form of Latin Andronicus , meaning “victory of a man/warrior,” from Greek /andros/ “of a man/warrior” and /nike/ “victory.”
45. *ANGELOS*: Greek form of Latin Angelus , meaning “angel, messenger.”
46. *ANIKETOS*: Original Greek form of Latin Anicetus , meaning “unconquerable.”
47. *ANNAS*: Abbreviated form of Greek Ananias, meaning “compassion of God.”
48. *ANTIGONOS*: Greek name meaning “against the ancestor,” derived from the elements /anti/ “against; counter” and /goneus/ “ancestor.”
49. *ANTIPATROS*: Original Greek form of Antipater, possibly meaning “against the father.” See Antipater for more information.
50. *ANTONIOS*: Greek form of Anthony , possibly meaning “invaluable.”
51. *ANUBIS*: Greek form of Egyptian Anpu , name of a jackal-headed god of the underworld, meaning “royal child.”
52. *APHRODISIOS*: Greek name derived from the name of the goddess Aphrodite , meaning “risen from the foam.”
53. *APOLLINARIS*: Ancient Greek name derived from the name of the god Apollo , possibly meaning “destroyer.”
54. *APOLLODOROS*: “Gift of Apollo .” Greek name which combines the name Apollo with the Greek word /doron/ “gift.”
55. *APOLLON* (Apóll?n): Original Greek form of Apollo ‘s name, possibly meaning “destroyer.”
56. *APOLLONIOS*: Ancient Greek name which derives ultimately from the name of the Greek god Apollo , possibly meaning “destroyer.”
57. *APOSTOLIS*: Variant of Greek Apostolos, meaning “apostle; messenger.”
58. *APOSTOLOS*: Greek name meaning “apostle; messenger.”
59. *ARCHELAOS*: Greek name meaning “master of the people,” from /archos/ “master” and /laos/ “people.”
60. *ARCHIMEDES*: “Master of thought.” Greek name, derived from the elements /archos/ “master” and /medomai/ “to think or be mindful of.”
61. *ARCHIPPOS*: “Master of horses.” Greek name, derived from the elements /archos/ “master” and /hippos/ “horse.”
62. *ARES*: Greek myth name of the son of Zeus and Hera . Identified with Roman Mars . Derived from the Greek word /ares/, meaning “battle strife; ruination.”
63. *ARGOS*: Greek myth name of a giant with a hundred eyes, meaning “shining.”
64. *ARGYRIS*: Variant of Greek Argyros, meaning “silver.”
65. *ARGYROS*: Greek name meaning “silver.”
66. *ARISTAIOS*: “Excellence.” Greek myth name of a son of Apollo and a mortal woman, who was raised on ambrosia and made immortal by Gaia .
67. *ARISTARCHOS*: Greek name derived from the elements /aristos/ “excellence” and /arche/ “origin/source.” It is a biblical name as well as the name of several historical figures: a companion of St. Paul ; a Greek tragic poet; a Greek critic and grammarian; and a Greek astronomer and mathematician. It is also the name of an asteroid and a crater on the Moon.
68. *ARISTEIDES*: “Excellence of physique.” Greek name derived from the elements /aristos/ “excellence” and /eidos/ “physique.” [Note: the word /eidos/ is usually said to mean "kind; sort," but it has many other meanings as well. Most important is its literal meaning, "something that is seen," usually referring to the human body. For example, in medicine the term refers to the physical health of the body, especially the outward appearance which "can be seen."]

69. *ARISTOKLES*: Original Greek form of Latin Aristocles , meaning “excellent glory,” from /aristos/ “excellence” and /kleos/ “glory.” This was Plato ‘s real name.
70. *ARISTODEMOS*: “Excellence of the people.” Greek name of a ruthless tyrant who ruled Elis for six months, exterminating all opposition and stealing their properties. He was finally assassinated; the Eleans erected a statue at Olympia to Kylon, the man who killed him. The name derives from the Greek elements /aristos/ “excellence” and /demos/ “the people.”
71. *ARISTON*: Greek name derived from the word /aristos/, meaning “excellence.”
72. *ARISTOPHANES*: Name of a 5th century Greek playwright, derived from the elements /aristos/ “excellence” and /phanes/ “appearing.”
73. *ARISTOTELES*: Original Greek form of the famous philosopher Aristotle , derived from the elements /aristos/ “excellence” and /telos/ “purpose.”
74. *ARKADIOS*: Greek name meaning “of Arcadia.” The place name Arcadia was derived from the word /arktos/, meaning “bear.”
75. *ARSENIOS*: Greek name meaning “virile.”
76. *ARTAXERXES*: “Righteous ruler.” Greek biblical form of Persian Artakhshathra , name of a 3rd century king of Persia.
77. *ARTEMIDOROS*: “Gift of Artemis.” Greek name combining the name of Artemis with the word /doron/ “gift.”
78. *ARTEMISIOS*: Greek name derived from the name of the Greek goddess Artemis , meaning either “safe” or “butcher.”
79. *ASCLEPIUS*: Variant of Greek Asklepios, possibly meaning “gives well-being.”
80. *ASKLEPIADES*: Greek name derived from the name of the demigod of medicine, Asklepios , possibly meaning “gives well-being.”
81. *ASKLEPIOS*: Greek myth name of a demigod who learned the secret of life and death from a serpent, possibly meaning “gives well-being.”
82. *ATHAMUS*: Greek myth name of the father of Phrixus , meaning “rich harvest.”
83. *ATHANAS*: Abbreviated form of Greek Athanasios, meaning “immortal.”
84. *ATHANASIOS*: “Immortal.” Greek name derived from the elements /a/ “not” and /thanatos/ “death.”
85. *ATLAS*: Greek myth name of a Titan. As the story goes, he was punished by Zeus for siding with the Titans in their war against the Olympians, by being forced to bear the weight of the heavens and earth on his shoulders. The meaning of his name is disputed. One interesting theory suggests that Atlas did not bear the weight of the “world” on his shoulders but, instead, the “sky,” and that his name meant “the one who could not withstand.”
86. *ATREUS*: Greek myth name of a king of Mycenae, meaning “fearless.”
87. *AZARIAS*: Greek form of Hebrew Azariah , meaning “God’s help.”
88. *BAKCHOS*: Original Greek form of Roman Bacchus , another name for the Greek god Dionysos. It was derived from the Greek word /iacho/, meaning “to shout.”
89. *BARNABAS*: Greek form of Aramaic Barnebhuah , the biblical name of a disciple of Paul , meaning “son of exhortation.”
90. *BARTHOLOMAIOS*: Greek form of Bartholomew , meaning “son of Talmai .”
91. *BION*: Greek name derived from the word /bios/ meaning “life.”
