Kisah Dewi Bulan dan Dewi Pajar

•Januari 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Luna (Selene)

Luna, dewi bulan yang pucat, tiap malam melintasi angkasa dari istana emasnya di timur dengan mengendarai keretanya yang dihela dua ekor sapi jantan bertanduk sabit. Dia memberikan cahayanya yang lembut keperakan bagi bumi di malam hari. Dalam perjalanan dia selalu disertai bintang-bintang yang dipimpin oleh Vesper, Bintang Senja. Kala fajar menyingsing, bersama mereka dia akan menuju ke Sungai Ocean di sebelah barat dan kembali ke istananya di timur dengan mengendarai perahu.

Di wajah Luna yang cantik dan murni selalu membayang kabut duka. Konon suatu malam, saat dia sedang menjalankan tugasnya menerangi bumi, dia berjumpa seorang pemuda gembala yang tampan bernama Endymion di Gunung Latmos. Luna jatuh cinta pada Endymion. Namun sayang Endymion yang dianugerahi keabadian oleh Jupiter juga memohon agar diizinkan tidur selamanya. Maka dia tak akan pernah terbangun oleh sentuhan lembut jemari Luna yang membelai wajahnya untuk mengatakan pada Luna bahwa dia juga mencintainya.

Luna dilukiskan sebagai wanita cantik bergaun dan berkerudung keperakan, wajahnya pucat oleh duka.

Aurora (Eos)

Aurora adalah dewi fajar keemasan yang berjari-jari merah bagai mawar.

Tiap pagi, saat Luna hampir menuntaskan perjalanannya, Aurora akan membuka gerbang istana emasnya di timur lalu terbang dengan sayap-sayapnya yang bercahaya redup namun makin lama makin terang, diikuti oleh Lucifer, Bintang Fajar, melintasi angkasa dari timur ke barat sambil menghalau bintang-bintang memasuki Sungai Ocean, kecuali rasi Ursa Mayor dan Minor yang tak pernah tenggelam dan terbit di ufuk saat fajar menyingsing maupun senja menjelang. Aurora membawa sekendi air dingin dalam perjalanannya dan memercikkan air tersebut ke atas permukaan rerumputan, dedaunan, dan bunga-bunga sebagai embun pagi.

Meski menikah dengan Aeolus, dewa angin, Aurora juga menjalin cinta dengan Orion. Orion adalah seorang pemburu bangsa Boetia yang tampan dan perkasa. Ketika menjalin cinta dengan Aurora, Orion pernah sesumbar akan memusnahkan semua hewan buas di muka bumi dan mempersembahkannya bagi Aurora.

Apollo yang mendengar hal tersebut kemudian mengirim seekor kalajengking raksasa untuk membunuh Orion. Aurora memohon bantuan Diana agar menyelamatkan Orion. Diana yang menyanyangi Orion sebagai sesama pemburu bersedia menyelamatkan Orion. Pada saat Orion sedang dikejar-kejar oleh kalajengking raksasa tersebut, Diana bersiap-siap membidikkan panahnya untuk membunuh kalajengking tersebut. Tiba-tiba Apollo muncul dan mengaburkan pandangan Diana sehingga anak panahnya meleset, justru mengenai Orion yang tewas seketika.

Diana yang berduka karena tak dapat menepati janjinya pada Aurora kemudian menempatkan Orion di angkasa sebagai rasi bintang Orion, sedangkan kalajengking rakasasa tersebut oleh Apollo juga ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Scorpio dalam posisi sedang memburu Orion.

Selain Orion, Aurora juga pernah menjalin cinta dengan Tithonus, putra Raja Laomedon dari Troy. Tithonus yang mencintai Aurora selalu bangun saat fajar merekah untuk menyaksikan kekasihnya tersebut menjalankan tugasnya mengumumkan kepada bumi bahwa sebentar lagi matahari akan kembali memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi.