92. *CADMUS*: Variant of Greek Kadmos , meaning “the east.”
93. *CAIAPHAS*: Greek form of Aramaic Qayyafa , possibly meaning “to raise up, set up.”
94. *CAMBYSES*: Probably means “handsome king.” Greek name from Persian Kambujiya, a royal name borne by numerous ancient Iranians. The etymology is disputed, and there are many possibilities, but the most likely is that the name derived from the Kamboja tribe and their country, Cambodia, itself from the name of their ancient warrior king, Kamboja , who won the Divine Sword from king Kuvalashava of Kosala. Scholars have accepted that the royal Persian name, Kambujiya , is a form of Sanskrit /Kamboja/ and Greek Cambyses/Kambyses and believe that it is probable that the legendary Kamboja of the / Mahabharata/ was an earlier Kambujiya from the royal line of Persian Achaemenids who gave his name to the clan. As for its meaning, there are several possibilities, the most likely being that put forth by scholar Dr. Moti Chandra who says that it literally means “handsome king.” His view is reinforced by / Valmiki Ramayana/, as well as by several verses of the / Mahabharata/ which strongly testify that the ancient Kambojas and their princes were extremely handsome.
95. *CAPANEUS*: Variant of Greek Kapaneus , meaning “arrogant.”
96. *CHAOS*: In Greek mythology, Chaos is the primordial substance from which the universe supposedly sprang.
97. *CHARALAMPOS*: “Shining happiness.” Greek name composed of the elements /chara/ “happiness” and /lampo/ “shining.”
98. *CHARITON*: Greek name meaning “grace, kindness.”
99. *CHARON*: Greek myth name of the ferryman of Hades who ferries the dead across the river Acheron, meaning “fierce brightness.”
100. *CHRYSANTHOS*: “Golden flower.” Greek name composed of the elements /chrysos/ “gold” and /anthemon/ “a flower.”
101. *CHRYSAOR*: Greek myth name of a giant son of Poseidon and Medusa , meaning “golden sword.”
102. *CHRYSES*: Greek myth name of a priest of Apollo , derived from the word /chrysos/, meaning “golden.”
103. *DAIDALOS*: “Cunning worker.” Original Greek form of Latin Daedalus , name of the man who created the Labyrinth for King Minos of Crete, in which the Minotaur was kept and from which the hero Theseus escaped.
104. *DAMIANOS*: Greek named derived from the element /daman/, meaning “to tame, to subdue” and euphemistically “to kill.” Related to Damon.
105. *DAMOKLES*: “Glory of the people.” Greek name composed of the elements /damos/ “people” and /kleos/ “glory.”
106. *DAMON*: Greek myth name of a friend of Pythias, derived from the element /daman/, meaning “to tame, to subdue” and euphemistically “to kill.”
107. *DAREIOS*: Greek form of Persian Darayavahush , meaning “possesses a lot; wealthy.”
108. *DEIMOS*: Greek myth name of one of the sons of Ares and Aphrodite , meaning “fear, terror.”
109. *DEMETRIOS*: Greek name derived from the name of the goddess Demeter , meaning “loves the earth.”
110. *DEMOKRITOS*: “Judge of the people.” Greek name composed of the elements /demou/ “of the people” and /krites/ “judge.”
111. *DEMON*: Ancient Greek name derived from the element /demos/, meaning “the people.”
112. *DEMOSTHENES*: “Strength of the people.” Greek name derived from the elements /demou/ “of the people” and /sthenos/ “strength, vigor.”
113. *DEMOSTRATE*: “Army of the people.” Greek name derived from the elements /demou/ “of the people” and /stratos/ “army.”
114. *DEUCALION*: Greek myth name of two characters, a son of Prometheus , and a son of Minos, possibly meaning “new wine sailor.”
115. *DIABOLOS*: Greek form of the biblical title Devil , meaning “accuser, slanderer.”
116. *DIMITRIOS*: Variant of Greek Demetrios, meaning “loves the earth.”
117. *DIMITRIS*: Variant of Greek Demetrios, meaning “loves the earth.”
118. *DIMOSTHENIS*: Variant of Greek Demosthenes, meaning “strength of the people.”
119. *DIODOROS*: “Gift of Zeus .” Greek name composed of the elements /Dios/ “Zeus” and /doron/ “gift.”
120. *DIODOTOS*: “Giver of Zeus .” Greek name composed of the elements /Dios/ “Zeus” and /dotes/ “giver.”
121. *DIOGENES*: “Born of Zeus .” Greek name composed of the elements /Dios/ “Zeus” and /genes/ “born.”
122. *DIOKLES*: “Glory of Zeus .” Greek name composed of the elements /Dios/ “Zeus” and /kleos/ “glory.”
123. *DIOMEDES*: “Cunning as Zeus .” Greek myth name of the second-best warrior of all Achaeans who fought in the Trojan war (Ajax was first-best). The name is composed of the elements /Dios/ “Zeus” and /medomai/ “to think.”
124. *DIONYSIOS*: Greek name derived from the name of the god Dionysos, and usually interpreted as meaning “follower of Dionysos.”
125. *DIONYSODOROS*: “Gift of Dionysos.” Greek name composed of the name of the god Dionysos and the word /doron/ “gift.”
126. *DIONYSOS*: “Zeus -Nysa.” Greek myth name of the god of revelry and the intoxicating effect of wine, composed of the elements /Dio/Dios/^1 “Zeus” and /Nysa/,^2 the name of a legendary land/mountain where Dionysos was raised and nursed by rain-nymphs. /Note 1/: the Greek stem /dio/-, while /related/ to Latin /deus/ “god” is a form of /zeus/ and does not mean “god,” but is sometimes translated as such. /Note 2/: There are many places bearing the name Nysa in Anatolia, Turkmenistan, Poland and Serbia. The Serbian Nysa is spelled Nis and has been interpreted as an Indo-European word meaning “nymph.”
127. *DORIEUS*: “Of the Dorian tribe.” Greek name derived from the name of an obscure, ancient Hellenic tribe called the Dorians, supposed to have existed in the north-eastern regions of Greece, ancient Macedonia and Epirus. Their founder was Dorus, son of Hellen (also called Hellenas ).
128. *DOROS*: Variant of Greek Dorus, probably meaning “gift.”
129. *DOROTHEOS*: “Gift of God.” Greek name composed of the elements /doron/ “gift” and /theos/ “god.”
130. *DORUS*: Greek name of a son of Hellen /Hellenas and founder of the Dorian tribe. The name probably derives from the word /doron/, meaning “gift.”
131. *DRAKON*: Greek name meaning “dragon.”
132. *EFSTATHIOS*: Variant of Greek Eustathios , meaning “good stability.”