Dari hasil hubungan mereka lahirlah seorang putra bernama Memnon. Sayang sekali saat Jupiter menganugerahkan keabadian bagi Tithonus, Aurora lupa memohon kemudaan abadi bagi kekasihnya tersebut, sehingga seiring berjalannya waktu Tithonus menjadi renta sementara ajalnya tak kunjung tiba. Akhirnya karena iba melihat Tithonus yang telah semakin lemah dalam kerentaannya, Aurora mengubahnya menjadi belalang, makhluk yang selalu bangun di saat fajar menyingsing.

Aurora dilukiskan sebagai wanita jelita berambut keemasan dengan jari-jari yang berwarna kemerahan bagai mawar serta bersayap.

(Sumber; The Golden Age of Classical Myths/hpk doc/Jan/08)

Meneguhkan Kemarahan Impresif – Robby H. Abror

•Januari 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sepanjang sejarah hidup manusia, kemarahan merupakan sifat yang inheren dalam dirinya. Kemarahan seringkali menjadi masalah jika tak terkendali dan berdampak buruk. Apalagi jika kemarahan menjadi masalah bagi orang-orang penting atau terdekat kita. Sesuatu yang sebenarnya tidak kita kehendaki, tetapi akhirnya memaksa untuk menanganinya juga.

Kemarahan sesungguhnya adalah sebentuk emosi yang sangat manusiawi yang berkolaborasi dengan nafsu sehingga bisa berdampak positif atau negatif. Kemarahan dapat memproduksi energi positif untuk meluruskan kesalahan, memperjuangkan kebenaran atau mengangkat isu-isu penting dalam hubungan seseorang yang sangat pribadi. Tidak heran bila sesuatu yang dilakukan ketika marah akan sangat menentukan apakah kemarahan itu merupakan sumber energi yang produktif atau sebaliknya, merupakan sumber ketegangan dan konflik dalam kehidupan seseorang. Tetapi yang jelas, kemarahan umumnya menjadi masalah.

Pada kenyataannya, kemarahan seringkali datang secara mendadak dan meniadakan begitu saja kemungkinan untuk bisa mengendalikannya. Kemarahan selalu terejawantahkan disebabkan adanya pemicu, pikiran yang berkecamuk, ekspresi, pasif-agresif, serta perasaan gaduh.

Proyek manajemen kemarahan Robert Nay yang tertuang secara brilian dalam buku ini menuturkan bahwa seseorang perlu mengenali kelima penyebab tersebut yang terakumulasi dalam fisiologi kemarahan. Ada tanda dan gejala kemarahan yang memungkinkan kita untuk mempelajari dan menemukan faktor kemarahan dalam diri kita. Kita bisa mendeteksi detak jantung dan perubahan tekanan darah, laju pernapasan yang meningkat, respons lambung dan darah, respons otot-otot tubuh, perubahan temperatur kulit, indra yang menajam serta perubahan kimiawi darah dan adrenalin.

Pusparagam bentuk fisiologis kemarahan itu dapat memudahkan kita untuk mengidentifikasi karakter kemarahan melalui multiwajah kemarahan. Misalnya sarkasme, wajah kemarahan tampak dari cara orang melontarkan “banyolan” atau sindiran yang menyakitkan orang lain; membuka aib seseorang di hadapan orang lain atau mempermalukannya di depan umum; mengeraskan suara dan sikap yang dapat membuat orang muak atau tidak senang.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, terkadang kita sulit membedakan antara berkelakar dan mengolok-olok. Hanya sejumput orang saja yang sangat mahir mengombinasikan kecerdasan dan sindiran tajam sebagai suatu cara melepaskan kemarahan lewat sebuah manuver intelektual. Oleh karenanya, jika menjadi salah satu korban sarkasme, kita mungkin terluka, tetapi tidak tahu cara menafsirkan ucapan yang telah ditujukan kepada kita atau bagaimana menanggapinya. Memang kita bisa saja merasa bahwa kitalah yang memiliki masalah karena tidak cukup memiliki selera humor atau karena kita ternyata gampang tersinggung.