133. *EIRENAIOS*: Ancient Greek name meaning “peaceful.”
134. *ELEFTHERIOS*: Variant of Greek Eleutherios, meaning “the liberator.”
135. *ELEUTHERIOS*: Greek myth name by which Dionysos and Eros were sometimes referred, meaning “the liberator.”
136. *ELIAS*: Greek form of Elijah , meaning “the Lord is my God.” This form of the name is used in many English and Latin-speaking countries.
137. *ELIHUD*: Variant of Greek Eliud, meaning “my God has helped.”
138. *ELIUD*: Greek form of Hebrew Eliezer , meaning “my God has helped.”
139. *ELPIDIOS*: Greek name derived from the word /elpis/, meaning “hope.”
140. *EMMANOUIL*: Greek form of Emmanuel , meaning “God is with us.”
141. *EPAPHRODITOS*: Greek name composed of the element /epi/ “on” and the name of the goddess of love, Aphrodite . The name is usually rendered as “loving” in the sense of being a devotee of Aphrodite.
142. *EPIKTETOS*: Greek name meaning “newly acquired.”
143. *ERASMOS*: Greek name derived from the element /erasmios/, meaning “to love.”
144. *EREBOS*: “Darkness.” Greek myth name of the offspring of Chaos, brother of Nyx , and father of Aether. He is the personification of primordial darkness. In later legends he became a place in Hades, the underworld. The name is probably a loan from Semitic, like Hebrew /erebh/ and Akkadian /erebu/, both of which mean “sunset, evening,” hence “darkness.”
145. *EROS*: Greek myth name of the god of love, lust and sex, worshiped as a fertility god. The name derived from the word /eros/, meaning “sexual love,” the same root from which came the word /erotic/. His Roman equivalent is Cupid “desire,” and he is also known as Amor “love.”
146. *ERRIKOS* (Erríkos): Greek name which ultimately derives from Old German Amaliricus , meaning “work-power.”
147. *ESAIAS*: Greek form of Isaiah , meaning “God is salvation.”
148. *ESDRAS*: Greek form of Hebrew Ezra , meaning “help.”
149. *EUANDROS*: “Good man.” Greek name composed of the elements /eu/ “good, well” and /aner/ “man.”
150. *EUARISTOS*: “Well-pleasing.” Ancient Greek name composed of the elements /eu/ “good, well” and /arestos/ “pleasing.”
151. *EUCLID*: Abbreviated from of Greek Eukleides , meaning “good glory.”
152. *EUGENIOS*: “Well born.” Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /gen/ “birth.”
153. *EUKLEIDES*: “Good glory.” Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /kleos/ “glory.”
154. *EUPHEMIOS*: Masculine form of Greek Eupheme , meaning “well-spoken.”
155. *EUPHRANOR*: Greek name derived from the word /euphraino/, meaning “delightful.”
156. *EURIPIDES*: Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /hripe/ “swing, throw.”
157. *EUSEBIOS*: Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /sebein/ “to honor/worship,” which is usually rendered as “pious.”
158. *EUSTACHYS*: Variant of Greek Eustakhios, meaning “good harvest.”
159. *EUSTAKHIOS*: Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /stakhys/ “grapes,” hence “good grapes,” in the sense of a “good harvest.”
160. *EUSTATHIOS*: “Good stability.” Greek name composed of the elements /eu/ “good” and /stenai/ “to stand.”
161. *EUTHYMIOS*: “Good-spirited.” Ancient Greek name composed of the elements /eu/ “good, well” and /thymos/ “soul, spirit.”
162. *EUTROPIOS*: Greek name derived from the word /eutropos/ meaning “versatile.”
163. *EUTYCHIOS*: Greek name derived from the word /eutyches/, meaning “fortunate.”
164. *EUTYCHOS*: Abbreviated from of Greek Eutychios, meaning “fortunate.”
165. *EVANGELOS*: “Good tidings.” Greek name composed of the elements /eu/ “good, well” and /angelos/ “news, message.”
166. *FOTIOS*: Variant of Greek Photios , meaning “light.”
167. *FOTIS*: Variant of Greek Fotios, meaning “light.”
168. *GENNADIOS*: Greek name derived from the word /gennadas/, meaning “noble.”
169. *GEORGIOS*: Original Greek form of English George , derived from /georgos/ “farmer” which is a compound of /ge/ “earth” and /ergein/ “to work.”
170. *GERASIMOS*: Greek name derived from the word /geras/, meaning “old age.” 171. *GREGORIOS*: Greek name derived from the word /gregorein/, meaning “watchful; vigilant.”
172. *HAEMON*: Greek myth name of the son of Creon and Eurydice , meaning “bloody.”
173. *HAIDES*: Original Greek form of Latin Hades , meaning “unseen.”
174. *HAIMON*: Variant of Greek Haemon, meaning “bloody.”
175. *HEKTOR*: “Defend; hold fast.” Greek myth name of the Trojan champion who killed Patroclus and was himself later killed by Achilles . The name derived from the word /ekhein/, meaning “to check, to restrain.”
176. *HELI*: Greek form of biblical Eli , meaning “ascend.”
177. *HELIODOROS*: “Gift of the sun.” Greek name composed of the elements /helios/ “sun” and /doron/ “gift.”
178. *HELIOS*: Greek myth name of the sun god, meaning “sun.”
179. *HELLADIOS*: “Of Greece.” Greek name derived from /Hellas/, meaning “Greece.”
180. *HELLEN*: “Greek.” Myth name of the patriarch of the Hellenes, son of Deucalion and Pyrrha, father of Aeolus , Xuthus, Dorus , and Ionas, each of whom founded a tribe of Greece and all became known as the Hellenes.
181. *HELLENAS*: Variant of Greek Hellen, meaning “Greek.”
182. *HEPHAISTOS*: Greek myth name of the lame god of artisans, craftsmen, metallurgy and fire. Equivalent of Roman Vulcan . It was from this god’s forge that Prometheus stole fire to give to man. His name is said to be pre-Hellenic and of unknown origin, but the fixed epithet for his name used by Homer, Hesiod and other classical authors is “both feet crooked.”
183. *HERACLES*: Variant of Greek Herakles, meaning “glory of Hera .”
184. *HERACLITUS*: Variant of Latin Heracleitus , meaning “glory of Hera .”
185. *HERAKLEIDES*: “Hera ‘s little key.” Ancient Greek name composed of the name of the goddess Hera and possibly the element /kleidon/ “little key.”
186. *HERAKLEITOS*: “Glory of Hera .” Greek name composed of the name of the goddess Hera and the Greek element /kleitos/ “glory.”