Setiap bentuk sarkasme tak perlu direspons secara berlebihan, tetapi yang sebaiknya dipilih jalan untuk memuntahkan kemarahan secara lebih bermakna. Lewat risetnya yang cerdas dan jeli, penulis memaparkan perlunya manajemen kemarahan. Kita perlu memahami dan mengenali kemarahan dengan cara belajar mengidentifikasi apakah kemarahan itu merupakan masalah bagi kita dan orang lain.

Kemudian bersiap-siaplah menghadapi pemicu kemarahan yang merangsang kemarahan. Menyadari kemarahan sejak dini dan berusaha meredakan gejolak. Mengubah berbagai pikiran yang memperparah kemarahan. Tetap bersikap tenang dalam situasi panas. Dan akhirnya, mempertahankan perilaku baru untuk menghadapi rintangan yang menghadang.

Sebenarnya memang bukan soal mudah untuk mengelola dan membangun kebiasaan marah yang baru. Tetapi, paling tidak, kita bisa memahami dari faktor penyulut kemarahan. Misalnya, mungkin kita pernah mengalami kondisi fisik yang sudah tidak sanggup menjalankan tugas dengan baik yang bisa saja membuat kita marah. Atau ketika pekerjaan kurang memuaskan. Atau ketika kita menyaksikan orang lain yang bertingkah laku kurang sopan, kurang terpelajar, dan gayanya memuakkan. Atau saat kita melihat orang lain tidak bisa berlaku adil, gagal menghargai pekerjaan atau mendapat imbalan yang tidak setimpal. Banyak faktor yang bisa memicu kemarahan.

Banyak cara bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan marah yang baru. Kata pepatah, bisa karena biasa. Selalu berlatih untuk mengucapkan selamat tinggal pada wajah kemarahan yang lama. Anggaplah bahwa kemarahan tak ada bedanya dengan beratnya beban masalah di atas punggung. Jadi, segera buang jauh-jauh beban berat itu dengan cara belajar marah dalam keadaan sadar diri serta memahami betul risiko yang ditimbulkannya.

Kemarahan yang ditumpahkan dengan penuh makna secara produktif dapat membentuk aura kejiwaan yang lebih mencerahkan yang pada gilirannya menggiring kepribadian seseorang pada kondisi yang lebih tersanjung dan terhormat. Sebaliknya, kemarahan yang membuncah diatapi nirkesadaran dan nihil perasaan justru bisa menghancurkan persahabatan dan keharmonisan keluarga.

Oleh sebab itu, agar dapat memberikan manfaat bagi kehidupan dan orang-orang terdekat, kita perlu membangun kebiasaaan marah yang baru. Saat di mana kemarahan kita arahkan untuk menghalau kemungkaran demi kebenaran dan perjuangan hak. Di situlah terpatri momentum peneguhan moralitas kemarahan secara positif, estetis, dan impresif. Maka, tidak berlebihan jika buku ini akan dapat mengantarkan kemarahan seseorang menjadi lebih bermakna. Semoga! (*)

Judul Buku : Mengelola Kemarahan: Terampil Menangani Konflik, Melanggengkan Hubungan, dan Mengekspresikan Diri Tanpa Lepas Kendali
Penulis : W. Robert Nay, Ph.D.
Penerjemah : Leinovar Bahfein
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : I, Januari 2007
Tebal : 398 halaman

*) Robby H. Abror, Staf Pengajar Ilmu Filsafat, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta

PUISI – HUJAN

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

H U J A N

Menatap awan yang berarak
Sepintas hanya nampak gumpalan putih semata
Tak terlihat satupun yang istimewa
Begitu kucermati mereka ternyata sangat menarik

Mereka terlihat seperti bernyawa
Gumpalan awan putih perlahan saling mendekatkan diri
Lambat laun mereka mulai bersatu
Menjadi hamparan putih yang sangat memukau

Sedetik kemudian sekelompok gumpalan hitam datang
Bagai pasukan perang mereka ramai rasuki putihmu
Sesaat kemudian hamparan putihmu hilang dari pandangan
Berganti gumpalan hitam yang sangat menakutkan

Gumpalan hitam bersiap tuk segera serang lawan
Diawali gelegar dan kilatan cahaya nan menyilaukan
Mereka langsung menggempur tanpa memberi ampun
Sesaat kehidupan menjadi lumpuh tanpa ada perlawanan