187. *HERAKLES*: “Glory of Hera .” Greek myth name of the son of Zeus by the mortal woman Alcmene . Noted for his exceptional physical strength and the twelve labors he completed after which he was made a god. Composed of the name of the goddess Hera and the Greek element /kleos/ “glory.”
188. *HERMES*: Greek myth name of a son of Zeus and Maia , meaning “of the earth.”
189. *HERMOGENES*: “Born of Hermes.” Ancient Greek name composed of the name of the god Hermes and the element /genes/ “born.”
190. *HERMOKRATES*: “Power of Hermes.” Ancient Greek name composed of the name of the god Hermes and the word /kratos/ “power.”
191. *HERMOLAOS*: “People of Hermes.” Ancient Greek name composed of the name of the god Hermes and the element / laos/ “people.”
192. *HERODES*: “Hero’s song.” Greek form of Herod , composed of the elements /Heros/ “hero, warrior” and /oides/ “ode, song.”
193. *HERODOTOS*: “Hero-given.” Greek name composed of the elements /Heros/ “hero, warrior” and /dotos/ “given to.”
194. *HESIOD*: Greek name derived from Hesiodos, possibly meaning “to send song.”
195. *HESIODOS*: “To send song.” Greek name, possibly composed of the elements /hesi/ “to send” and /oides/ “ode, song.”
196. *HESPEROS*: Greek myth name of the son of Eos . He was the masculine personification of the “evening star.”
197. *HIERONYMOS*: “Holy name.” Greek name composed of the elements /hieras/ “holy” and /onoma/ “name.”
198. *HILARION*: Greek name derived from the word /hilaros/, meaning “joyful; happy.”
199. *HIPPOKRATES*: “Horse power.” Greek name composed of the elements /hippos/ “horse” and /kratos/ “power.”
200. *HIPPOLYTOS*: “Horse-freer.” Greek myth name of the son of Theseus , composed of the elements /hippos/ “horse” and /lyo/ “to loosen.”
201. *HOMER*: Greek name derived from Homeros, meaning “hostage.” This was the name of a famous Greek poet.
202. *HOMEROS*: Greek name derived from the word /homeros/, meaning “hostage.”
203. *HORUS*: Greek form of Egyptian Heru , meaning “the distant one.”
204. *HYAKINTHOS*: “Hyacinth flower.” Greek myth name of a youth loved by Apollo who was accidentally killed by him, after which the hyacinth flower sprouted from his blood.
205. *HYGINOS*: Greek name derived from the word /hygieinos/, meaning “healthy.”
206. *HYPATIOS*: Variant of Greek Hypatos, meaning “most high, supreme.”
207. *HYPATOS*: Greek name meaning “most high, supreme.”
208. *IAIROS*: Greek form of Jairus , meaning “he shines.”
209. *IAKCHOS*: Greek myth name borne by the god Dionysos in the Eleusinian mysteries, derived from the element /iacho/, meaning “to shout.”
210. *IASON*: Original Greek form of Jason , meaning “to heal.”
211. *IDUMA*: Greek form of Hebrew Edom , meaning “red.”
212. *IESOS*: Variant of Greek Iesous, meaning “God is salvation.”
213. *IESOUS*: Greek form of Jesus , meaning “God is salvation.”
214. *IKAROS*: Greek myth name of the son of Daedalus , meaning “follower.”
215. *IOANNES*: Greek from of John , meaning “God is gracious.”
216. *IOANNIS*: Variant of Greek Ioannes, meaning “God is gracious.”
217. *ISIDOROS*: “Gift of Isis .” Greek name composed of the name of the Egyptian goddess Isis and the Greek word /doron/ “gift.”
218. *ISOKRATES*: “Equal power.” Greek name composed of the elements /isos/ “equal” and /kratos/ “power.”
219. *JONAS*: Greek form of Jonah , meaning “dove.”
220. *JOSIAS*: Greek form of Josiah , meaning “God supports.”
221. *JUDAS*: Greek form of Judah , meaning “he who is praised.”
222. *JUDE*: Variant of Greek Judas, meaning “he who is praised.”
223. *KADMOS*: “The east.” Greek myth name of the son of the king of Phoenicia and brother of Europa. He was said to have founded the city of Thebes and introduced the alphabet to the Phoenicians.
224. *KALLIAS*: Greek name derived from the word /kallos/, meaning “beauty.”
225. *KALLIKRATES*: “Beauty-power.” Greek name composed of the elements /kallos/ “beauty” and /kratos/ “power.”
226. *KAMBYSES*: Variant of Greek Cambyses , probably meaning “handsome king.”
227. *KAPANEUS*: “Arrogant.” Greek myth name of one of the Seven Against Thebes. He was notorious for his arrogance and was eventually struck and killed by a thunderbolt sent by Zeus . His wife Evadne committed suicide by throwing herself on his funeral pyre.
228. *KARPOS*: Greek form of Latin Carpus , meaning “fruit, profits.”
229. *KASTOR*: Greek form of Latin Castor , meaning “beaver.”
230. *KEPHALOS*: Original Greek form of Latin myth name Cephalus , meaning “head.”
231. *KEPHEUS*: Original Greek form of Latin Cepheus , meaning “gardener.”
232. *KERBEROS*: Original Greek form of Latin Cerberus , meaning “demon of the pit.”
233. *KHRISTOPHOROS*: “Christ -bearer.” Original Greek form of Christopher , composed of the name Khristos “Christ” and the word /pherein/ “to bear.”
234. *KHRISTOS*: Greek equivalent of Hebrew /mashiyach/ (messiah), meaning “anointed.”
235. *KHTHONIOS*: Greek myth name applied to Hermes and Zeus . It is the masculine form of Khthonia , meaning “of the earth/underworld.”
236. *KLEISTHENES*: “Glorious strength.” Original Greek form of Latin Cleisthenes , composed of the elements /kleos/ “glory” and /sthenos/ “strength.”
237. *KLEITOS*: Ancient Greek name, probably meaning “glory.”
238. *KONSTANTINOS*: Greek form of Roman Constantinus , meaning “steadfast.”
239. *KOSMAS*: Variant of Greek Kosmos, meaning “beauty, order.”
240. *KOSMOS*: Greek name derived from the word /kosmos/, meaning “beauty, order.”
241. *KREIOS*: Original Greek form of Latin Crius , myth name of one of the Titans, derived from /kreion/, meaning “master, ruler.”
242. *KREON*: Original Greek form of Latin Creon , meaning “ruler.”
243. *KRIOS*: Variant of Greek Kreios, meaning “master, ruler.”
244. *KRONOS*: Original Greek form of Latin Cronus , possibly meaning “horn.”
245. *KYPRIANOS*: Greek equivalent of Latin Cyprianus , meaning “from Cyprus.”
246. *KYRIAKOS*: Greek name meaning “of the lord.”