Semburan peluru yang dihamburkannya serentak membuatku sadar
Aku langsung lari tunggang langgang mencari perlindungan
Namun terlambat…
Seluruh tubuhku sudah terlanjur kuyup

(Jupiter poems collection)

The Golden Age of Classical Myths – Part. 6

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ceres (Demeter)
Ceres adalah dewi pertanian, putri Saturn dan Cybele, dan istri Jupiter. Ketika Jupiter naik tahta Olympus, kehancuran akibat perang melawan para titan selama sepuluh tahun terjadi di mana-mana. Bumi tak lagi ditumbuhi tanaman sehingga kelaparan merajalela.

Tersentuh oleh penderitaan umat manusia, Ceres kemudian mohon pada Jupiter agar diizinkan menumbuhkan lagi tanaman yang memberi pangan kepada umat manusia dan memeliharanya. Jupiter mengizinkannya, maka sejak saat itu Ceres menjadi dewi pertanian.

Perkawinannya dengan Jupiter memberinya seorang putri, yaitu Proserpine yang diculik oleh Pluto menjadi permaisurinya di Hades.

Ceres sangat berduka kehilangan putrinya sehingga menolak menumbuhkan tanaman pangan lagi. Akibatnya sekali lagi bencana kelaparan mengancam. Akhirnya Jupiter memutuskan agar Proserpine kembali pada ibunya dengan syarat Proserpine belum memakan sesuatu yang berasal dari Hades. Ternyata Proserpine telah memakan enam butir delima, maka dia hanya boleh kembali pada ibunya selama enam bulan dalam setahun.

Pada saat Proserpine kembali padanya, Ceres bersukacita sehingga bersedia menumbuhkan tanaman pangan bagi umat manusia (yaitu musim semi dan panas). Tetapi pada saat Proserpine harus kembali ke Hades, Ceres berduka sehingga tanaman pangan tidak tumbuh (saat inilah musim gugur dan dingin menjelang). Konon upacara pemberkatan lilin yang diadakan Gereja Katolik berasal dari kebiasaan Romawi Kuno yang memasang lilin selama musim dingin untuk memperingati Ceres mencari putrinya yang diculik oleh Pluto.

Tugas Ceres berat namun mulia, yakni memelihara kelangsungan hidup umat manusia di dunia. Oleh karena itu hukuman berat akan menimpa barang siapa yang berani menghina dan menentangnya. Erisichthon, seorang raja yang meremehkan Ceres dengan menebang pohon oak kesayangannya dihukumnya dengan mengirimkan Kelaparan, putri Nox, pada Erisichthon, sehingga dia menderita kelaparan selalu sampai akhirnya mati karena memakan tubuhnya sendiri.

Ceres dilukiskan sebagai seorang wanita keibuan yang bermahkotakan rangkaian bulir-bulir gandum keemasan di atas kepalanya dan menggenggam setangkai padi di tangannya. Jali dan tanaman pangan lainnya dipersembahkan baginya dalam upacara-upacara di kota sucinya, Eleusis. Konon dalam pengembaraannya mencari Proserpine, Ceres pernah singgah di kota yang diperintah oleh Celeus beserta istrinya, Metaneira, tersebut dan diterima dengan ramah. Oleh karena itu dia mengajarkan cara bercocok tanam yang baik pada Triptolemus, putra Celeus, agar diajarkan pada seluruh umat manusia.

Vesta (Hestia)


Vesta adalah putri Saturn dan Cybele, saudari sulung Jupiter, Juno, Ceres, Neptune, dan Pluto. Dia adalah dewi perapian dan kehangatan keluarga.

Tak ada kisah menakjubkan mengenai dirinya. Tak ada pengalaman mengesankan yang dialaminya tercatat dalam mitologi. Namun demikian dia menjadi dewi yang paling dicintai umat manusia. Keinginannya sederhana, yaitu menjaga dan memelihara kehangatan hati dalam keluarga. Altarnya yang disebut pritaneion selalu ada dalam tiap rumah, yaitu perapian keluarga. Apabila manusia mempersembahkan korban pada dewa-dewi namanyalah yang pertama kali terucap di bibir. Apabila suatu keluarga meninggalkan pemukiman yang lama untuk menetap di tempat yang baru, maka api dari pritaneion yang lama akan dinyalakan di pritaneion yang baru.