247. *KYROS*: Greek form of Persian Kûrush , meaning “like the sun.”
248. *LAVRENTIOS*: Greek form of Roman Laurentius , meaning “of Laurentum.”
249. *LAZARUS*: Greek form of Hebrew Eleazar , meaning “my God has helped.”
250. *LEANDROS*: “Lion-man.” Original Greek form of Latin Leander , composed of the elements /leon/ “lion” and /aner/ “man.”
251. *LEFTERIS*: Nickname for Greek Eleftherios , meaning “the liberator.”
252. *LEONIDAS*: Ancient Greek name meaning “lion’s son.”
253. *LINOS*: “A cry of grief.” Greek myth name of a musician and personification of lamentation. He was a son of Apollo and taught music to Hercules . The name was derived from the word /ailinon/ which was a ritual cry of grief.
254. *LOUKAS*: Greek name meaning “from Lucania.”
255. *LYKOURGOS*: “Wolf-work.” Greek myth name of a king who banned the cult of Dionysus and paid dearly for it, composed of the elements /lykou/ “of a wolf” and /ergon/ “deed, work.”
256. *LYSANDROS*: “Freer; liberator.” Ancient Greek name composed of the elements /lysis/ “freeing, loosening, a release” and /andros/ “man.”
257. *LYSIMACHOS*: Ancient Greek name composed of the elements /lysis/ “freeing, loosening, a release” and /mache/ “battle,” which was probably intended to mean “freedom fighter.”
258. *MACEDON*: Variant of Greek Makedon, meaning “the high/tall one.”
259. *MAKARIOS*: Greek name derived from the word /makaros/, meaning “blessed.”
260. *MAKEDNOS*: Greek myth name of a son of Zeus and Thyia, ultimately from the Greek word /Makedones/, meaning “the high/tall ones.”
261. *MAKEDON*: Variant of Greek Makednos, meaning “the high/tall one.”
262. *MANASSES*: Greek form of Manasseh , meaning “causing to forget.”
263. *MATHIAS*: Variant of Greek Matthias, meaning “gift of God.”
264. *MATTHAIOS*: Variant of Greek Matthias, meaning “gift of God.”
265. *MATTHIAS*: Biblical name of an apostle. It is the Greek form of Hebrew Mattathia , meaning “gift of God.”
266. *MATTHAIOS*: Greek form of Matthew , meaning “gift of God.”
267. *MENELAOS*: “Withstanding the people.” Original Greek form of Latin Menelaus , myth name of a king of Sparta, composed of the elements /meno/ “to last, withstand” and /laos/ “the people.”
268. *MENTOR*: Greek myth name of the son of Alkimos , derived from the word /menos/, meaning “spirit.”
269. *METHODIOS*: Greek name derived from /methodos/, meaning “method.”
270. *METROPHANES*: “Mother-appearing.” Old Greek name composed of the elements /meter/ “mother” and /phanes/ “appearing.”
271. *MIDAS*: Greek myth name of a king of Phrygia who could turn anything he touched into gold. Meaning of the name is unknown.
272. *MILTIADES*: Old Greek name derived from the word /miltos/, meaning “red earth.”
273. *MNASON*: Greek biblical name of a man Paul stayed with in Jerusalem, possibly meaning “one who remembers.”
274. *MORPHEUS*: Greek myth name of the god of dreams, derived from the Greek word /morphe/, meaning “shape.”
275. *MYRON*: Greek name adopted by early Christians because of its association with the gift of myrrh given to Jesus by the Magi, derived from the Greek word /myron/, meaning “myrrh.”
276. *NARKISSOS*: Original Greek form of Latin Narcissus , possibly meaning “numbness; sleep.”
277. *NEOPTOLEMOS*: Original Greek form of Latin Neoptolemus , myth name of the son of Achilles , composed of the Greek elements /neos/ “new” and /polemos/ “war.”
278. *NEREUS*: Greek myth name of a god of the sea, derived from the word neros, meaning “water.”
279. *NESTOR*: Greek myth name of the king of Pylos, meaning “homecoming.”
280. *NICOLAOS*: Variant of Greek Nikolaos, meaning “victory of the people.”
281. *NIKANDROS*: “Victory of a man.” Ancient Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /andros/ “of a man.”
282. *NIKEPHOROS*: “Bearer of victory.” Ancient Greek unisex name composed of the elements /nike/ “victory” and /phoreo/ “to bear/carry.”
283. *NIKIAS*: Ancient Greek name derived from the word /nike/, meaning “victory.”
284. *NIKODEMOS*: “Victory of the people.” Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /demos/ “the people.”
285. *NIKOLAOS*: “Victory of the people.” Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /laos/ “people.”
286. *NIKOMACHOS*: “Victory battle.” Ancient Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /mache/ “battle.”
287. *NIKOMEDES*: “Victory-scheme.” Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /medesthai/ “to ponder, to scheme.”
288. *NIKON*: Greek name derived from the word /nike/, meaning “victory.”
289. *NIKOSTRATOS*: “Victory-army.” Greek name composed of the elements /nike/ “victory” and /stratos/ “army.”
290. *NOMIKI*: Modern Greek name derived from the word /nomikos/, meaning “relating to the law.”
291. *ODYSSEUS*: Greek myth name of the central character in Homer ‘s /Odyssey/, and a major character in the /Iliad/, most remembered for his ten-year return home from the Trojan War, probably derived from the Greek verb /odyssao///odyssomai/, meaning “to be angry, to hate,” in reference to his hatred of the Gods who caused all the misfortunes of his long journey home.
292. *OEDIPUS*: Greek myth name of a king of Thebes who unknowingly killed his father and married his mother after solving the riddle of the Sphinx. The name contains the elements /oid/ “knew” and /pous/ “feet,” probably with the intended meaning “he who knew the Sphinx’s riddle of the feet.”
293. *OIDIPOUS*: Original Greek form of Latin Oedipus, meaning “knew feet,” probably with the intended meaning “he who knew the Sphinx’s riddle of the feet.”
294. *OINONE*: Greek name meaning “violet tinted (clouds).”
295. *OKEANOS*: “Ocean.” Greek myth name of a Titan, son of Uranus and Gaia , the personification of the world-ocean once believed to encircle the world.
296. *OLYMPIODOROS*: “Gift of Olympos.” Ancient Greek name composed of the name /Olympos/ and the word /doron/ “gift.”
297. *OLYMPOS*: Original Greek form of Olympus , “home of the gods,” of which the true meaning is unknown.
298. *OLYSSEUS*: Variant of Greek Odysseus, probably meaning “to be angry, to hate.”
299. *ONESIMOS*: Original Greek form of Latin Onesimus , meaning “beneficial.”
300. *ONESIPHOROS*: Original Greek form of Latin Onesiphorus , meaning “beneficial.”
301. *OPHELOS*: Greek name derived from the vocabulary word, /ophelos/, meaning “help.”
302. *ORESTES*: Greek myth name of the son of Agamemnon , derived from the word /orestias/, meaning “of the mountains.”
303. *ORIGEN*: From the Greek name Origenes, probably meaning “mountain-born.”
304. *ORIGENES*: Greek name of which most sources give a meaning for the latter part only: /genes/ “born.” However, compare with /Oread/ (“mountain nymph”), Orestes (“of the mountains”), Orion (“mountain man”), and the names of two of Actaeon ‘s dogs: Oresitrophos (“mountain-bred”) and Oribasos (“mountain-ranger”). I think the chances are pretty good that the meaning of Origenes is “mountain-born.”
305. *ORION*: Greek myth name of one of the Titans, a primordial hunter who was killed by a scorpion. A constellation was named after him. If the name is truly Greek, it means “mountain man.” If it is of Akkadian origin, it means “light of heaven.”
306. *ORPHEUS*: “Darkness of night.” Greek myth name of a poet who charmed Hades with his lyre in an attempt to rescue his wife from the underworld.
307. *OSIRIS*: Greek form of Egyptian Asar , myth name of a god of the underworld, possibly meaning “something that has been made; a product.”
308. *OULIXES*: Variant of Greek Odysseus , probably meaning “to be angry, to hate.”
309. *OULIXEUS*: Variant of Greek Odysseus , probably meaning “to be angry, to hate.”
310. *OURANOS*: Original Greek form of Latin Uranus , meaning “the heavens.”
311. *PAEON* (Pæon): Greek myth name of a physician god, meaning “healer.”
312. *PAIAN*: Variant of Greek Paeon, meaning “healer.”
313. *PAION*: Variant of Greek Paeon, meaning “healer.”
314. *PALAEMON*: Greek myth name of a sea god, possibly composed of the Greek elements /palai/ “far back, long ago” and /monos/ “alone, single.”
315. *PALLAS*: Greek unisex name derived from the element /pallô/, meaning “to brandish, to wield (a weapon).” It is the name of many characters in Greek mythology: a son of Evander ; a giant son of Uranus and Gaia ; a Titan son of Crius and Eurybia ; the father of the 50 Pallantids; a daughter of Triton; and it is an epithet of Athena .
316. *PAMPHILOS*: “Friend of all.” Ancient Greek name composed of the elements /pan/ “all” and /philos/ “friend.”
317. *PAN*: Greek myth name of a god of shepherds and flocks, who had the horns, hindquarters and legs of a goat, derived from the word /pa-on/, meaning “herdsman.”
318. *PANAGIOTAKIS*: Pet form of Greek Panagiotis, meaning “all-holy.” 319. *PANAGIOTIS*: “All-holy.” Greek name composed of the elements /pan/ “all” and /hagios/ “holy.”
320. *PANAYIOTIS*: Variant of Greek Panagiotis, meaning “all-holy.”
321. *PANKRATIOS*: “All power.” Greek name composed of the elements /pan/ “all” and /kratos/ “power.”
322. *PANOS*: Pet form of Greek Panagiotis, meaning “all-holy.”
323. *PANTALEON*: “All-lion.” Greek name composed of the elements /pantes/ “all” and /leon/ “lion.”
324. *PANTHERAS*: “All to hunt; panther.” Ancient Greek name derived from the word /panther/, itself composed of the elements /pan/ “all” and /therao/ “to hunt.”
325. *PARAMONIMOS*: Ancient Greek name derived from the word /paramone/, meaning “constant, enduring.”
326. *PARAMONOS*: Greek name derived from older Paramonimos, meaning “constant, enduring.”
327. *PARIS*: Greek myth name of the son of Priam who kidnapped Helen and later fatally wounded Achilles . Because it had been prophesied that he would cause the collapse of Troy, his father gave him to a shepherd to be destroyed. The shepherd could not bring himself to kill the baby so he left it in the desert. Five days later he found the infant still alive and decided to “take a chance,” and raise the child himself. He called the baby Paris, which was probably derived from /pari/ “wager.”
328. *PATROKLOS*: “Glory of the father.” Original Greek form of Latin Patroclus , myth name of the best friend of Achilles . Both were heroes who fought against the Trojans. The name is composed of the Greek elements /patros/ “of the father” and /kleos/ “glory.”
329. *PAVLOS*: Greek form of Paul , meaning “small.”
330. *PEGASOS*: Original Greek form of Pegasus , myth name of the winged horse who was the son of Poseidon and the Gorgon Medusa , and brother of the giant Chrysaor . Like Athena , who was born of Zeus’s head, Pegasos and Chrysaor are said to have been born of Medusa’s neck when Perseus beheaded her. According to Hesiod , everywhere Pegasus struck hoof to earth an inspiring spring burst forth. The name was derived from the word /pegaios/, meaning “born near the pege (source of the ocean, spring, or well).”
331. *PELAGIOS*: Greek name derived from the word /pelagos/, meaning “the sea.”
332. *PERIKLES*: “Surrounded by glory.” Greek name composed of the elements /peri/ “around” and /kleos/ “glory.”
333. *PERSEUS*: If this name is Greek, the forepart of it might have derived from the Greek element /pertho/, meaning “to sack, to destroy.” And according to Carl Daling Buck in his /Comparative Grammar of Greek and Latin/, the -/eus/ suffix found in so many Greek names is typically used to form an agent noun. So, this could mean that Perseus was a “destroyer” by profession, i.e. a “soldier,” which is a fitting name for this legendary hero.
334. *PHAIDROS*: Greek name derived from the word /phaidros/, meaning “bright.”
335. *PHANES*: “Appear.” Orphic myth name of the first God to appear at the beginning of creation, from the Greek word /phaino/, meaning “appear.” According to Orphic tradition, he passed the scepter of kingship to his only child, Nyx , who passed it on to Ouranos from whom it was seized by Kronos and finally by Zeus who devoured Phanes in order to obtain his primal powers. Phanes was described as being a golden-winged hermaphrodite.
336. *PHILANDER*: “With love for people.” Popular Greek name given to lovers in old stories, originally derived from the Greek adjective /philandros/ “with love for people,” often mistaken as meaning “loving man” or “friend of man” from the separate elements /phil///philos/ “friend; loving” and /andr///andros/ “man; of man.”
337. *PHILEMON*: Greek biblical name of an apostle, meaning “affectionate.”
338. *PHILIPPOS*: “Lover of horses.” Greek name composed of the elements /phil/ “love” and /hippos/ “horse.”