Seperti Minerva dan Diana, Vesta juga merupakan dewi yang tetap perawan. Oleh karena itu pendeta wanita yang melayani di kuilnya juga harus perawan seperti pendeta wanita Minerva dan Diana. Mereka disebut vestalia. Seorang vestalia harus menjaga keperawanannya sampai masa pelayanannya selesai. Konon karena hal inilah Rhea Sylvia yang melahirkan Remus dan Romulus, pendiri Roma, dihukum bakar karena mengandung anak dari Mars. (hpk/doc)

to be continued…

The Greek names of the classical deities:
Jupiter: Zeus
Juno: Hera
Minerva: Pallas Athena
Mars: Ares
Venus: Aphrodite
Vulcan: Hephaestus
Mercury: Hermes
Diana: Artemis
Latona: Leto
Aesculapius: Asclepius
Meditrina: Epione
Juventus: Ivy/Hebe
Lucina: Eileithyia
Ceres: Demeter
Vesta: Hestia
Neptune: Poseidon
Pluto/Dis: Hades
Proserpine: Persephone/Kore
Mors: Thanatos
Somnus: Hypnos
Morpheus: Oneiros
Cupid: Eros
Hermione: Harmonia
Discordia: Eris
Sol: Helios
Luna: Selene
Aurora: Eos
Lucifer: Phosphor
Vesper: Hesperus
Bacchus: Dionysus
Saturn: Chronos
Cybele: Rhea
Caelus: Uranus
Terra/Tellus: Gaia/Gea
Amor: Agape
Dia: Emera
Justitia: Themis
Pax: Irene
Victoria: Nike
Fortis: Bia
Fury: Eumenides/Erinnies
Parcae/Fata: Moirae
Grace: Charites
Felicitas/Fortuna: Tyche
Ver: Thallo (Tunas)
Aestas: Auxo (Tumbuh)
Autumna: Karpo (Masak)
Hyem: Chionia (Salju)
Aquilo: Boreas
Favonius: Zephyr
Eurus: Argestes
Auster: Notus
Catamite: Ganymede
Hercules: Heracles/Alcides
Arianna: Ariadne

(Sumber:Forum KG/Legenda Dewa&Dewi Yunani/Hansel/hpk doc/Dec/07)

Watak berdasarkan tanggal lahir_January

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

WATAK BERDASARKAN TANGGAL LAHIR

1 Januari
Mudah tersinggung perasaannya, pemikirannya cerdas dan manis budi bahasanya dan memiliki sifat-sifat aneh dan ada kemungkinan mengembara. Karena sifatnya yang murah hati dan kalau kurang waspada mudah menjadi korban penipuan.

2 Januari
Mudah menjadi tegang, suka melamun, perasaannya peka dan idealis serta kadang-kadang bersifat melankolik (gampang merasa sedih atau bermuram durja). Dalam bidang pekerjaan yang legal atau halal bisa mencapai sukses.

3 Januari
Cerdik pandai, mudah tersinggung dan mudah naik darah karena terpengaruh oleh perasaannya yang sangat peka, suka mengkritik dan bersifat artistik, artinya suka akan kesenian atau hal-hal yang bersifat seni. Sesekali bisa tertipu.

4 Januari
Berpikiran tajam dan banyak inisiatifnya, suka menyelidiki segala sesuatu dengan teliti. Dalam bidang asamara bisa tidak beruntung dan bisa mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan serta harus berhati-hati terhadap musuh dalam selimut.

5 Januari
Memiliki inteligensi cukup tinggi, pandai menganalisa segala sesuatu, bisa memperoleh kehormatan dan penghargaan dan bisa sukses dalam karir kemiliteran dan dalam bidang Angkatan Laut.

6 Januari
Sangat aktif dan penuh kegiatan, welas kasih dan penuh semangat dalam melakukan segala macam pekerjaan. Bisa sukses dalam bidang usaha dagang sebab ulet dan sabar dalam menanti hasil yang diharapkan.

7 Januari
Gerak-geriknya cepat, otaknya jernih dan ambisius, bragasan dan mudah sekali tersinggung, suka mengecam orang tanpa khawatir akan akibatnya.

8 Januari
Cerdas, tangkas, materialistis, sering cerewet, mau menang sendiri dan keras kepala serta semangat berjuangnya tinggi dalam menempuh penghidupan.

9 Januari
Tindak tanduknya sangat berhati-hati, suka menaruh curiga atau berprasangka, tidak suka bergurau dan berangan-angan hidup bebas serta tidak mau bergantung pada orang lain dan oleh kecerdikannya mereka bisa mencapai sukses tetapi kurang beruntung dalam bidang percintaan.

10 Januari
Agak ambisius, suka mengejar kedudukan dan kehormatan, pandangannya luas dan sering tepat mengenai sasaran sehingga bisa terkenal dan dihormati serta pandai mengatur organisasi.

11 Januari
Gemar belajar, sangat pandai, ulet dan teladan dalam menuntut ilmu sehingga bisa menjadi seorang sarjana yang ahli. ..

12 Januari
Biasanya berhati-hati, tenang, teliti dan banyak segan tetapi bicaranya sungguh-sungguh serta mengenal disiplin sehingga bisa sukses dalam mencapai kedudukan terhormat.

13 Januari
Cerdas dan sangat kuat pemusatan pikirannya. Dalam menuntut ilmu yang disukainya, ia bisa bersungguh-sungguh. Jika bekerja di lingkungan pemerintahan, maka bisa berhasil.

14 Januari
Memiliki pembawaan yang baik, cerdas, pikirannya asli, bisa menguasai ilmu kebatinan yang tinggi, sayangnya mereka agak malas dan suka acuh tak acuh meskipun selalu berhati-hati dalam setiap langkah yang dilakukannya.

15 Januari
Agak pandai, memiliki penglihatan luas, dalam menempuh penghidupan bisa memperoleh penolong-penolong baik yang akan mengangkat kehormatan dirinya.Sayangnya kesehatannya kurang baik.

16 Januari
Sangat aktif, sifatnya mudah tersinggung, suka bermuram durja, kurang memperhatikan keadaan jasmaninya dan memiliki kecenderungan untuk berkelana jauh dari tempat kelahirannya.

17 Januari
Sangat sukar untuk dirawat karena badannya lemah sehingga memerlukan banyak perhatian, memiliki otak yang cukup terang sehingga mudah memahami apa saja yang dipelajarinya dan gemar akan seni musik dan segala sesuatu yang bersifat artistik.

18 Januari
Meskipun tampak lemah-lembut tetapi kemauannya besar, murah hati, suka berkorban, senang bergotong royong, artistik dan musikal serta pandai dan cakap di berbagai bidang.

19 Januari
Memiliki firasat yang tajam dan luar biasa pandai, bisa berhasil gemilang dalam bidang ilmu pengetahuan dan umumnya bergaul di kalangan orang-orang cerdik pandai.

20 Januari
Pandai berdiplomasi, panjang akal dan berani, artistik dan musikal serta bisa sukses di bidang politik dan ketatanegaraan.

21 Januari
Pada umumnya bersemangat, cerdik, gagah berani, suka sekali mengejar ilmu pengetahuan yang luas, bisa memperoleh kemajuan berkat dukungan orang-orang yang berpengaruh, tetapi dalam kisah-kisah cinta bisa mengalami keadaan bahaya yang merugikan dan mengecewakan.

22 Januari
Memiliki sifat ramah tamah, simpatik, berakal, banyak disukai orang, bisa tertarik pada politik dan masalah sosial dan bisa sukses berkat bantuan orang-orang yang lebih tua serta bisa mengalami perkawinan yang bahagia dan sejahtera.