339. *PHILOKRATES*: “Friend-power.” Greek name composed of the elements /philos/ “friend” and /kratos/ “power.”
340. *PHILOMENES*: “Love-strong.” Greek name composed of the elements /philein/ “to love” and /menes/ “strength.”
341. *PHILON*: Greek name derived from the word /phileo/, meaning “to love.”
342. *PHILOTHEOS*: “Friend of God.” Greek name composed of the elements /philos/ “friend” and /theos/ “god.”
343. *PHOBOS*: Greek myth name of a son of Ares , meaning “fear.” This is also the name of a moon of the planet Mars.
344. *PHOIBOS*: Original Greek form of Latin Phoebus , meaning “shining one.”
345. *PHOKAS*: Greek name meaning “seal,” the mammal.
346. *PHOTIOS*: Greek name derived from the element /phos/, meaning “light.”
347. *PHRIXOS*: Original Greek form of Latin Phrixus , myth name of the son of Athamus and Nephele , derived from the word /phrix/, meaning “the ripple of water in wind; the shivering of skin from fear.”
348. *PLATON*: Greek name derived from the word /platys/, meaning “broad, flat; plateau.”
349. *PLOUTARCHOS*: “Source of wealth.” Original Greek form of Plutarch , composed of the elements /ploutos/ “riches, wealth” and /arche/ “origin, source.”
350. *PLOUTON*: Original Greek form of Latin Pluto , myth name of a god of the underworld, derived from the word /ploutos/, meaning “wealth.”
351. *PODARGE*: “Fleet-foot.” Greek unisex myth name of several characters: 1) one of the Harpies who was the mother of Balius and Xanthus ; 2) it was another name that the rainbow goddess Iris was known by; and 3) it was Priam ‘s birth name; he changed it after buying his life from Herakles .
352. *POLYDEUCES*: Variant of Greek Polydeukes, meaning “very sweet.”
353. *POLYDEUKES*: “Very sweet.” Original Greek form of Latin Pollux , composed of the elements /polys/ “much” and /deukes/ “sweet.”
354. *POLYDORUS*: “Bears many gifts.” Greek myth name of Priam ‘s youngest son and several other characters, composed of the elements /polys/ “much” and /doron/ “gift.”
355. *POLYKARPOS*: “Fruitful.” Greek name composed of the elements /polys/ “much” and /karpos/ “fruit.”
356. *PORPHYRIOS*: Greek name derived from the word /porphyra/, meaning “purple.”
357. *POSEIDON*: Greek myth name of a god of horses and the sea. Equated with Roman Latin Neptune . He is also known as the “earth-shaker.” Of uncertain etymology, but possibly means “distribution-lord.”
358. *PRAXIS*: Greek name meaning “practice,” “exercise,” or “action.”
359. *PRAXITELES*: Greek name composed of the elements /praxis/ “action, exercise, practice,” and /telos/ “aim, goal.”
360. *PRIAMOS*: Original Greek form of Priam , possibly meaning “ransomed.”
361. *PROCHOROS*: Greek form of Latin Prochorus , meaning “leader of the dance.”
362. *PROKOPIOS*: Greek name derived from the word /prokope/, meaning “advance, progress.”
363. *PROMETHEUS*: Greek myth name of the Titan who was punished by Zeus for stealing fire to give to mankind, derived from the word /promethes/, meaning “foresight.”
364. *PROTEUS*: Greek myth name of a god of the sea, derived from the word /protos/, meaning “first.”
365. *PTOLEMY*: Greek name derived from the word /polemeios/, meaning “agressive, warlike.”
366. *PYRROS*: Original Greek form of Latin Pyrrhus , meaning “flame-like.”
367. *PYTHAGORAS*: “Python market.” Greek name composed of the name Pythios “python” and the element /agora/ “market.”
368. *PYTHIOS*: Greek myth name of a serpent killed by Apollo near Delphi. The name may be related to the word /pythein/, meaning “to rot.”
369. *SELEUKOS*: Greek name of one of Alexander the Great’s generals. The meaning of the name is unknown, however his other name, Nicator , means “the conqueror.”
370. *SERAFEIM*: Greek form of Latin Seraphinus , meaning “burning ones.”
371. *SETH*: Greek form of Egyptian Sutekh , name of the evil god of Chaos who slew Osiris , possibly meaning “dazzle.”
372. *SETHOS*: Original form of Greek Seth, possibly meaning “dazzle.”
373. *SILOUANUS*: Greek form of Roman Silvanus , meaning “from the forest.”
374. *SIMON*: Greek form of biblical Simeon , meaning “hearkening.”
375. *SIMONIDES*: “Flat-nosed type.” Greek name composed of the elements /simos/ “flat-nosed” and /eidos/ “kind, type.”
376. *SOKRATES*: “Sound power.” Original Greek form of Latin Socrates , composed of the elements /sos/ “sound, whole” and /kratos/ “power.”
377. *SOLON*: Greek name meaning “wisdom.”
378. *SOPHOKLES*: “Skilled-glory.” Original Greek form of Latin Sophocles , composed of the elements /sophos/ “clever, skilled” and /kleos/ “glory.”
379. *SOPHOS*: Greek form of Latin Sophus , meaning “clever, skilled.”
380. *SOPHRONIOS*: Greek name derived from the element /sophron/, meaning “self-controlled.”
381. *SOSIGENES*: “Born safe/sound.” Greek name composed of the elements /sos/ “safe, sound” and /genes/ “born.”
382. *SOTIRIOS*: Variant of Greek Sotiris, meaning “salvation.”
383. *SOTIRIS*: Greek name meaning “salvation.”
384. *SPIRIDION*: Greek name derived as a diminutive form of Latin /spiritus/, meaning “little spirit.”
385. *SPIRO*: Variant of Greek Spyro, meaning “spirit.”
386. *SPIROS*: Variant of Greek Spyros, meaning “spirit.”
387. *SPYRIDON*: Greek name derived from Latin /spiritus/, meaning “spirit.”
388. *SPYRO*: Nickname for Greek Spyridon, meaning “spirit.”
389. *SPYROS*: Nickname for Greek Spyridon, meaning “spirit.”
390. *STAMATIOS*: Greek name derived from /stamato/, meaning “stop.”
391. *STAMATIS*: Variant of Greek Stamatios, meaning “stop.”
392. *STATHIS*: Nickname for Greek Eustathios , meaning “good stability.”
393. *STAVROS*: Greek name meaning “crucifixion cross.”
394. *STEFANOS*: Greek form of English Stephen , meaning “crown.”
395. *STELIOS*: Variant of Greek Stylianos, meaning “pillar.”
396. *STEPHANOS*: Greek name derived from the word /stephanos/, meaning “crown.”
397. *STRATON*: Greek name meaning “army.”