23 Januari
Baik, ramah, dermawan dan sangat aktif tetapi kadangkala murung. Ia bisa memperoleh keuntungan tanpa diduga.

24 Januari Memiliki firasat yang tajam, agak pemalu dan banyak segan serta tidak mudah mempercayai orang sebab sering menaruh prasangka terhadap orang lain.

25 Januari
Emosional, suka gugup, tampaknya sibuk saja bergerak kian kemari, memiliki kemauan yang keras, ulet dan berani menghadapi segala kemungkinan.

26 Januari
Ingin hidup bebas dan tidak mau di bawah perintah orang lain. Dalam hal kepercayaan ia memegang teguh peraturan dan ia bisa berhasil dari banyak berkelana.

27 Januari
Amat pandai menyesuaikan diri dengan kalangan apapun, artistik, musikal, suka akan kesusasteraan, ia mampu menguasai filsafat dan kebatinan serta bisa sukses dalam dunia karang-mengarang.

28 Januari Suka akan pemandangan yang indah, tenang, keras kepala, bakatnya ditujukan pada ilmu pengetahuan, kesenian dan karang-mengarang atau karir lain yang menguntungkan.

29 Januari
Memiliki gerak-gerik yang amat gesit, meskipun sangat lamban dalam memperhatikan sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia bisa sukses dalam bidang seni dan karang-mengarang.

30 Januari
Ramah-tamah, wataknya halus, pandangannya luas dan suka menjauhkan segala pertikaian. Umumnya cocok kalau menjadi pendeta, sosiawan atau seniman.

31 Januari
Memiliki otak tajam dan kemauannya keras, dapat menemukan pendapat-pendapat baru yang banyak menguntungkan, gagah berani dan suka bertualang serta cocok kalau bergerak di bidang teknik dan mekanik.

Kisah Seekor Anak Elang – Kau Tak Akan Tahu!

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kau Tak Akan Tahu!

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.

Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghung negeri burung.

Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan.

Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam…? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya:

”Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?”

Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: ”Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat”. Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang. Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan.

Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.

Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: ”Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!”

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.

Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya:

”Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?”

”Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!” jawab si induk elang dengan penuh kasih.

”Tapi aku takut!’ ujar si anak

”Kami tahu, karenanya kami ta memaksa.” Jawab si induk elang lagi.

”Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?” tanya si anak

”Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!”

”Bagaimana caranya?”

”Percayalah pada kami!” Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.

”Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?”

Dengan tenang si elang jantan berkata: ”Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!”

Lalu si induk elang menambahkan: ”Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!”

Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.

Awal mula pohon ialah benih.
Hidup memerlukan pengorbananan.
Pengorbanan memerlukan perjuangan.
Perjuangan memerlukan ketabahan.
Ketabahan memerlukan keyakinan.
Keyakinan pula menentukan kejayaan.
Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.

Perjalanan seribu batu, bermula dari satu langkah.
(Lao Tze)

(HPK doc/Pencerahan/Jan08)

Tips & Trik Berpacaran (2)

•Januari 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Is My Love Blind?
Banyak alasan yang membuat anda jatuh cinta seperti terpesona pada pandangan pertama sehingga anda merasa jatuh cinta tanpa anda bisa menyebutkan alasannya. Cinta terkadang tumbuh karena terbiasa sering melakukan pekerjaan secara bersama. Hal yang sering terjadi adalah jatuh cinta tidak pernah ada pilihan lain.

Sebenarnya semua alasan itu normal-normal saja tapi anda harus ingat bahwa jatuh cinta terkadang menjadi suatu hal yang membutakan akal sehat. Saat anda menyukai seseorang, apapun yang anda lakukan kepada pasangan, semua berdasarkan pertimbangan cinta. Jangan anda terburu-buru jatuh cinta karena jika terlalu cepat maka anda akan dibutakan oleh cinta itu sendiri. Untuk itu, ada baiknya anda kenali ciri-ciri saat anda terkena cinta buta.

Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Selalu menelpon dan mengirim sms. Setiap menit anda selalu menghujani dia dengan telepon dan sms. Hal ini akan membuat dia bukan semakin cinta kepada anda tetapi malah merasa jenuh karena terganggu. Sehingga bisa-bisa dia lari dari samping anda.