398. *STYLIANOS*: Greek name derived from the word /stylos/, meaning “pillar.”
399. *TAKIS*: Nickname for Greek Panagiotakis, meaning “all-holy.”
400. *TARASIOS*: Greek name meaning “of Tarentum.”
401. *TELAMON*: Greek myth name of the father of Ajax , possibly meaning “support.”
402. *TELAMONIAN AJAX*: Another name for the Greek hero, Ajax . Telamonian means “son of Telamon.”
403. *TELESPHOROS*: Greek name meaning “bearing fruit.”
404. *TERIS*: Nickname for Greek Eleftherios , meaning “the liberator.”
405. *THADDEUS*: Greek biblical name of one of the lesser apostles. The name is related to Theodotos, meaning “given of God.”
406. *THALES*: Greek name meaning “blossom.”
407. *THAN*: Nickname for Greek Thanatos, meaning “death.”
408. *THANATOS*: Greek myth name of a god of death, meaning “death.”
409. *THANOS*: Pet form of Greek Athanasios , meaning “immortal.”
410. *THEMISTOKLES*: “Glory of law.” Greek name composed of the elements /themistos/ “of custom/law” and /kleos/ “glory.”
411. *THEODOROS*: “Gift of God.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /doron/ “gift.”
412. *THEODOSIOS*: “God-giving.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /dosis/ “giving.”
413. *THEODOTOS*: “God-given.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /dotos/ “given.”
414. *THEODOULOS*: “God-slave.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /doulos/ “slave.”
415. *THEOKRITOS*: “God-judge.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /krites/ “critic, judge.”
416. *THEOPHANES*: “Manifestation of God.” Ancient Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /phanes/ “appearing.”
417. *THEOPHILOS*: “God’s friend.” Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /philos/ “friend.”
418. *THEOPHYLAKTOS*: “God’s guard.” Ancient Greek name composed of the elements /theos/ “god” and /phylasso/ “to guard.”
419. *THERAPON*: Ancient Greek name meaning “servant; worshiper.”
420. *THERISTIS* (Theristís): Greek name meaning “mowing month,” referring to the month of June.
421. *THERON*: Greek name meaning “hunter.”
422. *THESEUS*: Greek myth name of a hero who slew the Minotaur. The name may derive from the same root as Greek /thesis/ (originally “a setting down/placing”) which ultimately derives from PIE base */dhe/- “to put, to do.”
423. *THOTH*: Greek form of Egyptian Tehuti , myth name of a god of the moon, magic and science, meaning “he who balances.”
424. *THOUKYDIDES*: “Glory of God.” Greek name composed of the elements /theou/ “of god” and /kydos/ “glory.”
425. *TIMAIOS*: Greek name meaning “honor.”
426. *TIMON*: Greek name derived from the element /time/, meaning “honor.”
427. *TIMOTHEOS*: “To honor God.” Original Greek form of Timothy , composed of the elements /timao/ “to honor” and /theos/ “god.”
428. *TITOS*: Greek form of Roman Titus , which was derived from the word /Titan/, itself from Greek /titauos/, meaning “white clay, white earth.”
429. *TOBIAS*: Greek form of Hebrew Tobiah , meaning “God is good.”
430. *TRITON*: Greek myth name of a god of the sea, derived from the word /tritos/, meaning “of the third.”
431. *TRYPHON*: Greek name derived from the word /tryphe/, meaning “delicate, soft.”
432. *TYCHON*: Greek name meaning “hitting the mark.”
433. *URIAS*: Greek form of Uriah , meaning “God is my light.”
434. *USIRIS*: Variant of Osiris, the Greek form of Egyptian Asar , possibly meaning “something that has been made; a product.”
435. *VANGELIS*: Variant of Greek Evangelos , meaning “good tidings.”
436. *VASILIOS*: Greek form of English Basil , meaning “king.”
437. *VASILIS*: Greek form of English Basil , meaning “king.”
438. *VLASIS*: Greek form of French Blaise , meaning “talks with a lisp.”
439. *VLASSIS*: Greek form of French Blaise , meaning “talks with a lisp.”
440. *XANTHIPPOS*: “Yellow horse.” Greek name composed of the elements /xanthos/ “yellow” and /hippos/ “horse.”
441. *XANTHOS*: Original Greek form of Latin Xanthus , myth name of several characters and creatures, including a semi-divine horse belonging to Achilles , meaning “yellow” or “blonde.”
442. *XENOCRATES*: “Foreign/strange power.” Greek name composed of the elements /xenos/ “foreign, strange,” and /kratos/ “power.”
443. *XENON*: Greek name derived from the word /xenos/, meaning “foreigner; stranger.”
444. *XENOPHON*: “Foreign/strange voice.” Greek name composed of the elements /xenos/ “foreign, strange” and /phone/ “voice.”
445. *XERXES*: Greek form of Persian Khshayarsha , meaning either “ruler over heroes.”
446. *YANNI*: Variant of Greek Yianni, meaning “God is gracious.”
447. *YANNIS*: Variant of Greek Yiannis, meaning “God is gracious.”
448. *YIANNI*: Variant of Greek Yiannis, meaning “God is gracious.”
449. *YIANNIS*: Greek form of John , meaning “God is gracious.”
450. *YIORGOS*: Greek form of English George , meaning “earth-worker, farmer.”
451. *YORGOS*: Greek form of George , meaning “earth-worker, farmer.”
452. *ZACCHAEUS*: Greek biblical name of a tax collector. The name is the Greek form of Hebrew Zakkai , meaning “pure.”
453. *ZACHARIAS*: Greek form of biblical Zechariah , meaning “God has remembered.”
454. *ZEBEDEE*: Greek form of biblical Zebadiah , meaning “God has given.”
455. *ZENOBIOS*: Masculine form of Greek Zenobia , meaning “life of Zeus .”
456. *ZENON*: Old Greek name, possibly meaning “of Zeus.”
457. *ZEPHYR*: Greek myth name of the god of the “west wind.”
458. *ZEPHYROS*: Greek name meaning “west wind.”
459. *ZEUS*: “God.” Name of the highest of the Greek Olympian gods. The name derived from the first half of an older Indo-European god, /Dyeus Phter/, whose name meant “god-father.”
460. *ZOPYROS*: Greek name meaning “glowing.”
461. *ZOROASTER*: Greek form of Persian Zarathustra , meaning “one who owns golden/yellow camels.”
462. *ZOSIMOS*: Greek name derived from the word /zosimos/, meaning “likely to survive; survivor.”
463. *ZOTIKOS*: Greek name derived from the word /zotikos/, meaning “full of life.”

(Source : 20kWeb.com/Jr. Jungle Jean/hpk doc.)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.