Memberikan hadiah setiap waktu. Hadiah yang besar dan mahal yang anda berikan kepada pasangan anda. Sebenarnya uang dan perhatian seperti itu tidak bisa membeli cinta. Memang dia akan merasa senang menerimanya tetapi bukan berarti dia akan membalas cinta anda loh.

Menyebut dia pacar anda. Jika beberapa kali anda jalan bareng bersamanya dan sudah menganggap dirinya sebagai kekasih. Memang kebutuhan akan rasa aman terkadang membuat anda terbutu-buru dalam menjalin hubungan. Padahal hubungan yang sedang anda jalin belum tentu cukup kuat untuk menentukan akan berkembang ke arah yang anda inginkan.

Menjadi public enemy. Hati dan kepala anda yang dipenuhi cinta, pasti akan mempengaruhi pekerjaan dan persahabatan anda. Teman-teman dekat yang biasanya jalan bareng akan anda abaikan karena sibuk berduaan dengan dia. Kualitas pekerjaan anda juga menurun drastis karena anda tidak bisa konsentrasi.

Jadi cobalah anda mulai saat ini, jangan anda libatkan emosi tapi gunakan logika juga. Jika anda bisa menggabungkan keduanya maka dijamin cinta anda tidak akan buta dan tak akan ada penyesalan nantinya. Goodluck girls. p2t

***

The Older, The Better

Dalam menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih tua dari anda, ada beberapa kondisi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi yang membaik merupakan hal-hal yang sering dianggap lelaki sebagai kelemahan perempuan yang usianya lebih muda. Simak beberapa kondisi tersebut, dibawah ini.

Perempuan yang lebih tua seringkali lebih terbuka dalam masalah sex dan lebih mampu menikmatinya daripada perempuan yang lebih muda. Berdasarkan beberapa penelitian, puncak energi seksual perempuan justru dicapai pada usia pertengahan 30-an hingga 40-an. Hasrat sex akan lebih besar jika sang perempuan sudah mencapai puncak karirnya dan mapan secara finansial. Sehingga perempuan berumur merupakan pasangan sex yang tepat bagi lelaki muda yang memuncak hasratnya pada usia yang relatif lebih muda.

Pengalaman kaum perempuan yang lebih tua cenderung memiliki pandangan dan sikap hidup yang lebih positif serta lebih bijak daripada perempuan muda. Sikap ini sangat menguntungkan karena lelaki muda sedang menggebu-gebu semangatnya mengejar impiannya sehingga membutuhkan tempat berlabuh. Lelaki muda membutuhkan seseorang yang selalu mendengarkan impian dan harapannya serta memberi simpati bahkan dukungan saat dia mengalami kegagalan.

Bertambahnya usia sering mengingatkan seseorang betapa semakin dekatnya dia dengan saat terakhir dalam hidupnya. Sehingga membuat perempuan lebih tua semakin menghargai hidupnya dan setiap pengalaman yang dialaminya. Dengan begitu mereka lebih dapat menghargai cinta yang diberikan seorang lelaki, apalagi usianya lebih muda maka dia akan membalasnya dengan sepenuh hati. Karena biasanya perempuan muda yang masih lajang cenderung mereka tidak mampu membalas cinta lelaki sebesar perempuan yang lebih tua.

Ada beberapa cara untuk menjaga hubungan cinta dengan lelaki yang lebih muda. Yang pertama adalah anda harus menjaga penampilan anda. Buang jauh-jauh perasaan negatif terhadap penampilan fisik anda.

Tonjolkan kelebihan anda yang terpendam karena pasti anda tidak bisa menyaingi daya tarik perempuan usia muda. Dengan menunjukkan perhatian dan dukungan penuh pada ambisis pasangan anda yang lebih muda.

Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup atau aktivitas pasangan bila anda tidak menyukainya. Anda bisa perlihatkan bahwa anda bisa memberinya ruang untuk berekspresi sesuai usianya meski anda kurang berminat. Jadi jangan menyerah dulu sebelum anda mencobanya. p2t (hpk doc)

***

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.